MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 24 April 2019 09:03
Kelelahan, Belasan KPPS di Banua "Tumbang"
RAWAN STRES: Suasana pleno rekapitulasi suara di Kecamatan Banjarmasin Timur di Jalan Manggis, akhir pekan lalu. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemerintah harus berpikir ulang tentang Pileg dan Pilpres serentak. Pemilu 2019 terbukti sangat rumit dan menguras tenaga. Media nasional mencatat sudah 31 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia akibat kelelahan. Bagaimana dengan Kalsel?

Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah memastikan belasan penyelenggara pemilu di Banua tumbang gara-gara kelelahan. "Alhamdulillah belum ada kabar duka. Tapi beberapa masih dirawat di rumah sakit," ujarnya, kemarin (23/4).

Rinciannya, sebagai KPPS, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) berjumlah 15 orang. Plus satu petugas keamanan TPS. "Dari Banjarmasin, Tanah Bumbu, Banjar, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, sampai Kotabaru," sebutnya.

Beban kerja pemilu serentak memang bukan main. Rata-rata perhitungan perolehan suara di TPS berlangsung sampai dini hari. Bahkan ada yang disambung hingga keesokan siang. "Banyak yang tak tidur sampai 20 jam," imbuh Koordinator Divisi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat tersebut.

Tak cukup sampai disitu, setelah TPS ditutup, mereka kembali mengawal rapat pleno rekapitulasi suara di kantor kecamatan. Lembar demi lembar formulir C1 dari TPS per TPS dipelototi. Tak jarang diwarnai perdebatan ketika muncul selisih perhitungan suara.

Karena hasil perhitungan suara itu dikejar deadline. Pada 4 Mei, rekap suara di kecamatan harus rampung. Lalu 7 Mei di tingkat kabupaten dan kota. Dan direkap di tingkat provinsi paling lambat 12 Mei.

Bukan hanya menguji daya tahan fisik, mental pun dihajar. Jauh sebelum 17 April, publik telah dibayang-bayangi kecemasan. Menduga-duga pemilu ini bakal sarat kecurangan. Tekanan psikologis bagi penyelenggara pemilu pun meningkat dua kali lipat.

Edy berharap, pemerintah daerah peka atas keadaan ini. "Pelayanan kesehatan bagi mereka di rumah sakit daerah harus diprioritaskan. Kalau perlu digratiskan," pintanya.

Selain kelelahan mengawal hari pencoblosan, adapula yang dilarikan ke rumah sakit setelahnya. Contoh Ketua PPS Kertak Baru Ilir, Amelia Arida yang tertimpa tenda di halaman kantor Camat Banjarmasin Tengah, Senin (22/4) sore.

Tenda itu ambruk karena terpaan hujan deras dan angin kencang. Amelia berniat lari untuk menghindar, tapi malah terpeleset. Amelia dilaporkan mengalami luka-luka ringan.

Adapula yang dilarikan ke rumah sakit karena faktor lain. Seperti Anggota KPPS Desa Teluk Labak Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sayyidatul Aslamiah. "Petugas KPPS ini (Sayyidatul) melahirkan pada hari pencoblosan," pungkas Edy. (fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*