MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 30 April 2019 09:43
Pespus 'Palnam' Datangkan Penulis Nasional: Dewi 'Dee' Lestari. Siapa Berikutnya?
BUKA-BUKAAN: Dewi Lestari berpose untuk Radar Banjarmasin di perpustakaan daerah Kalsel, kemarin (29/4). Penulis novel Aroma Karsa itu buka-bukaan tentang buku baru yang bakal diterbitkan dalam waktu dekat. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dewi 'Dee' Lestari menyapa pembaca di Banjarmasin, kemarin (29/5) sore. Penulis novel Aroma Karsa itu banyak bercerita tentang proses kreatifnya. Dee juga bersedia membocorkan buku barunya.

Pertama-tama perihal disiplin diri untuk menulis minimal 550 kata sehari. "Pada hari baik, saya bisa menulis dua kali lipat. Sanggup 1.100 kata. Jadi 550 itu batas minimal ya. Rata-rata memang 700-an kata sehari," ujarnya.

Perempuan 43 tahun itu diundang Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalsel. Seratus penggemar, kebanyakan mahasiswa, sudah menunggu sejak siang di aula perpustakaan daerah di Jalan Ahmad Yani kilometer 6.

Sebagai informasi latar belakang, Dee pertama kali dikenal sebagai penyanyi. Ngetren di era 90-an melalui trio pop Rida Sita Dewi. Novel pertamanya berjudul Supernova, terbit tahun 2001.

Tapi dia melejit berkat kumpulan cerpen Filosofi Kopi. Diangkat menjadi film lalu menjadi merek kafe. Merchandise berupa kaus dan jaketnya bahkan laku keras. Sampai hari ini.

"Kepada penulis muda di Banjarmasin, perbanyaklah jam terbang. Anda harus sering ujicoba di atas kertas. Karena cerita yang bagus di kepala, belum tentu menarik dibaca setelah ditulis," imbuhnya.

Banyak penulis lokal yang mengeluh susahnya menembus penerbit nasional. Ujung-ujungnya, mereka mencari pembenaran. Karya mereka tak dihargai karena berasal dari luar Pulau Jawa.

Dee tak setuju dengan anggapan tersebut. "Lagi-lagi kembali pada mutu naskah. Menulis butuh teknik dan kecakapan. Perlu banyak membaca," tegasnya.

Memiliki minat yang luas, Dee kerap tergoda untuk menulis di luar genre sastra. Seperti buku jurus memasak. Atau buku panduan beres-beres rumah. "Terkecuali memoar. Belum berminat. Karena saya belum cukup tua," ujarnya tergelak.

Dee telah berkeliling kemana-mana untuk mendiskusikan Aroma Karsa. Dari Yogyakarta, Surabaya, Bandung, hingga London. Dee mengaku menerima pengakuan yang sama dari khalayak pembaca.

"Pembaca bilang buku ini membuat mereka susah berhenti. Ada yang rela begadang. Ada yang harus mengurung diri di rumah. Enggak jalan kemana-mana demi menuntaskannya," jelasnya.

Di setiap kota besar itu, Dee mengaku diteror pertanyaan yang sama. Bagaimana proses menulis Aroma Karsa? Dari mana idenya datang? Apa rahasianya?

Teror itu rupanya memantik ide bagi buku barunya. Judulnya Dibalik Tirai Aroma Karsa. Semacam buku panduan menulis. "Tapi sebenarnya buku fiksi. Sudah kelar ditulis. Tinggal menunggu versi cetaknya saja," tukasnya.

Dee sendiri pulang pagi ini. Dia mengaku akan datang lagi karena terkesan dengan sambutan di Kalsel. Selain itu, dia juga kepincut dengan kuliner Banjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, Dee merupakan penulis ketiga yang berhasil dihadirkan. "Sebelumnya ada Faisal Oddang dan Eka Kurniawan," ujarnya.

Eka adalah sastrawan Indonesia yang sudah mendunia. Novelnya sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa asing. Seperti Man Tiger (Lelaki Harimau) dan Beauty is a Wound (Cantik itu Luka).

Dari nama-nama besar penulis itu, target Nurliani sederhana, yakni menarik minat warga Kalsel untuk mengunjungi perpustakaan. "Demi mendongkrak minat baca masyarakat," tukasnya.

Lalu, siapa lagi penulis yang akan didatangkan setelah Dee? "Itu masih rahasia," tegas Nurliani. (fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*