MANAGED BY:
SELASA
15 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 02 Mei 2019 09:36
'Kreatif'..! Pencuri Ini Menyamar Jadi Tengkulak. Sudah Dua Kali Sukses
KREATIF: TS dan gabah yang dicurinya dengan berpura-pura jadi tengkulak. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BARABAI - TS boleh saja merasa sukses menjalankan dua kali aksinya mencuri gabah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Namun untuk aksi yang ketiga kalinya, lelaki berumur 26 tahun ini terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian Kabupaten HST. Dia diringkus di Desa Kapuh, Kecamatan Haruyan, kemarin (1/5) siang.

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu, warga di Kabupaten HST merasa resah. Berkarung-karung hasil panen tiba-tiba raib. Dicuri oleh seseorang, dengan menggunakan mobil. Kejadian tersebut, terjadi di Desa Kayu Bawang dan Desa Aluan Bakti. Setelah itu, aksi yang sama juga terjadi di Desa Banua Kepayang Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS).

“Ada 12 karung gabah jenis siam yang kami panen. Ketika pulang dari sawah, ternyata sudah hilang semua. Kami coba tanyakan ke tengkulak yang biasanya membeli gabah, mereka tidak tahu,” beber Salmah. Warga Desa Aluan Bakti, ini datang ke Polres HST, kemarin, karena mendengar kabar bahwa pelaku pencurian sudah ditangkap.

Aksi ketiga, sendiri dapat digagalkan setelah pihak Polres HST mendapat laporan dari warga Desa Banua Kepayang. Saat itu, warga melihat ciri-ciri pelaku beserta kendaraan yang digunakan, mengangkut belasan gabah ke dalam sebuah mobil mini bus berwarna silver. Bersama dengan warga, Polres HST pun akhirnya berhasil meringkus pencuri di Desa Kapuh Kecamatan Haruyan, pada pukul 09.00.

Aksi pencurian gabah ini tergolong unik. Di hadapan wartawan, TS, mengaku menyamar sebagai tengkulak. Dia mengatakan, para tengkulak terbiasa membayar lebih dahulu gabah yang dibeli dari para petani. Urusan mengangkut, tengkulak melakukannya belakangan. Memanfaatkan kebiasaan tersebut, TS, lantas dengan mudah mengibuli warga ketika melancarkan aksinya.

“Kalau ada yang bertanya, saya tinggal bilang kalau gabah sudah dibayar atau mengangkut milik tengkulak. Sekali mengangkut, bisa 11 sampai 12 karung. Saya mengangkutnya sendirian. Terkadang, untuk memasukkan berkarung-karung gabah ke dalam mobil, ada warga yang membantu, karena mereka tidak merasa curiga,” urai TS, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Selain itu, dalam melakukan ketiga aksinya, TS menjelaskan bahwa selalu menggunakan mobil yang berbeda-beda. Untuk aksi yang pertama, dilakukan dengan mobil mini bus warna hijau. Sementara aksi kedua dan ketiga, dilakukan dengan mobil mini bus warna silver. Semua mobil yang digunakan, merupakan mobil sewaan.

“Gabah, saya jual ke luar daerah. Salah satunya ke Hulu Sungai Selatan (HSS). Dijual seharga Rp2 juta untuk 11 karung gabah,” bebernya. Dia menambahkan, uang hasil penjualan, digunakan untuk keperluan sehari-hari keluarganya di rumah.

Sementara itu, Khairani, salah seorang pemilik rental mobil, tidak menyangka bahwa mobilnya disewa untuk mencuri gabah. Sebelumnya, kepada Khairani, TS beralasan bahwa mobil yang disewa bakal digunakan untuk jalan-jalan bersama keluarga. Menikmati hari libur.

“Selain meninggalkan KTP, dia juga meninggalkan sepeda motornya sebagai jaminan. Saya bersyukur, mobil saya tidak jadi bulan-bulanan warga,” jelas Khairani, kemarin. Dia, datang untuk melihat kondisi mobilnya di Polres HST.

Terkait hal tersebut, Kapolres HST, Ajun Komisaris Besar Polisi Sabana Atmojo, menambahkan bahwa tersangka melakukan aksi pencurian pada saat warga pergi ke sawah. Khususnya pada pukul 08.00 hingga pukul 09.00 pagi. Tindak pencurian ini bukan pencurian yang melibatkan sindikat.

“Pencurian dilakukan sendirian dan menjualnya pun sendirian. Pelaku, dikenai pasal 362 dengan ancaman hukuman lebih lima tahun penjara,” ujarnya. Dia mengimbau kepada warga HST, agar lebih berhati-hati meletakkan hasil panen, guna menghindari kejadian tersebut terulang kembali. tuntasnya (war/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 Oktober 2019 11:58

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

BANJARMASIN - Berlagak sok jagoan, Abdul Hakim (21) warga Jalan…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:51

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

BANJARMASIN - Kasus kematian Rian Iman Taufik (20), anak buah…

Senin, 14 Oktober 2019 10:48

Bakar Lahan di Candi Laras, Petani Ditangkap

RANTAU - Informasi titik api di Kecamatan Candi Laras Utara…

Senin, 14 Oktober 2019 10:22

Ngapain di dalam Kamar..? Muda-mudi Terciduk Polres Banjarbaru di Penginapan

BANJARBARU - Sepasang muda-mudi terciduk sedang berduaan di salah satu…

Minggu, 13 Oktober 2019 07:16

Cuaca Panas Lagi, Titik Api Muncul Kembali, Kini Karhutla Beralih ke Lahan Pertanian

BANJARBARU - Cuaca yang kembali panas dalam beberapa hari terakhir…

Minggu, 13 Oktober 2019 06:57

JANGAN MACAM-MACAM..!! Ada 178 'Mata-mata' di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sebanyak 178 CCTV sudah terpasang di berbagai sudut…

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:56

Pengakuan Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Banjarbaru: Ambil Anak dari Istri dan Tak Disekolahkan

Beberapa hari terakhir Banjarbaru dihebohkan dengan kasus bapak menggauli anaknya…

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:54

Di Dalam Tahanan, Banyak Orang Ingin Bertemu Lihan

BANJARBARU - Sekitar tiga pekan sudah Lihan mendekam di Ruang…

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:27

Jadi Tersangka Gara-gara Puntung Rokok

BANJARBARU - Setelah beberapa kali tak terdeteksi dan terbukti secara…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:20

YA AMPUNN...! Hampir Saja Rumah Warga Hangus

AMUNTAI - Kepanikan menimpa warga Desa Cangkring, tepatnya di RT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*