MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 03 Mei 2019 09:10
Dianggap Tak Sehat, Pemkab Barabai Bongkar Jamban
BAKAL LENYAP: Jamban Apung yang berada di atas aliran sungai, pagi ini mulai dibongar. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BARABAI - Siti Aisyah, tampak sibuk dengan setumpuk cucian di hadapannya. Sesekali, ia mencelupkan pakaian ke sungai, membilas sisa-sisa sabun cuci yang menempel. Bagi warga yang tinggal di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Barabai Hulu Sungai Tengah ini, jamban apung sudah menjadi fasilitas yang tak bisa dipisahkan dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya, ketika ia ingin mencuci.

“Kalau menggunakan air ledeng, tagihan perbulannya bisa jadi cukup tinggi. Di rumah, air ledeng digunakan untuk mandi dan memasak saja. Kalau mencuci, saya lebih suka ke jamban,” jelasnya , kemarin. Dia mengatakan, untuk keperluan mandi dan memasak saja, ia harus membayar PDAM Rp150 ribu per bulannya.

Sayangnya, dia terancam tidak akan lagi bisa mencuci di sana. Jamban apung yang umumnya digunakan masyarakat untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) mendapat perhatian serius oleh Bupati HST. Pagi (3/5) ini, tahap pertama pembongkaran jamban yang berada di atas aliran sungai pun dimulai.

Rencana pembongkaran seluruh jamban apung di Kabupaten HST sebenarnya sudah sejak lama. Beberapa tahun silam, rencana itu sudah bergulir. Namun pelaksanaannya selalu tertunda, karena pemerintah setempat belum menemukan solusi bagi masyarakat. Alhasil, keberadaan jamban apung pun kian membeludak.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kemarin (2/5) sore, sedikitnya ada lebih dari delapan jamban apung yang letaknya berada persis di tengah kota, mengapung di atas aliran Sungai Barabai. Aman, salah satu warga yang tinggal di kawasan tersebut, mengaku bahwa ia kerap menggunakan jamban apung untuk keperluan MCK. Pasca mendengar kabar jamban apung bakal dibongkar, ia hanya bisa pasrah.

“Masing-masing rumah warga memang sudah punya toilet. Namun rata-rata, masih banyak yang suka memakai jamban apung. Tidak hanya orang tua, anak-anak juga. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Tapi ya mau bagaimana lagi. Menolak untuk dibongkar pun juga tidak mungkin,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembuatan jamban apung membutuhkan banyak biaya. Untuk satu unitnya saja, bisa menghabiskan dana sebesar Rp1,5 juta. “Kebanyakan warga, melakukan urunan untuk membuat jamban apung,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, M Yani, menjelaskan bahwa pembokaran yang dilakukan pada tahap pertama pagi ini yakni dari kawasan Siring Taman Juwita, hingga ke Jembatan Sulaha.

“Perlu diketahui juga bahwa yang dibongkar hanya bagian jambannya. Tidak termasuk lantingnya karena masyarakat masih ingin menggunakannya untuk mencuci,” ucapnya seraya mengatakan pembongkaran melibatkan masyarakat termasuk ketua RT.

M Yani mengatakan ada banyak bakteri ekoli yang tiap harinya dihasilkan dari hasil kotoran yang dibuang ke sungai menggunakan jamban apung. Ini bisa mengakibatkan sumber penyakit seperti kolera dan disentri.

Pemerintah Kabupaten HST melalui Satker dan Pokja Sanitasi yang di dalamnya tergabung berbagai dinas, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Kesehatan, serta Polri dan TNI--berupaya membantu dengan melalukan program pembangunan.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten HST, sudah menyediakan pembangunan berupa tangki septik komunal, perbaikan sanitasi serta drainase. Jadi bagi warga yang membuat toilet di kediamannya, pembuangan disalurkan ke septic tank komunal yang dibangun,” timpal Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten HST, Ahmad Zaid.

Dia menambahkan, ke depan, jumlah pembangunan juga bakal ditambah seiring dengan keinginan pemerintah untuk membebaskan HST dari jamban apung. (war/ema)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 15:11
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Bagikan Seragam Tahfiz Nurul Iman

TANAH LAUT - PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap melakukan penyerahan…

Senin, 16 September 2019 12:18

Sekcam pun Ingin Maju Pilwali Banjarbaru, 8 Orang Sudah Ambil Formulir ke PDIP

BANJARBARU - DPC PDI Perjuangan Banjarbaru kemarin telah menutup proses…

Senin, 16 September 2019 10:49

Lawan Karhutla: Suntik Tanah Gambut, Sebarkan Fatwa MUI

BANJARBARU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen melawan kebakaran…

Senin, 16 September 2019 10:45

Pemprov Kalsel Kembali Dianugerahi WTN Wiratama

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menerima Anugerah Wahana…

Senin, 16 September 2019 10:34

Di Kalsel, 3 Kapolres Berganti

BANJARMASIN - Gerbong mutasi di Polda Kalsel dan jajaran Polres…

Senin, 16 September 2019 10:01

Wakapolres Batola Ikut Mutasi

MARABAHAN - Mutasi merupakan kejadian biasa dan berguna untuk penyegaran. Pernyataan tersebut…

Senin, 16 September 2019 09:50

Dishut Kalsel Gelar Salat Istisqa

BANJARBARU - Kalsel saat ini sedang memerlukan hujan, untuk mengurangi…

Senin, 16 September 2019 09:45

Sudah Beberapa Hari, Belum Ada Keputusan Resmi, Heli Masih Diperiksa KNKT

BANJARBARU - Dua hari sudah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)…

Senin, 16 September 2019 09:38
Pemko Banjarbaru

Tiga Tahun Berturut-Turut Raih Penghargaan WTN

BANJARBARU - Kota Banjarbaru tahun ini kembali meraih Penghargaan Wahana…

Senin, 16 September 2019 09:35
PARLEMENTARIA

Dewan Minta Banjarbaru Punya Papan ISPU

BANJARBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*