MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 04 Mei 2019 16:40
RADAR MUDA
Susah-susah Gampang: ‘Dasar Skripshit’ !
Rahmiati Ramadhan

PROKAL.CO, Kalian yang sedang mengerjakan tugas akhir perkulihan pasti tak asing dengan kata di atas. Yup, bagi mahasiswa smester akhir atau tua sering kali mengumpat dengan menyebut ‘skripshit’ ketika jenuh dan lelah mengerjakan skripsi.

Kalau sobat muda membaca buku tulisan Alitt Susanto yang berjudul SKRIPSHIT, Kalian akan tau bahwa sebenarnya lulus dan tidak ingin lulus kuliah adalah satu pilihan. Dalam bukunya Alitt Susanto mengatakan bahwa gelar sebagai mahasiswa itu lebih enak didengar ketimbang gelar sarjana namun pengangguran. Setuju nggak?

mengerjakan skripsi memang kewajiban yang harus ditaati setiap mahasiswa yang ingin memperoleh gelar sarjana. Dan mereka harus mengikuti setiap prosedur yang ada. Tak sedikit mahasiswa menganggap bahwa skripsi menjadi beban bagi mereka. Yup, beban bagi mahasiswa super sibuk dan sok sibuk. Tapi bagi mahasiswa yang punya prioritas tinggi akan masa depan, skripsi baginya hanyalah rintangan kecil.

Seperti yang disampaikan oleh Nor Hayati, mahasiswa FKIP ULM Jurusan IPS yang baru yudisium (30/4) ini mengaku bahwa mengerjakan skripsi itu mudah jika dikerjakan sungguh-sungguh. “Yang pertama bikin job list yang berkenaan dengan skripsi kita. Misal membuat latar belakang, fokus aja terus sampai selesai jangan mikirkan benar salahnya. Setelah itu baru konsultasikan dengan dosen pembimbing,” ungkapnya.

Lalu bagaimana ketika kita bosan mengerjakan skripsi? “Cari kegiatan yang bisa menghilangkan kegalauanmu terhadap skripsi. Misalnya aku, kalau aku sedang bosan aku pasti ikut kegiatan organisasi yang bisa membuatku happy lagi,” sambungnya.

di sisi lain bagi mahasiswa yang bekerja dan sedang berproses mengerjakan skripsi, menganggap bahwa skripsi itu adalah beban. Contohnya Rahmiatai Ramadhan, mahasiswi yang sedang mengerjakan skripsi BAB IV itu mengaku harus pintar dalam membagi waktu.

“Susah-susah gampang sih, soalnya waktu kerja dan skripsi harus imbang. Pokoknya cukup menyerap waktu. Tapi mau gimana lagi ini sudah kewajiban,” ungkapnya.

Walaupun demikian, Ami (sapaan akrab) tetap optimis dirinya akan menuntaskan skripsinya sebelum pergantian smester tahun ini.

“Gak mau nambah smester lagi. Sekarang fokus untuk seminar hasil. Semoga lancar,”kata mahasiswi PGSD yang sekarang sedang menjalani smester delapan.

Tapi ada juga mahasiswa yang malas mengerjakan skripsi karena beberapa faktor. Satu diantaranya adalah pengaruh lingkungan. Serta tidak memiliki motivasi untuk segera menyelesaikan skirpsinya.

“Revisi tak kunjung usai, keasyikan mencari hiburan, main game online. Dan belum ada niat,”ungkap mahasiswa yang namanya tak ingin dikorankan.(mal/ema)


BACA JUGA

Rabu, 07 Oktober 2015 07:14

Blender Hancurkan Narkotika

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Bak membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*