MANAGED BY:
SELASA
15 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 05 Mei 2019 12:30
Roby, Buruh di Kotabaru Yang Jadi Wakil Rakyat Tanpa Mengeluarkan Modal Besar
AKTIVIS: Rabbiansyah alias Roby saat demo upah buruh di Kotabaru. | Zalyan Shodiqin Abdi/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Duduk di parlemen harus siapkan pundi-pundi rupiah yang banyak. Kesimpulan itu dipatahkan Roby. Tanpa serangan fajar. Dengan kekuatan suara buruh kelapa sawit, ia duduk di parlemen.

 ---

Bintangnya Scorpio. Rabbiansyah nama lengkapnya. Lahir di perbatasan Kotabaru, di Desa Sakadoyan, 25 Oktober 1984.

Roby, begitu teman-teman kecilnya memanggil. Masa seragam merah putih, ia tumbuh di rimbunnya pepohonan besar. Burung punai masih besar-besar. Burung pelatuk, ribut di pokok-pokok kayu.

Usia SMP, kampungnya, begitu juga desa-desa sekitar, berubah total. Pemerintah memberikan konsesi amat luasnya, kepada perkebunan kelapa sawit.

Warga berbondong-bondong menjual tanah. Beli parbola TV. Beli sepeda motor. Sampai modal untuk menikah. Di suasana begitulah Roby menghabiskan masa remajanya. 

Lulus SMA, Roby, seperti kawan-kawannya yang lain bekerja di perusahaan sawit. Lahan warga hampir habis. Pun nelayan banyak alih profesi jadi buruh sawit: demi jadi orang gajian. 

Bintang Scorpio katanya pendiam. Ulet, dan pekerja keras. Tapi Roby, suka bicara. Suka bergaul. Mulutnya dan tindakannya sama cepatnya. 

Tidak heran, di usia muda dia menjadi sorotan. Baru satu tahun jadi buruh sawit, tepatnya di tahun 2011 ia membangun serikat pekerja. Dulu, serikat pekerja itu nama asing. Buruh sawit hanya tahu koperasi tempat ngebon beras dan rokok, gajian dibayar.

"Ternyata, ada yang lebih tinggi manfaatnya. Serikat pekerja," kata Roby. 

Dari mana ia punya gagasan itu? Dari bergaul dengan banyak orang. "Saya suka berteman. Siapa saja saya temani. Saya suka kumpul-kumpul." 

Tahun 2012 sampai 2014, serikat pekerja yang dia bentuk mulai menunjukkan pamornya. Berkali-kali Roby turun ke jalan.  

Apa yang mereka demokan? Upah. Selama ini upah buruh di Kotabaru mengacu pada pedoman Upah Minimum Provinsi. Padahal menurut Roby, biaya hidup di Kotabaru tinggi. 

"Kalau bensin saja di tempat kami. Ecerannya lebih mahal. Baru itu sudah habis seperempat gaji," ujarnya. 

Bertahun-tahun berjuang di jalan. Di meja birokrasi. "Akhirnya Kotabaru punya Upah Minimum Kabupaten (UMK) di tahun 2016," kenangnya. 

Sebelum UMK ditetapkan, Roby di tahu  2014 iseng nyaleg. Kalah. Uang tidak ada. Dia pun tidak kampanye.

"Coba-coba saja. Ngeri, harus pakai uang kalau mau menang," yakin Roby saat itu 

Di masa-masa itu, Roby kuliah mingguan di salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin. "Pekerja keras. Tapi ya itu jarang di rumah," ujar Rochimah, yang menikah dengan Roby tahun 2009. 

Rochimah asal Jawa Tengah. Tugas di Bakau sebagai perawat. Belum PNS. "Walau jarang di rumah. Tapi dia sayang sama keluarganya," aku Rochimah. 

Tahun 2016. Roby meraih titel sarjana sosial. Di masa ini aktivitas jalanan berkurang. Tekanan demi tekanan datang. Roby main tarik ulur. 

"Gak melulu harus keluar urat leher. Ada dinamika. Dunia aktivitis ternyata begitu. Ada resiko. Ada peluang. Harus pandai atur strategi," paparnya. 

Untuk menguatkan posisinya sebagai aktivis buruh, Roby menjalin hubungan baik dengan beberapa wartawan senior. Beberapa kali Roby sering memposting masalah buruh versus perusahaan di sosial media. 

Di masa ini Roby lebih banyak membuat kegiatan olahraga. Dulu May Day dia peringati dengan cara turun ke jalan. Sekarang lomba voli dan olahraga lain. 

Namanya semakin berkibar. Tiap event May Day, ribuan selalu buruh hadir. Ditanya, gak demo lagi? Roby mengatakan, jika ada yang akan mereka perjuangkan: akan kembali ke jalan. 

2018 ke 2018, Roby kembali aktif di lapangan. Kali ini membawa misi perjuangan Upah Minimum Sektoral Kabupaten. "Kami baru dapat informasi. Bahwa ada juga UMSK." 

Apa itu? "Intinya lebih tinggi dari pada UMK. Semoga dengan UMSK, upah buruh sawit bisa tembus tiga juta ke atas." 

Roby tidak sendiri. Banyak nama-nama lain yang juga melejit pamornya. Mereka semua adalah buruh. Keberanian Roby bersuara membawa dampak positif. 

Salah satunya adalah Bambang Santoso. Sahabatnya.  Beberapa kali Bambang terlihat berani menyampaikan masalah perusahaan di sosial media. Dari soal PHK sampai masalah jam kerja. 

Para buruh di lingkungan kerja Roby dan Bambang memang paling menonjol di Kalsel. Seolah mereka tidak khawatir dipecat. Memang, kata Roby, kadang kesalahan-kesalahan mereka seperti mau dicari-cari. 

"Berat memang. Tapi asyik," aku Roby. 

Pernah suatu ketika mereka memperjuangkan nasib karyawan yang di PHK. Uang pesangon tidak full. Mengurus sampai ke kota Batulicin Tanah Bumbu. 

Perjalanan buruh ke kota kata Bambang selalu menimbulkan kenangan. Seperti di Tanah Bumbu, ingin beli barang elektronik yang unik, dikira harganya kisaran seratus ribu.

"Ternyata sampai tiga juta. Pura-pura kami ketinggalan uang. Malu, pakaian necis, maklum ke kota," kenang Bambang. 

Tidak terasa masuk tahun 2019. Musim Pemilu tiba. Tanggal 31 Mei 2019, para serikat buruh di daerah Roby. Tepatnya daerah Pamukan melakukan deklarasi. Mendukung Roby berlaga ke Parlemen. 

"Dulu kami tidak terlalu peduli. Sekarang sudah berubah. Harus ada minimal satu pejuang buruh yang duduk di Parlemen. Supaya enak kami nanti komunikasi," kata Bambang. 

Bukan hanya buruh. Tokoh masyarakat juga banyak menyatakan dukungan.  "Haji Imis dan Ketua Karang Taruna di Bakau, Wardi. Mereka berdua meminjami kami mobil untuk operasional," kata Roby. 

Mereka kemudian gerilya. Dari pintu buruh ke pintu buruh lainnya. Kampanye modal makan minum. Tanpa amplop uang.

"Ayo bapak ibu. Kita sudah tahu siapa Roby, dia sama dengan kita," kata Ketua Serikat Pekerja Sengkoh Estate. 

Pun begitu mereka sempat keder. Melihat fakta lapangan di daerah mereka. Daerah pedalaman, penduduknya rata-rata berpikiran sederhana. Ada uang rokok ada satu suara. 

"Tiap tahun, animo politik uang semakin parah," keluh Roby. 

Tapi semua tim all out. Mobil rusak ganti gerilya pakai roda dua. Malam-malam tergelincir di jalan becek. Sampai rumah warga, badan sudah dekil. Wajah sudah kucel. Seperti pejuang bambu runcing melawan penjajah: caleg modal tangan dan kaki melawan modal rupiah. 

Dan lagi-lagi. Bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha terbukti. Roby berhasil meraih suara sekitar 800. Total suara partainya ada 2.200. Cukup satu kursi. Roby paling tinggi. Dia dapat kursi terakhir di Dapilnya. Dapil III. 

Tawa bahagia. Tangis haru. Mewarnai timnya saat rapat pleno di Kecamatan Pamukan Utara. Perjuangan itu berbuah manis. "Akhirnya kami punya perwakilan di dewan," senyum Bambang. 

Para buruh nanti jika ke turun ke kota, minimal bisa nginap gratis. Karena semua anggota dewan dari Dapil mana pun berada, pasti akan punya rumah di pusat kota. 

Akankah Roby tetap garang nanti di legislatif? Berani menekan pemerintah? Waktu akan menjawab. (zal/ema)


BACA JUGA

Minggu, 13 Oktober 2019 07:21

Lantunkan Ayat dengan Jari: Sudah Bisa Khatam, Ingin Terus Dalami Kitab Suci

Memiliki keterbatasan, bukan berarti kehilangan semangat. Buktinya, puluhan anggota persatuan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:01

Gratiskan Honor untuk Safrah Amal, Bila Tak Manggung Jualan Es Keliling

Banua kehilangan satu lagi seniman gaek yang konsisten di jalurnya,…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:20

Kalayangan Pagat, Grup Band yang Kampanyekan #SaveMeratus

Melalui dua lagu berjudul Merakus dan Rimba Terakhir, band bergenre…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:48

Pengakuan Sang Penikam Ayah Tiri: Sakit Hati Melihat Ibu Disakiti

Sang penikam ayah tiri, Arafiq (22) telah dijebloskan ke sel…

Senin, 07 Oktober 2019 13:01

Melihat Cara PDAM-PDAM se-Banua Bertahan dari Krisis Air di Musim Kemarau

Musim kemarau membuat semua daerah di banua dilanda kekeringan. Warga…

Sabtu, 05 Oktober 2019 12:22

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust di Sungai Barito Timbul

Bangkai Kapal Perang Belanda Onrust yang tenggelam tahun 1859, timbul…

Kamis, 03 Oktober 2019 12:24

Wamena Kerusuhan, Bagaimana Nasib Mahasiswa Papua di Kalsel?

Kerusuhan di Wamena membuat kekhawatiran warganya yang berada di perantauan,…

Senin, 30 September 2019 12:10

Kisah Dadang Dian Hendiana, Mengawal Pengembangan Bandara

Kemegahan terminal baru Bandara Syamsudin Noor kini telah terlihat. Kurang…

Sabtu, 28 September 2019 11:17

Melihat Fenomena Hujan di Musim Kemarau

Dalam dua hari terakhir hujan berulangkali mengguyur sejumlah wilayah di Kalsel, padahal…

Kamis, 26 September 2019 12:34

Terkepung Api dan Dengar Suara Perempuan Tertawa

Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan dibuat kewalahan dengan banyaknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*