MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 06 Mei 2019 11:02
Ekonomi Kalsel Rentan Faktor Eksternal
WAWANCARA: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dr Sugeng saat wawancara disela sela kegiatan diseminasi ekonomi. | FOTO: NISA/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dr Sugeng mengingatkan Pemerintah Daerah untuk segera mencari sumber ekonomi alternatif bagi Provinsi Kalsel kedepannya.

Menurut dia, dengan komposisi yang lebih mengandalkan komoditas pertambangan pada gerak ekonominya sekarang, ekonomi Kalsel sangat rentan tumbang oleh faktor eksternal.

"Contohnya waktu tahun 2013 silam saat harga batu bara turun drastis di pasar global, ekonomi Kalsel yang sebelumnya berkisar diangka 7 persen malah anjlok hingga kisaran 3 persen. Kondisi seperti ini tentunya perlu diantisipasi mulai sekarang agar kejadiannya tidak terulang," ujarnya di sela kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) Tahun 2018, Jumat (03/05) di Ruang Serba Guna Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalsel.

Ia pun dalam kesempatan ini mengusulkan agar Provinsi Kalsel bisa mencontoh Negara Malaysia yang mampu mengembangkan kebun sawit untuk membuat berbagai produk turunan bernilai tinggi.

"Disini kan banyak kebun sawitnya, namun jangan hanya berhenti hingga ekspor minyak sawit mentah saja, tapi dorong juga industrinya agar bisa menjadi pengganti penggerak ekonomi Kalsel selain sektor pertambangan," harapnya.

Kemudian sektor lainnya yang juga tidak kalah potensial untuk dikembangkan adalah sektor pariwisata. Dengan sudah mulai dibangunnya bandara Internasional Syamsudin Noor, maka tentu kesempatan Kalsel menggiatkan roda perekonomian melalui pariwisata menjadi terbuka lebar.

"Kalsel saya lihat banyak memiliki objek wisata alam yang unik dan menarik. Tinggal dibenahi dan dipromosikan dengan serius saja agar mampu mendorong sektor pariwasata makin berkembang di Banua," katanya.

Terkait kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) memang rutin pihaknya gelar setiap tahunnya sejak Tahun 1931. Tujuannya adalah untuk menginventarisir berbagai masalah perekonomian yang terjadi selama setahun belakangan dan mengevaluasi berbagai macam kebijakan ekonomi yang telah diambil dan dilakukan oleh pemerintah.

"Jadi data dan kejadian yang masuk akan menjadi rujukan kita untuk membuat sebuah kebijakan ekonomi yang lebih baik pada Tahun 2019 ini," pungkasnya. (sya/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*