MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 07 Mei 2019 15:57
Badaruddin, Ustaz Muda yang Berdakwah Keluar Masuk Hutan

Juga Fasilitasi Mereka yang Akhirnya memeluk Islam

MENGAJAR MENGAJI: Ustaz Badaruddin juga mengajari anak-anak di rumahnya. Dia juga mengelolal yayasan mualaf. | FOTO: WAHYUDI/RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO, Saat ini, media sosial menjadi sarana efektif untuk berdakwah. Namun bagaimana memberi pengetahuan Islam bagi mereka yang tinggal di kawasan tanpa internet. Mau tak mau harus ada ustaz yang datang, itulah yang dilakukan Badaruddin.

    Oleh: WAHYUDI, Balangan

BADARUDDIN masih mengisi pengajian, saat Radar Banjarmasin ingin bersilaturahmi dengan ustaz yang bertempat tinggal di Desa Halong Kecamatan Halong ini, Senin (6/5).

Pria kelahiran 1979 ini, rutin membuka pengajian di rumah pribadinya. Luasan rumahnya yang berukuran tak lebih dari 30 meter persegi, membuat Badar harus memanajemen jadwal pengajiannya dengan rapi.

Setiap hari Senin, adalah jadwal pengajian khusus jemaah perempuan. Sedangkan untuk jemaah laki-laki setiap Selasa malam. Ia tidak bisa membuka pengajian setiap hari di rumahnya, karena banyak pengajian di tempat lain yang menunggunya.

Materi ceramah Badar menyentuh hal-hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Hal ini menurutnya supaya mudah dicerna masyarakat desa, katanya.

Gazali, salah seorang warga sekitar yang setia menjadi murid Badar mengakui, gaya ceramah ustaz jebolan pondok pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai tersebut renyah, masuk ke segala kalangan usia.

Tak heran, kata dia, jemaah ustaz Badar beragam, dari yang tua hingga anak muda. “Ya termasuk ustaz zaman now,” ucapnya.

Usai menimba ilmu di Rakha selama tiga tahun, Badar melanjutkan pendidikan agama di pondok pesantren Raudhatul Thalibin Amuntai selama sepuluh tahun. Ia kemudian menjadi tenaga pengajar di sana.
Setelah menyelesaikan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten HSU dan mendapat ijazah untuk berdakwah dari gurunya di pesantren, Badar memutuskan pulang kampung pada tahun 2013.


Tidak mudah bagi Badar memulai karir dakwahnya. Ia memilih untuk menyiarkan Islam dengan masuk ke pelosok-pelosok perkampungan di punggung pegunungan Meratus, yang mayoritas penduduknya non Muslim. Sejak saat itu, keluar masuk hutan untuk berdakwah menjadi rutinitas baru yang dilakoni Badaruddin hingga sekarang.

“Dulu jalanan yang harus ditempuh hanya setapak, sekarang alhamdulillah sudah bisa dilalui menggunakan sepeda motor. Tapi tetap, setiap kali berangkat harus membawa pakaian cadangan, karena pasti kotor selama perjalanan,” ungkap Badar.

Diakuinya, berdakwah di pedalaman perlu perjuangan ekstra. Selain akses yang susah dan mayoritas warga adalah non Muslim, juga harus memikirkan bagaimana nasib mereka yang memutuskan untuk menjadi mualaf.

Tidak sedikit dari komunitas adat terpencil kemudian memilih masuk Islam. Permasalahan yang muncul, mereka harus memisahkan diri dari komunitas sebelumnya, kalau tidak mau kembali terpengaruh ke keyakinan lama.

Dari sana, Badar melalui salah satu organisasi yang digawanginya sejak awal pulang kampung, Anshorul Muallafin, berupaya mencari jalan keluar. Mereka mengumpulkan dana dari swadaya masyarakat buat membeli beberapa petak tanah di Desa Halong, tidak jauh dari kediaman Badar. “Setelah ada lahan, kita ajukan permohonan bantuan ke CSR, alhamdulillah disambut baik," tuturnya.

Selain memberi tempat tinggal untuk mereka yang baru memeluk agama Islam, pembentukan pemukiman ini juga cukup beralasan: bisa lebih fokus membimbing ilmu agama para muallaf. "Di pemukiman ini kami membentuk majelis taklim, tapi pembahasan dalam majelisnya hanya seputar tata cara peribadatan dasar seperti salat dan wudu, serta belajar membaca Al-Quran," ujar Badar.

Di dalam kawasan pemukiman sederhana para muallaf ini, sekarang terdapat delapan buah rumah semi permanen. Luas tanahnya 30x60 meter persegi.

Diungkapkan Badar, total ada sekitar 169 orang mualaf yang tercatat, namun sementara ini pihaknya baru bisa menampung 40 jiwa di pemukiman muallaf ini.

Badar tak punya harapan yang muluk soal perkembangan agama Islam di Halong. Diberi keselamatan oleh Allah selama ia berdakwah di pedalaman, itu sudah lebih dari cukup. Soal ada yang mau memeluk agama Islam atau tidak, ia serahkan kepada masing-masing individu, tak pernah ada paksaan. “Duka yang dirasakan saat berdakwah tidak lagi terasa, saat ada dari mereka yang mendatangi rumah saya untuk meyakini agama Islam,” tandasnya.(ay/ema)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 12:45

Mencoba Cantik dalam Kabut Asap

Kabut asap tak hanya menimbulkan permasalahan lingkungan. Bagi kaum hawa,…

Sabtu, 14 September 2019 09:38

Angkat Perjuangan Guru Terpencil Mempelajari IT

Kantor Pusat Radar Banjarmasin, kemarin kedatangan tamu salah seorang finalis…

Kamis, 12 September 2019 11:44

Posko Bantuan Alalak Selatan: Bantuan Datang dari Segala Penjuru

Dua hari setelah kebakaran hebat di Alalak Selatan, bantuan datang…

Senin, 09 September 2019 12:24

Ayo Gowes sampai Ban Bocor!

Kota Banjarmasin sedang jadi perhatian insan olahraga nasional. Sebagai tuan…

Sabtu, 07 September 2019 12:26

Ersya Purnama Sari, Peserta The Voice asal Banjarmasin

Satu lagi perempuan asli Banjarmasin yang membawa nama baik bagi…

Sabtu, 07 September 2019 12:16

Puluhan Tahun Hanya Diberi Janji, Begini Harapan Warga di Perbatasan HST-HSU

Janji tinggal janji. Itulah yang dirasakan Tatah Cagat Balimau, Desa…

Jumat, 06 September 2019 12:22

Penayangan Pedana Film Suami yang Menangis

"Kalau tidak mampu, lebih baik bersabar. Cukup dengan satu istri”.…

Kamis, 05 September 2019 13:19

Tergantung Leding, Tak Takut Lagi Surutnya Sungai Pas Kemarau

Tinggal di kota seribu sungai tak membuat Banjarmasin berlimpah air…

Rabu, 04 September 2019 11:34

Tarif Ojek Online Naik, Sayangnya Insentif Malah Turun

Tarif baru ojek online (ojol) dimulai serentak seluruh Indonesia sejak…

Selasa, 03 September 2019 11:49

Ibnu Sina Tantang Siswa Menulis tentang Banjarmasin

10 detik awal yang dilakukan 79 persen generasi milenial saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*