MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 08 Mei 2019 08:28
Tunjangan Tak Kunjung Cair, Dokter di Kotabaru Mogok Kerja
Ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan mogok melayani pasien selain darurat. Mereka nekat melakukan ini sampai tunjangan bulanan mereka dibayar oleh pemerintah daerah.

Ketua IDI Cabang Kotabaru Muhammad Amin mengatakan IDI Kotabaru telah mengeluarkan surat perintah terkait hal ini pada tanggal 4 Mei tadi.

Dalam surat itu, ada tiga tuntutan kepada pemerintah daerah. Pertama mereka meminta tunjangan dokter bulan Maret dan April dibayarkan. Ke dua, meminta pembayaran BPJS non kapitasi. Dan ke tiga, meminta kejelasan aturan pemotongan tunjangan dokter berdasarkan absensi.

Amin menegaskan, mereka sebenarnya tidak akan mengambil sikap jika Pemkab Kotabaru cepat menyelesaikan hal ini. "Masalahnya sebenarnya sudah berlangsung lama, ini adalah puncaknya," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (7/5) kemarin.

Mengapa sampai sedemikian sikap IDI? Amin menjelaskan, dampak tunjangan tidak dibayar sangat besar. Khususnya kepada para dokter yang bertugas di Puskesmas pelosok.

Besaran tunjangan kata Amin bisa bervariasi. Tergantung golongan. Antara Rp2 sampai Rp3,6 juta. Dana tunjangan itu, menurutnya menjadi andalan para dokter yang bekerja di Puskesmas untuk biaya hidup.

"Tapi pelayanan yang sifatnya gawat tetap kami laksanakan," aku Amin.

Sikap protes tersebut kata tidak melanggar kode etik. "Batasnya adalah kegawatdaruratan, akan melanggar etika jika dokter tidak melakukan pelayanan kegawatdaruratan," paparnya.

Amin menambahkan, masalah ini bukan hanya terjadi untuk para dokter. Tapi juga tenaga kesehatan Puskesmas lainnya. "Sayangnya, cuma dokter yang berani bersuara," tandasnya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Akhmad Rivai yang belum lama tadi dilantik menekankan, tunjangan secepatnya kepada para tenaga kesehatan ini akan dibayar secepatnya. "Dalam bulan ini juga akan kita bayarkan," ujarnya.

Mengapa ada keterlambatan? Rivai mengatakan, salah satu sebabnya adalah perubahan status petugas Puskemas. Misalnya statusnya Pegawai Tidak Tetap menjadi CPNS. Juga perubahan tempat tugas.

"Tapi kami sudah proses sampai bulan Mei. Untuk bulan Juni dan seterusnya itu sudah bisa cair tiap bulan," janjinya.

Terkait masalah pemotongan tunjangan, Rivai membantahnya. "Itu tidak benar. Kami tidak ada untuk pemotongan."

Untuk masalah BPJS, Rivai mengatakan, BPJS membayar ke kas daerah untuk penggunaannya. "Kami hanya melaksanakan sesuai DPA/RKA yang sudah ditetapkan."

Pun begitu Rivai menekankan, Puskesmas sejauh ini pelayanannya lancar saja. Dia mengklaim, surat IDI Kotabaru tidak berpengaruh di lapangan. "Puskesmas lancar aja. Soalnya kita sampaikan pencerahan UU 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan."

Dalam UU itu jelasnya, ada bunyi bahwa petugas kesehatan bertanggung jawab untuk mendahulukan kepentingan masyarakat. Dari pada kepentingan pribadi atau kelompok.

Surat IDI sendiri viral di sosial media. Banyak warga memberikan komentar. Ada yang kontra ada yang pro. Namun secara umum menimpakan kesalahan kepada pemerintah.

"Ini bukan tentang ikhlas dan tidak, tapi upaya memperjuangkan hak agar tidak terus dizalimi. Semoga sampai di sini paham," tulis Martina Rahmi petugas RSUD Kotabaru. (zal/ay/ema)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 15:11
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Bagikan Seragam Tahfiz Nurul Iman

TANAH LAUT - PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap melakukan penyerahan…

Senin, 16 September 2019 12:18

Sekcam pun Ingin Maju Pilwali Banjarbaru, 8 Orang Sudah Ambil Formulir ke PDIP

BANJARBARU - DPC PDI Perjuangan Banjarbaru kemarin telah menutup proses…

Senin, 16 September 2019 10:49

Lawan Karhutla: Suntik Tanah Gambut, Sebarkan Fatwa MUI

BANJARBARU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen melawan kebakaran…

Senin, 16 September 2019 10:45

Pemprov Kalsel Kembali Dianugerahi WTN Wiratama

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menerima Anugerah Wahana…

Senin, 16 September 2019 10:34

Di Kalsel, 3 Kapolres Berganti

BANJARMASIN - Gerbong mutasi di Polda Kalsel dan jajaran Polres…

Senin, 16 September 2019 10:01

Wakapolres Batola Ikut Mutasi

MARABAHAN - Mutasi merupakan kejadian biasa dan berguna untuk penyegaran. Pernyataan tersebut…

Senin, 16 September 2019 09:50

Dishut Kalsel Gelar Salat Istisqa

BANJARBARU - Kalsel saat ini sedang memerlukan hujan, untuk mengurangi…

Senin, 16 September 2019 09:45

Sudah Beberapa Hari, Belum Ada Keputusan Resmi, Heli Masih Diperiksa KNKT

BANJARBARU - Dua hari sudah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)…

Senin, 16 September 2019 09:38
Pemko Banjarbaru

Tiga Tahun Berturut-Turut Raih Penghargaan WTN

BANJARBARU - Kota Banjarbaru tahun ini kembali meraih Penghargaan Wahana…

Senin, 16 September 2019 09:35
PARLEMENTARIA

Dewan Minta Banjarbaru Punya Papan ISPU

BANJARBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*