MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 08 Mei 2019 08:33
Perda Baru: Tak Boleh Lagi Ada Gudang di Tengah Kota
Maraknya alih fungsi rumah toko (ruko) menjadi gudang, menjadi perhatian pemko Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Maraknya alih fungsi rumah toko (ruko) menjadi gudang, menjadi perhatian pemko. Ke depan, persoalan ini bakal ditata dan diawasi ketat. Menyusul, disahkannya Perda tentang Penyelenggaraan Pergudangan oleh DPRD Banjarmasin dalam rapat paripurna, kemarin (7/5).

Setelah hampir dua tahun dibahas tim panitia khusus. Akhirnya, Perda ini ditetapkan. Berlikunya pembahasan membuat pengesahan berjalan lamban. Lahirnya perda ini selain menata kota. Juga berdampak mengurainya kemacetan di kota.

Tak dapat dipungkiri, alih fungsi ruko menjadi gudang, marak dilakaukan para pengusaha. Karena tak ada aturan yang mengikat, pemko pun tak bisa berbuat banyak. Nah, dengan lahirnya perda ini para pengusaha tak lagi seenaknya memfungsikan ruko mereka.

Sejatinya, pemko sendiri sudah tegas ketika mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk ruko. Persoalannya ketika ruko sudah berdiri. Pemko tak tahu ketika ruko tersebut dialihfungsikan menjadi gudang.

“Perda ini ditunggu-tunggu. Karena ketika pergudangan berada di dalam kota, kemacetan tak bisa dihindari,” ujar Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina usai rapat paripurna kemarin.

Lahirnya perda ini, praktis mengubah RTRW untuk memfasilitasi gudang-gudang tersebut. Ibnu menegaskan, dinas terkait, salah satunya Dinas Perhubungan akan lebih tegas menata. “Memindah gudang sebenarnya tak mudah. Tapi perlahan-lahan bisa dilakukan, salah satunya dengan melakukan razia angkutan barang,” cetus Ibnu.

Langkah jangka pendek yang harus dilakukan segera sebutnya adalah, melakukan sosialiasi kepada angkutan barang, yakni membatasi dan mengatur jam operasional truk masuk dan keluar kota. “Jam-jam kerja tak boleh lagi truk angkutan barang masuk maupun keluar kota untuk menghindari kemacetan,” tambahnya.

Ketua Pansus Perda ini, Abdul Muis mengatakan, adanya gudang-gudang di tengah kota sebutnya, selain kerap membuat kemacetan, juga rawan munculnya kecelakaan. Bahkan, parahnya jalan kota pun cepat rusak. “Kami bersyukur bisa menyelesaikan Perda ini. Semoga bermanfaat bagi warga Banjarmasin,” tuturnya.

Selain megesahkan Perda ini, kemarin juga disahkan dua Raperda menjadi Perda, yakni Perda tentang Perencanaan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh dan Perda Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (mof/at/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*