MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 09 Mei 2019 15:34
Ustaz Fauzan, Menjadi Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HST
Bawa Pompa di Jok Motor, Sempat terminum Air Racun
NYAMAN DENGAN JALANNYA: Pendakwah muda di Kabupaten HST, H Muhammad Fauzan, mengisi waktu luang dengan berdagang pakaian, di Pasar Murakata Barabai. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Jalan dakwah tidak selalu mulus. Melewati bukit dan hutan belantara pun dilakoni. Bahkan diadang ular dan segala macam racun di hutan. Itulah yang dialami salah seorang pendakwah dari Hulu Sungai Tengah, Ustaz H Muhammad Fauzan.

Oleh: WAHYU RAMADHAN, Barabai

Dunia dakwah, bukanlah hal yang baru bagi Muhammad Fauzan. Sejak masih menjadi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin Barabai, dia sudah mengisi pengajian di kawasan Desa Riwa, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan.

“Tahun 2007pertamakali saya mengisi pengajian sampai sekarang, menggantikan rekan saya yang berasal dari Bangka Belitung pulang ke kampung halamannya,” tutur lelaki yang akrab disapa Fauzan, ini.

Ditemui kemarin (8/5) siang, di Pasar Murakata Barabai, Fauzan tampak asyik melayani pembeli. Mengenakan setelan gamis warna abu-abu serta kopiah putih, membuatnya sedikit berbeda dari pedagang lainnya. Di sini lah, lelaki kelahiran 11 Januari 1990, ini mengisi waktu luang di sela-sela jadwal rutinnya mengisi pengajian.

“Kalau tidak ada jadwal mengisi pengajian, saya menemai istri di sini berdagang pakaian,” ucapnya.

Ya. Selain di Bulan Ramadan, jadwal Fauzan cukup padat. Dalam sepekan, suami Barliani Fitriah, ini bisa menghabiskan empat sampai lima hari hanya untuk mengisi pengajian tetap. Di wilayah Kabupaten HST hingga ke Kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Balangan. Sementara di Bulan Ramadan, dia hanya punya jadwal pengajian tetap selama dua hari. Yakni hari Selasa dan Jumat. Keduanya, di waktu subuh.

“Hari-hari biasa selain Bulan Ramadan, paling lambat jam 10 malam sampai ke rumah. Belum termasuk apabila cuaca tiba-tiba hujan. Alhamdulillah, istri dan anak-anak bisa mengerti dan mendukung,” ungkapnya.

Semasa menjadi pendakwah, rintangan yang dilalui Fauzan cukup beragam. Di antaranya, ketika mengisi pengajian di beberapa kawasan yang cukup jauh. Seperti di daerah Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan.

Menempuh jarak kurang lebih 45 kilometer, atau memakan waktu paling sedikit satu setengah jam, Fauzan, harus selalu membawa pompa ban di dalam jok sepedamotornya. Selain akses jalannya yang terbilang sulit, permukiman penduduk pun cukup jarang.

“Pernah kebocoran ban dan harus mendorong sangat jauh agar dapat bertemu dengan tambal ban. Jadi untuk antisipasi, selalu membawa pompa ban. Setidaknya kalau bocor ya dipompa dulu,” urainya, kemudian terkekeh.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan ketika berangkat ke tempat yang cukup jauh, Fauzan, mengaku kerap mengajak seorang teman. Meski begitu, bukan berarti rintangan tak pernah ditemuinya lagi.

Sebagai contoh, ketika mengisi pengajian di Desa Mahila, Kecamatan Birayang. Sedang asyik mengendarai sepeda motor, tepat pada malam hari, tiba-tiba dia diadang ular sebanyak tiga kali. Ukuran ular yang mengadangnya pun berbeda-beda. Mulai dari yang berukuran kecil hingga berukuran besar. Mulai dari ular berbisa hingga tidak memiliki bisa.

“Bayangkan saja, diadang ular yang kepalanya sudah mekar. Siapa yang tidak kaget,” kenangnya.

Bocor ban atau diadang ular, belum seberapa bila dibandingkan dengan cobaan yang satu ini. Yakni, keracunan. Suatu ketika, Fauzan, pernah diundang untuk mengisi pengajian di sebuah desa yang sudah cukup terkenal dengan tingkah laku masyarakatnya, serta kabar mistis di desa yang bakal didatanginya.

Sebelum mengisi pengajian, Fauzan, mengaku sempat diwanti-wanti oleh salah seorang guru di Ponpesnya, agar dia berhati-hati. Di antaranya yakni, agar tidak meminum air atau mengonsumsi makanan di kawasan itu.

“Saya benar-benar tidak sengaja waktu itu. Usai mengisi pengajian, saya langsung minum karena haus. Tapi tiba-tiba tenggorokan saya terasa panas dan sedikit tercekat. Kata orang, saya kena racun,” ungkapnya.

Terlepas dari ragam cobaan yang kerap diterimanya, Fauzan, mengaku bersyukur, bisa melewatinya dengan lapang dada. Alih-alih membuatnya jera, dia justru semakin tambah bersemangat untuk terus menyampaikan serta menerapkan ilmu agama melalui pengajian yang diisinya. Terlebih, bila sudah bertemu warga desa yang dikunjungi ketika melakukan pengajian.

“Semuanya ramah-ramah. Hal itu yang membuat saya kuat dan semakin termotivasi,” ujar lelaki yang kerap mengisi pengajian dengan materi Fiqih dan Tasawuf ini.

Sebagai pendakwah, lumrah adanya bila tawaran untuk terjun pada bidang politik kerap datang. Fauzan pun demikian. Dia mengaku kerap mendapat tawaran. Namun, tak ada satu pun tawaran yang dia terima. Alasannya sederhana, dia, sudah merasa nyaman dengan jalan dakwah yang dipilihnya.

“Doakan saya semoga istikamah di jalan ini,” tutupnya. (war/ay/ema)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 10:47

74 Tahun Indonesia Merdeka, Desa Sakadoyan Belum Menikmati Listrik

74 tahun Indonesia merdeka, namun Desa Sakadoyan di Kotabaru masih…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:44

Publik Helsinki dan Tallin Antusias Simak Kisah Bekantan

Sekali lagi Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) berkesempatan mengenalkan Bekantan ke…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:13

Perlu Gila dalam Dosis yang Cukup

Ruang Kreatif menggelar road show. Kemarin (20/8) sore di Gedung…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:01

Semua Gembira dapat Buku Kalsel Cerdas

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor kembali turun ke desa-desa…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:26

Bendera Negara Lain di HUT RI, Begitu Didatangi Ternyata Cuma Kakek Pasang Umbul-Umbul

Gara-gara pasang bendera yang ada warna biru-nya, sebuah rumah di…

Senin, 19 Agustus 2019 12:27

Berbincang dengan PSK di Bawah Umur di Banjarmasin

Prostitusi anak adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan di Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:25

Melihat Kemeriahan Pegunungan Meratus di Hari Kemerdekaan

Jauh dari kota, nun di pegunungan Meratus, warga Dayak memperingati…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:30

Peneliti Banjarbaru Uji Kandungan Akar Bajakah yang Viral Sebagai Anti Kanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*