MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 11 Mei 2019 15:06
Mengenal Sosok Ketua MUI HSU KH Said Masrawan Lc

Terkesan Tarawih di Masjid Amru Bin Ash Mesir

LIBURAN : Said Masrawan (duduk dua dari kiri) saat momen libur atau Ramadhan dinikmati mahasiswa Indonesia untuk berlibur di Kompeks Pyramid Mesir. | Foto Retro : Koleksi Said untuk Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Tidak semua pelajar mampu lolos dalam beasiswa Universitas Al-Azhar Mesir. Seleksi yang ketat, tak membuat Said Masrawan muda tak ciut untuk mencoba. Sampai akhir tembus di kampus tertua di Dunia itu, dan merasakan Ramadhan di benua Afrika.

Oleh: Muhammad Akbar, Amuntai

Sosok KH Said Masrawan Lc MA merupakan figur yang sangat sederhana. Ia adalah Ketua Majelis Ulama Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dikenal ramah dan terbuka dengan semua kalangan. Termasuk menerima kunjungan wartawan ini di kantornya.

Padahal alumni Ponpes Rakha Amuntai 30 tahun yang lalu ini, mempunyai jadwal padat, baik sebagai narasumber, dosen dan mengisi undangan ke masjid selama bulan Ramadan. "Saya masih ada kegiatan mengisi ceramah. Kalau mau bisa ketemu jam 14.30 wita. Kita ketemu di kantor (Kantor Kementerian Agama HSU, red)," ujarnya menjawab permohonan wawancara koran ini, Senin (6/5) tadi.

Sebelumnya, penulis juga pernah mewawancara KH Said Masrawan, beberapa waktu sebelumnya terkait kasus ajaran sesat yang tengah ditangani MUI. Namun kali ini, Radar Banjarmasin akan mengangkat kisah Muallim Said -demikian ia biasa disapa- saat belajar di Mesir.

"Banyak kisahnya, tapi ada beberapa yang spesial selama Ramadan,” ujar tokoh kelahiran Sungai Tabukan, 46 tahun silam.

Diantaranya soal salat tarawih. Menurutnya masjid-masjid di sana sangat bervariasi. Ada yang satu malam satu juz, ada juga yang satu rakaat imam hanya membaca lima atau bahkan tiga ayat, langsung rukuk. Soal rakaat, juga seperti di Indonesia, ada yang 8 dan 20.

"Jadi kalau Ramadan, saya dan teman-teman Kalimantan berkeliling dari masjid ke masjid. Naik bus untuk safari Ramadan," ujar Muallim Said yang mengambil jurusan Syariah di Al-Azhar sejak tahun 1991 sampai dengan 1995 silam.

Dari sekian banyak masjid, paling berkesan adalah tarawih di Masjid Amru Bin Ash di kota Fustat, Mesir. Seperti diketahui, Amru bin Ash adalah sahabat Nabi Saw yang membebaskan Mesir dari cengkraman Romawi dan ia kemudian diangkat menjadi wali Mesir oleh Khalifah Umar bin Khattab dan membangun masjid ini, 10 tahun setelah Rasulullah wafat. Inilah masjid pertama di Benua Afrika

“Masjid ini paling banyak jemaahnya, sampai tumpah ruah ke jalan raya,” kenangnya.

Selain daya tarik sejarah masjid tersebut, sang imam masjid juga sangat terkenal pada masa itu. Dia adalah Syekh Muhammad Jibril.

"Salat 20 rakaat dengan bacaan surah satu juz selama 1,5 jam. Khusyuk. Bacaan beliau merdu dan sering membuat terharu, jemaah pun sampai menangis,” ujarnya.

Soal kuliner, di Mesir juga ada semacam pasar Ramadan, letaknya di tepian sungai Nil. Makanan favorit Muallim Said saat itu adalah kue kering Fulldemis, kue khas Mesir bercitarasa manis. Juga roti Hawash, roti yang dipanggang dengan isi daging cincang, bisa daging domba atau sapi. “Rasanya sangat menggugah selera saat berbuka,” kenang Muallim Said.

Orang Mesir juga senang dengan tradisi Maidaturahman, mengajak orang berbuka puasa, siapa saja yang lewat akan diajak. Jamuan gratis yang biasanya dihidangkan di depan toko.

"Mereka mengajak berbuka sampai kami bingung, saking banyaknya orang Mesir yang menawarkan untuk berbuka bersama. Ini salah satu kesenangan mahasiswa saat Ramadan tiba," ujar Muallim Said yang waktu itu menjadi salah satu dari 33 pelajar Indonesia yang bisa masuk Al Azhar. Dari Kalimantan sendiri hanya dua orang termasuk dirinya.

Selama di Mesir, Muallim Said tinggal di asrama non Mesir. Isianya 1500 mahasiswa dari 81 negara. Pelajar Indonesia termasuk yang terbanyak menempati asrama tersebut, jumlahnya mencapai 300 orang.

Menariknya, perjalanan Muallim Said menuntut ilmu ternyata mirip dengan ulama kondang dari Riau, Ustaz Abdul Somad. Karena beliau juga sempat menuntut ilmu di Maroko, untuk meraih magister hadis. Bagaimana pengalamannya di negeri Maghribi, ikuti tulisan selanjutnya. (mar/ema)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:48

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Kalau super car Lamborghini melesat di jalan tol, mungkin sudah…

Jumat, 17 Januari 2020 11:41

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pemerintah mulai kewalahan dengan ulah para peretas. Mereka menyerang situs-situs…

Kamis, 16 Januari 2020 10:05

Upaya Pengendalian Banjir di Cempaka: Warga Masih Tak Rela Penataan Menghapus Kenangan

Hujan memang kerap dijadikan alasan. Namun terlepas dari faktor alam.…

Kamis, 16 Januari 2020 09:57

SDN 4 Haruyan Dayak, Sekolah dengan Medan Terjal di Hunjur Meratus

Harapan masyarakat Desa Haruyan Dayak, akhirnya terwujud. Fasilitas pendidikan bertambah.…

Rabu, 15 Januari 2020 11:50

Hanya Coba-coba, Eh Berhasil, Ternyata Lahan Eks Tambang Bisa Dimanfaatkan

Bagi sebagian orang lahan eks tambang sulit untuk dimanfaatkan. Tapi,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:58

TYPO BIKIN HEBOH..! Kepala Desa Salah Ketik Volume Air, Ratusan Pelajar Dievakuasi

Agar informasi bisa langsung tersampaikan, kecepatan mungkin adalah kunci. Namun,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:38

Bangga Disebut Anak Banua, Dari TNI AU Terbang ke Dunia Entertainment

Setelah sukses dengan single pertamanya 'Ingin Bersamamu' pada tahun 2017…

Sabtu, 11 Januari 2020 08:49

Terasing di Musim Hujan, Mau Pulang Tipis Kemungkinan

Sepuluh tahun menghuni wilayah transmigrasi di Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong,…

Rabu, 08 Januari 2020 14:33

Berkemah di Pinggir Sungai Batang Alai: Air Bah Tiba-Tiba Datang di Pagi yang Dingin

Gemar berwisata di kawasan pegunungan? Berhati-hatilah. Di musim penghujan, jangan…

Rabu, 08 Januari 2020 11:43

Karir Politiknya Jadi Objek Penelitian Skripsi, Rudy Resnawan Langsung Datang Sebagai Penguji

Mahasiswi FKIP Prodi Studi Pendidikan IPS Universitas Lambung Mangkurat, Sri…

Lantik Puluhan Kades, Bupati Wahid: Kades Sangat Strategis

Tak Punya Sirkuit, Pembalap Batola Gelar Latihan Bersama di Halaman Gedung Serbaguna

Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Sahbirin Noor Puji Kinerja Polda Kalsel

Mati Lampu, Warga Berhak Kompensasi, Praktisi Hukum: Semoga Masyarakat Gugat PT PLN Kalsel-Teng, Akan Kami Bantu

Surat Penyidikan Sudah Terbit, Ketua KPU Banjarmasin Dipanggil Polisi

Pilkada 2020 Sebentar Lagi, KPU Ingatkan Cuti Petahana

Rp50 Miliar Sudah Dianggarkan untuk Pelebaran Jalan Handil Bakti, Tapi Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Sempat Nyatakan Tak Ingin Maju Pilkada Lagi, Guru Khalil Berubah Pikiran

Ketika Inul Daratista Diberi Pilihan: Cari Uang atau Punya Anak..?

Parkir Motor RS Idaman Belum Ramah Pengguna: Tanpa Selasar, Pengunjung Basah Kehujanan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers