MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 12 Mei 2019 13:30
Sekolah di Maroko, Terkesan dengan Tradisi Setempat

Mengenal Sosok Ketua MUI HSU KH Said Masrawan Lc (Jilid 2)

KENANGAN : KH Said Masrawan Lc MA (kiri ujung) dan rekannya sesama mahasiswa serta Atase Pendidikan KBRI Maroko dan Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Kemenag RI Dr Arif Furqon saat mengunjungi Apartemen Mahasiswa RI di Maroko.

PROKAL.CO, KH H Said Masrawan Lc MA hanya mengabdi 4 tahun di Ponpes Rakha sebagai guru. Dia  terpilih melanjutkan S2 setelah lulus beasiswa luar negeri dari Kementerian Agama Republik Indonesia di tahun 2001. Tujuannya Maroko.

===================== 

Kerinduan untuk menempuh pendidikan ke luar negeri kembali dirasakan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Rakha Amuntai ini. Setelah menyelesaikan studi di Kota Kairo Mesir dengan masa hanya empat tahun, Said kembali terpilih ikut dalam beasiswa calon dosen (cados).

Magister aqidah ini, terpilih dari 10 titik lokasi ujian secara nasional yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Di tahun itu, Said terpilih bersama dengan 49 orang lainnya melanjutkan studi ke negara Arab dan Afrika.

"Alhamdulillah setelah terpilih kami diberikan pembekalan saat itu di IAIN atau UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta. Disini cados yang lulus tidak bisa memilih ataupun mundur. Harus menerima tujuan universitas yang ditentukan pemerintah saat itu," kenangannya.

Saat itu Said dan ketujuh rekannya terpilih ke Negara Maroko, enam ke negara Tunisia, enam ke Aljazair dan puluhan lainnya ke Kairo Mesir. Dan sisanya lagi menuju universitas yang ada di Yordania, Suriah   dan Sudan.

Saat itu, ASN Kementerian Agama Hulu Sungai Utara ini masuk ke Universitas Al-Qarawiyyin  yang disebut-sebut universitas pertama di dunia  yang ada sejak  tahun 859. Kampus ini menjadi perpaduan ilmu pengetahuan Arab dan Eropa. Universitas Al-Qarawiyyin  menjadi salah satu pusat spiritual dan pendidikan terkemuka dari dunia Muslim."Saya masuk ke Fakultas Ushuluddin dengan jurusan Aqidah Filsafat. Alhamdulilah selesai S2 dalam kurun waktu 1 tahun 10 bulan," ungkapnya. 

Sebagai mahasiswa, dirinya juga merasakan suasana Ramadan di negeri orang. Dia menceritakan, di Maroko   sebelum masuk hari puasa, masyarakat saling mengucapkan selamat berpuasa. “Yang unik berpelukan, pria dengan pria, wanita dengan wanita, memberikan pelukan menyambut Ramadan," kenangnya.

Salat Tarawih di Maroko hanya satu variasi tak sebanyak di Mesir di mana semua aliran dan mazhab berkumpul. Sebab terangnya, Maroko memegang Mazhab Maliki. Pelantunan Alquran menggunakan Qiraat Warsh bukan Qiraat Hafs yang seperti dilafalkan di banyak negara termasuk Indonesia.

"Pelantunan sedikit berbeda namun huruf dan makna sama. Ini hebatnya kitab suci Al-quran selalu terjaga kemurnianya oleh Allah SWT. Bahkan di Musabaqah Tilawatil Quran juga ada kelas Qiraat termasuk Qiraat Warsy atau Warsh seperti di Maroko," ungkapnya.

Sementara untuk makanan buka puasa khas Negeri Maghribi (Arab yang berada di ujung Barat, red) adalah  makanan bernama Harirah. Ini sejenis bubur atau kolak  dari kacang Arab, ditambah protein dari cincangan daging domba.

"Alhamdulillah tetangga apartemen yang disewakan oleh pemerintah, sering memberikan makanan tersebut, bahkan warga Maroko senang berbagi makanan khas kepada mahasiswa seperti kami saat itu. Sebab mereka menilai Ramadan bulan saling berbagi," paparnya.

Ulama yang lebih suka menunggang sepeda motor bebek ini, juga menceritakan Lokasi kuliahnya sangat dekat dengan Andalusia, Spanyol, dimana peradaban Islam sempat berjaya. Sampai saat ini, wajah di dua negeri yang berdekatan ini perpaduan Arab dan Eropa karena  persentuhan dua kebudayaan antara Arab dan Eropa yang hanya terpisah selat Gibraltar.

"Saya bercerita bukan maksud untuk bangga. Namun ini bisa menjadi edukasi dan mengenal budaya Islam khususnya di Mesir dan Maroko. Dan Mudahan bisa menginspirasi santri Banua untuk keluar mencari ilmu agama dan dunia," tutup KH Said yang kembali mendapatkan tamu untuk Syuting kegiatan Ramadan di HSU. (habis) (mar/ema)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:30

Peneliti Banjarbaru Uji Kandungan Akar Bajakah yang Viral Sebagai Anti Kanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:12

Dalam Hal Ini, Wakil Menteri Ingin Provinsi Lain Tiru Kalsel

Tak hanya menghadiri Hari Jadi ke 69 Kalsel, Wakil Menteri…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:49

Jangan Sembarangan Promosi, Pahami Karakter Wisatawan

Kementerian Pariwisata menggelar workshop, kemarin (14/8). Membahas strategi pemasaran wisata…

Rabu, 14 Agustus 2019 11:41

Malam Hari Raya, Mereka Harus Padamkan Api Hingga Subuh

Menjadi bagian dari satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Selasa, 13 Agustus 2019 11:55

Merayakan Iduladha di Pulau Bromo, Daging Kurban Jadi Makanan Langka

Suasana Iduladha masih terasa. Setidaknya bagi warga Pulau Bromo, Kelurahan…

Sabtu, 10 Agustus 2019 11:45

Mendengar Cerita Pemuda-pemuda Yang Terpilih di DPRD Tapin

Sekarang ini para pemuda berlomba-lomba untuk bisa duduk di kursi…

Jumat, 09 Agustus 2019 11:24

Daliyati, Harapan Baru Juhu, Desa terpencil di Hulu Sungai Tengah

Gelar Ahli Madya Keperawatan akhirnya diraih Daliyati dengan predikat sangat…

Kamis, 08 Agustus 2019 11:26

Jembatan Barito Mulai Menua: Lantai Retak, Satker Giatkan Perbaikan

Tak terasa Jembatan Barito sudah lebih dari 22 tahun. Jembatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*