MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 16 Mei 2019 09:24
Tuduhan Politik Uang: Syaifullah Enggan Laporkan Balik Nasrullah

Aditya: Kita Serahkan ke DPP Pusat

Nasrullah, Calon Legislatif PPP Kalsel

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ketua DPW PPP Kalsel Aditya Mufti Ariffin tampaknya tak terlalu menanggapi konflik internal di tubuh PPP Kalsel.

Hal ini karena baik Syaifullah Tamliha maupun Nasrullah adalah kader PPP yang memiliki jabatan struktural di DPP. Nasrullah AR adalah Wakil Bendahara Umum begitu pula Syaifullah Tamliha yang menjabat pengurus di DPP PPP.

"Persoalan keduanya akan kita serahkan ke pusat," kata Ketua DPW Aditya Mufti Ariffin, kemarin (15/5) siang. Dia juga menghindari menjelaskan kenapa keduanya bisa bermusuhan. Ovie--demikian disapa-- mengaku mengetahui hal ini dari pemberitaan di media massa.

Nasrullah dan Syaifullah Tamliha sama-sama kader PPP Kalsel. Keduanya bertarung dalam pemilihan Anggota DPR RI dari Dapil Kalsel 1 yang meliputi wilayah Hulu Sungai, Kabupaten Banjar dan Batola. Syaifullah yang masih aktif sebagai Anggota Komisi I DPR RI terpilih kembali dan Nasrullah gagal.

Belakangan, Nasrullah melaporkan koleganya itu melakukan politik uang. Dia melaporkan hal itu ke Bawaslu."Keduanya enggak ada ngomong, saya malah tahu Nasrullah lapor ke Bawaslu dari media," ucapnya

Namun Ovie berharap, meski masalah tersebut sudah sampai ke Bawaslu, tidak sampai memecah belah internal partai. Karena keduanya merupakan kader-kader terbaik PPP. Dia berharap campur tangan pusat dapat mendamaikan keduanya. "Mudahan DPP yang bisa melakukan rekonsiliasi keduanya," harapnya.

Sementara Nasrullah yang ditemui usai Multaqo Ulama Kalsel di Hotel Rattan Inn Banjarmasin nampaknya sudah mendengar kabar laporannya dihentikan. Dia sendiri mengaku masih bisa menempuh jalur lain meski memang diminta untuk menahan diri.

"Sekjen PPP menghubungi dan menasehati di tengah kondisi partai seperti ini, diminta agar menahan diri. Walaupun jika mengikuti hati maunya lanjut," ujarnya yang mengatakan akan pikir-pikir dulu.

Sementara itu, kepada Radar Banjarmasin, Syaifullah Tamliha juga mengatakan sudah memaafkan Nasrullah dan belum punya niat untuk mengadukan balik.

"Saya tidak mau membuang energi untuk urusan yang tidak produktif. Saya sibuk mencari kekurangan diri saya sehingga tidak sempat menghitung kekurangan orang lain," ucapnya.

Pria kelahiran Lampihong ini mengatakan dirinya sebenarnya tidak pernah berkonflik dengan Nasrullah. "Yang terjadi adalah dia melaporkan saya ke Bawaslu dan menuduh saya melakukan tindak pidana pemilu politik uang," jelasnya.

Syaifullah mengatakan dia sempat kaget ketika mengetahui kabar dari Bawaslu bahwa pelapor adalah Nasrullah AR.

"Dia kader saya di PMII dan saya lah yang merekrut dia menjadi anggota DPRD Kalsel 2009, walaupun dia bukan pengurus DPC maupun DPW. Saya benar-benar tidak menduga dia tega melaporkan saya," ucap Syaifullah.

Syaifullah sendiri boleh bernapas lega karena belakangan Bawaslu Kalsel akhirnya menghentikan laporan Nasrullah karena minimnya bukti-bukti.

"Kesimpulannya, tidak terpenuhi unsur-unsur Pasal 52 Ayat 2 tentang dugaan politik uang atau materi lainnya yang dilakukan terlapor," ucap Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie.

Saksi yang dimintai keterangan memang menyampaikan adanya politik uang, namun keterangan itu tidak dapat membuktikan subjek yang disangkakan. "Terbukti hanya pada saksi-saksi saja, tapi tidak bsa menjabarkan, uangnya dari mana, kemana saja diserahkan," ujarnya.

Aduan Adhariani Dilanjutkan Bawaslu

Sementara itu, berbeda dengan aduan Nasrullah, kasus dugaan politik uang yang diadukan caleg DPD Adhariani masih terus diproses Bawaslu Kalsel. Rabu (15/5) pagi kemarin, Adhariani dan satu orang saksi kembali memenuhi panggilan Bawaslu Kalsel.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie mengatakan Adhariani dan saksi diminta untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh caleg yang dilaporkannya pada Pemilu 2019. Untuk pemanggilan caleg yang dituduh sendiri masih belum dijadwalkan. "Nanti akan direncanakan," ujarnya.

Sebelumnya menurut Azhar, pihaknya sudah memintai keterangan sekitar empat orang saksi. Ada yang datang ke Bawaslu dan ada pula yang didatangi langsung ke rumah. "Sejauh ini masih dalam proses," ucapnya.

Adhariani pada Pemilu 2019 tadi mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI ini melaporkan caleg DPRD Kota Banjarmasin di daerah pemilihan Banjarmasin Utara dan caleg DPRD Provinsi Kalsel serta caleg DPD RI yang diduga telah melakukan praktek politik uang. Dia menyertakan contoh surat suara disertai uang tunai yang diduga dibagikan kepada masyarakat di Kelurahan Sungai Andai.

Adhariani tidak main-main, bukan hanya menyertakan bukti surat suara dan KTP saja, tapi juga menyertakan daftar berisi 180 nama warga yang diduga penerima uang serta saksi kunci atas laporannya

Dia berharap, baik Bawaslu maupun Sentra Gakkumdu segera menindaklanjuti laporan tersebut. "Dengan begitu bisa menjadi bentuk pelajaran politik sehingga praktek demokrasi di Indonesia kedepan akan lebih baik lagi, karena ini banyak yang dirugikan," tukasnya. (gmpa/ay/ema)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10

Tanah Permukiman Retak karena Tambang

MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan,…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:07

Habis Upacara, Langsung Pimpin Parade Merah Putih

BANJARMASIN – Markas Korem 101/Antasari Sabtu (17/8) siang kemarin terlihat…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:01

Dishub Banjarbaru Rayakan HUT RI Bersama Supir

BANJARBARU - Momen perayaan HUT Proklamasi RI ke 74 selalu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:59

Jangan Masuk Lagi Ya..!! 201 Napi Hirup Udara Segar

BANJARBARU - HUT Proklamasi RI ke 74 yang jatuh pada…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:57

Rayakan HUT RI, Rayakan dengan Heboh

BANJARMASIN – Momen Kemerdekaan RI selalu disambut dengan spesial oleh…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:56

Warga Tionghoa Rajin Gelar Lomba Tujuhbelasan

BANJARMASIN – Bagi Persatuan Marga Tionghoa (PSMTI) Banjarmasin, momen peringatan…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:54

Warga Tionghoa ikut Rayakan Kemerdekaan RI

BANJARMASIN – Hari Jadi RI ke-74 juga disambut gembira oleh…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:24

Dibanding Tetangga, Kebakaran Hutan di Kalsel Ternyata Lebih Terkendali

Dibanding provinsi di Kalimantan lainnya, Kalsel bisa diuntungkan dengan kondisi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:17

Bus Rapid Transit (BRT) Tak Gratis Lagi, Ini Tarif Baru Bis Biru....

Usai disimulasikan selama enam bulan, mulai 14 Agustus tadi, Bus…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:13

Belum Resmi Ditetapkan, Supian HK Sudah Klaim Bakal Jadi Ketua DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Pelantikan Anggota DPRD Kalsel diagendakan pada 9 September…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*