MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 17 Mei 2019 09:52
Minim, Banjarmasin Masih Kekurangan Guru Pendamping Difabel
HARUS SABAR: Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelambuan mendampingi anak didiknya menjawab soal ujian. Selain memerlukan keterampilan khusus, guru pendamping anak berkebutuhan khusus juga dituntut ekstra sabar. | Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Wajah Zubaidah murung. Dikala menceritakan anaknya susah mencari sekolah umum. Menderita down syndrome, sejak usia 5 bulan. Faturrahman anak satu-satunya disekolahkan di SD LB Pelambuan Banjarmasin.

“Sempat mau didaftarkan di sekolah umum. Tapi, tak diterima karena tak adanya guru pendamping untuk anak saya,” keluh Zubaidah di sela acara Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI di Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (16/5) kemarin.

Ingin seperti anak lainnya, dia beharap kelak ketika lulus SD ada sekolah jenjang SMP yang mau menerima anaknya. “Saya berharap, pemerintah memperhatikan ini. Kami juga punya hak yang sama,” ucapnya.

Saat mendaftarkan anaknya ke sekolah berlabel inklusi, malah penolakan juga sempat dirasakannya. Dengan alasan, jumlah tenaga guru yang menangani siswa berkebutuhan khusus terbatas. “Waktu itu dikatakan sudah penuh. Karena guru pendampingnya minim,” tukasnya.

Selain membahas pendidikan, forum itu juga membahas lapangan kerja hingga kesehatan anak penyandang disabilitas. Hadir langsung Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA RI, Nahar. Menurutnya, permasalahan ini memang dikeluhkan sejumlah orang tua. Tak hanya di Banjarmasin.

Demi menangani ini, pihaknya akan bekerja sama dengan BPS. Melakukan pendataan terlibih dulu terhadap anak berkebutuhan khusus. Jumlah penyandang disabilitas di negeri ini baru diketahui mencapai 1,5 juta anak. Masih berusia sekolah. “Itu pun masih ada yang belum dilaporkan,” terang Nahar.

Ketika data lengkap didapatkan, Nahar yakin kementerian akan lebih maksimal membantu anak berkebutuhan khusus. Salah satunya dalam hal pendidikan dan kesehatan mereka.

“Yang perlu diselesaikan adalah mengenai penyediaan data. Datanya harus didapat dulu. Dari sana kami bisa membantu anak berkubutuhan khusus lebih maksimal,” tambahnya.

Kepada orang tua, dia meminta untuk lebih bersabar dalam menangani anak berkebutuhan khusus ini. Dia menyebut, anak berkebutuhan khusus tak berbeda dengan anak-anak lain ketika diberikan pendampingan yang baik.

Untuk menyemangati para orang tua yang hadir, panitia menayangkan video anak-anak berkebutuhan khusus yang sukses. Salah satu contoh adalah anak dari aktris Dewi Yul yang kedua anaknya menderita down syndrome. “Ini menjadi bukti orang tua harus hadir dalam kehidupan mereka,” tuntasnya.(mof/az/ema)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10

Tanah Permukiman Retak karena Tambang

MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan,…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:07

Habis Upacara, Langsung Pimpin Parade Merah Putih

BANJARMASIN – Markas Korem 101/Antasari Sabtu (17/8) siang kemarin terlihat…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:01

Dishub Banjarbaru Rayakan HUT RI Bersama Supir

BANJARBARU - Momen perayaan HUT Proklamasi RI ke 74 selalu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:59

Jangan Masuk Lagi Ya..!! 201 Napi Hirup Udara Segar

BANJARBARU - HUT Proklamasi RI ke 74 yang jatuh pada…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:57

Rayakan HUT RI, Rayakan dengan Heboh

BANJARMASIN – Momen Kemerdekaan RI selalu disambut dengan spesial oleh…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:56

Warga Tionghoa Rajin Gelar Lomba Tujuhbelasan

BANJARMASIN – Bagi Persatuan Marga Tionghoa (PSMTI) Banjarmasin, momen peringatan…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:54

Warga Tionghoa ikut Rayakan Kemerdekaan RI

BANJARMASIN – Hari Jadi RI ke-74 juga disambut gembira oleh…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:24

Dibanding Tetangga, Kebakaran Hutan di Kalsel Ternyata Lebih Terkendali

Dibanding provinsi di Kalimantan lainnya, Kalsel bisa diuntungkan dengan kondisi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:17

Bus Rapid Transit (BRT) Tak Gratis Lagi, Ini Tarif Baru Bis Biru....

Usai disimulasikan selama enam bulan, mulai 14 Agustus tadi, Bus…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:13

Belum Resmi Ditetapkan, Supian HK Sudah Klaim Bakal Jadi Ketua DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Pelantikan Anggota DPRD Kalsel diagendakan pada 9 September…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*