MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 18 Mei 2019 09:44
BERBINCANG DENGAN PARA CALEG-CALEG BERUNTUNG
Modal Dengkul, Suara Mantul
MODAL MINIM: Beberapa calon legislatif yang melenggang ke kursi dewan dengan modal tidak seberapa. Dari kiri ke kanan, Firman Yusi (PKS), Ahmad Nur Irsan (PKS), Rusdin Barhiwan (PAN), Burhanudin (PDIP).

PROKAL.CO, Tak banyak orang seberuntung para caleg ini. Dengan modal minim mereka mampu mendulang suara banyak dalam pemilu lalu. Demokrasi masih punya harapan.

---

Ketua PDIP Kotabaru Zulkipli AR terkejut. Matanya nanar menatap data di layar komputer. Caleg PDIP asal Kotabaru, Burhanuddin mendapat suara siginifikan. Padahal kadernya itu bukan orang kaya. Dia biasa-biasa saja.

Burhanuddin adalah mantan pegawai PLN. Dia dulu bekerja jadi tukang catat meteran listrik di rumah-rumah pelanggan. Sudah aktif jadi staf di Kantor PDIP sejak puluhan tahun lalu.

Gaji sebagai staf tentu pas-pasan. Mencukupi kebutuhan hidupnya, Burhanuddin kadang ngojek. "Bisa menang dia ini. Suaranya tinggi sekali," kata Zulkipli belum lama tadi kepada Radar Banjarmasin.

Hingga akhirnya pleno di provinsi, Burhanuddin yang maju sebagai Caleg DPRD Kalsel meraih suara sekitar 13 ribu. Dia berhasil duduk di parlemen, di bawah pesaingnya satu partai M Syarifuddin asal Tanah Bumbu.

Bagaimana bisa tukang ojek itu lolos? Sebelumnya Burhanuddin sudah dua kali dipasang PDIP sebagai Caleg DPRD Kotabaru. Tapi gagal. Pun begitu, di Kotabaru warga banyak kenal dia.

"Kalau di Kotabaru banyak kenal. Banyak mengaku tahu dia tukang ojek. Banyak juga mengaku sering ketemu di masjid," kata petugas partai PDIP, Kipli.

Lolosnya Burhan menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana bisa? Tidak pernah kampanye akbar. Uang pun tidak punya. "Dari laporan partai, pengeluaran dia cuma Rp700 ribu," kata Kipli. Jumlah itu tentu tak ada artinya dalam pemilu di Indonesia. Bisa dikatakan hanya modal dengkul.

Benarkah angka itu? Kipli bersumpah. Kalau pun di luar itu kata dia Burhan ada keluar uang lagi, tidak akan lebih dari sejuta. "Saya tahu persis. Nyeberang naik fery, teman-temannya yang bayarkan. Kartu nama, baliho dibikinkan, gak ada uang dia."

Banyak yang kaget. Tidak percaya. Tukang ojek yang rajin tahajud itu bisa meraup sekitar 13 ribu suara. Suara Burhan di Tanah Bumbu bahkan ribuan. Hampir setengah dari total perolehan suara. "Bisa dibilang gak kampanye di sana," aku Kipli yang sering mendampingi Burhan.

Lantas mengapa bisa menang? Sangat tidak masuk akal. Hanya modal jutaan tapi lolos. Usut-usut punya usut, PDIP Kotabaru bersepakat. Burhan diuntungkan dengan nomor urutnya: kosong satu.

Caleg DPRD Kalsel Dapil Kotabaru dan Tanbu terkuat ada Syarifuddin, tapi nomor urut tiga. Sementara itu di Kotabaru dan Tanah Bumbu, hampir semua Caleg mengampanyekan nomor satu. Termasuk Sulaiman Umar.

Burhanuddin dinilai kena imbas kampanye militan kosong satu. "Sudah garis tangannya. Tidak ada yang tidak mungkin. Sama kayak Caleg di Sulawesi yang jual galon itu," kata Kipli.

---

Di Tabalong, calon legislatif yang juga berhasil melenggang ke kursi DPRD Kalsel adalah Firman Yusi. Pria yang mencalonkan diri bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini terpilih tanpa banyak mengeluarkan dana kampanye.

"Saya mengandalkan bonus demografis yaitu melimpahnya masyarakat yang produktif, terdidik. Mereka adalah pemilih rasional. Itulah yang menjadi target kampanye karena mereka adalah pemilih idealis, tanpa harus politik uang," katanya.

Suara Firman Yusi paling banyak didapatnya dari masyarakat perkotaan. Seperti di Murung Pudak dan Tanjung. "Ada juga memang di Haruai, itu basis keluarga. Ada juga di Jaro, itu basis PKS," ujarnya.

Firman Yusi sendiri adalah Direktur Perkumpulan Pusaka, komunitas yang banyak menggelar event-event budaya dan literasi. Kiprahnya dikenal di tengah masyarakat, karena berbagai even besar seperti Tabalong Etnic Festival (TEF) dan Ambin Baca.

Pengalaman, pengetahuan dan jaringan yang dia miliki sebelumnya, ternyata membantunya mendapatkan banyak suara di Pileg Provinsi Kalsel. Dia mendapatkan 21 ribu suara.

Dengan jumlah suara sebanyak itu, Firman mengatakan hanya keluar biaya Rp50 juta. DIkatakannya itu biaya yang tidak bisa dihindari.

"Seperti biaya memberi makan dan minum, alat peraga kampanye.," ucapnya yang mengatakan dia juga dibantu partai untuk mengurusi segala kebutuhan pencalonan.

Di Balangan, Pemilu April 2019 tadi, merupakan panggung pertama bagi Rusdin Barhiwan (32). Dia bertarung sebagai calon legislatif, setelah memutuskan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) sejak tahun 2016 lalu.

Meskipun termasuk pendatang baru, namun Rusdin berhasil mendapatkan jatah kursi terakhir dari sepuluh kursi yang diperebutkan di Dapil 1 Kabupaten Balangan. Mengungguli Caleg petahana yang saat ini masih berstatus sebagai anggota DPRD Balangan.

Keberhasilan ayah dari dua anak ini terbilang cukup dramatis, karena perolehan suaranya hanya selisih empat suara dari Caleg PAN lainnya di Dapil 1. Rusdin meraih 434 suara, sementara seteru Caleg di bawahnya meraih 430 suara.

Diakui Rusdin, pengalamannya sebagai politisi memang masih minim, namun yang membuatnya percaya diri adalah berbekal 13 tahun pengabdian menjadi tenaga honor di Sekretariat DPRD Balangan.

Hampir setiap hari bersentuhan dengan politik dan menyerap pengalaman-pengalaman politik dari para politisi yang duduk sebagai anggota Dewan.

“Awal tahun 2018 tadi saya secara resmi resign karena ingin mengambil porsi yang lebih besar dalam kontribusi dan pengabdian membangun banua dan mencalon sebagai Calon legislatif. Insyaallah pengalaman selama 13 tahun mengabdi di sekretariat Dewan merupakan modal saya menjadi anggota dewan dalam tugas dan fungsi dewan di legeslasi, monitoring, dan budgeting” ungkapnya.

Disinggung tentang modalnya dalam Pemilu lalu, Rusdin mengakui bahwa dana kampanyenya termasuk minim. Hanya sebatas untuk memberi insentif kepada saksi di TPS, pembuatan APK dalam bentuk kalender, kartu nama, dan baliho. Dia juga terjun langsung bersosialisasi ke masyarakat secara face to face, restu orang tua, ulama, habaib dan masyarakat.

Keuntungan lainnya, Rusdin telah sejak lama mengikuti berbagai organisasi kepemudaan semisal KNPI dan beberapa komunitas. Jauh sebelum berpolitik, ia juga mendirikan organisasi sosial Balangan Peduli yang banyak membantu masyarakat kurang mampu di Balangan.

Di Banjarbaru, calon Legislatif terpilih asal Dapil 4 Banjarbaru, Ahmad Nur Irsan termasuk dari mereka yang beruntung. Dia mengaku modalnya tak sebesar kebanyakan. Caleg PKS ini lebih memilih strategi door to door ke masyarakat.

"Saya berpikir 75 persen pasti pemilih itu memilih jika bertemu langsung dengan calonnya," kata Irsan kepada Radar Banjarmasin.

Memang Irsan tak menampik jika ia juga perlu modal finansial. Namun caleg dengan total perolehan 637 suara ini meyakinkan jika besarannya tak sebanyak Caleg kebanyakan yang ia tahu. "Kecil saja mas," jawab Ketua DPD PKS Banjarbaru ini. Dia mengatakan angkanya tak sampai Rp50 juta.

Irsan sendiri berhasil menjadi Caleg terpilih dilihat dari hasil rekapitulasi KPU Banjarbaru. Ia sukses maju di Dapil 4 dengan perebutan kursi terakhir di Dapil Kecamatan Landasan Ulin ini.

Dengan terpilihnya Irsan, maka ini jadi pencapaian tersendiri bagi Partai Keadilan Sejahtera di Banjarbaru. Pasalnya, bersama Nurkhalis Anshari di Dapil 1, Irsan sukses membawa PKS meraih dua kursi di Pileg 2019 ini.

Jila ditilik perolehan suara yang ia kantongi Irsan tergolong minim, lantaran di bawah 1000 suara. Akan tetapi dengan sistem Saint League sebagai perhitungan penentuan kursi di tiap-tiap Dapil. Irsan berhasil mengisi slot kosong di kursi ke sembilan.

Di Hulu Sungai Utara, seorang mantan penjaga loket poli di RSUD Pambalah Batung Amuntai juga akhirnya meraih kursi di DPRD HSU. Dia kembali melenggang ke kursi DPRD HSU untuk ke empat kalinya setelah mengantongi jumlah suara cukup signifikan di Dapil 4 meliputi Kecamatan Amuntai Utara, Amuntai Selatan dan Haur Gading.

Junaidi mengaku tidak mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk kembali ke kursi empuk dewan HSU.

"Tidak logis kalau saya menyebutkan berapa habis. Namun pembinaan yang saya lakukan ke konstituen yang tak kenal musim. Membuat saya memiliki pemilih loyal," sebut mantan cleaning service RSUD Pambalah Batung Amuntai itu. (zal/ibn/whyrvn/mar/by/ema)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:37
Pemkab Balangan

Gubernur Resmikan Balai Temu Rakyat Dayak Pitap

PARINGIN – Balai Temu Rakyat Dayak Pitap di Desa Langkap,…

Selasa, 17 September 2019 11:53

4 Nama Pimpinan DPRD Kalsel Tunggu Disahkan

BANJARMASIN - Empat nama calon pimpinan definitif DPRD Provinsi Kalsel…

Selasa, 17 September 2019 11:48

Di HST, Tiga Calon Sudah Mengambil Formulir

BARABAI - Para politisi mulai berebut tiket PDI P untuk…

Selasa, 17 September 2019 11:44

IP Jeblok, Beasiswa Ditarik

BANJARMASIN - Mahasiswa penerima beasiswa Indonesia Bright Future Leade (IBFL)…

Selasa, 17 September 2019 11:41

Tak Selicin Trotoar Lama

BANJARMASIN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin…

Selasa, 17 September 2019 11:30

Hoax Sekolah Masuk Jam 9: Disdik Tegaskan Tak Pernah Sebar Kabar Lewat WA

BANJARBARU - Sejak Senin (16/9) pagi. Beredar pesan di aplikasi…

Selasa, 17 September 2019 11:27
Pemko Banjarbaru

Walikota Instruksikan SKPD Piket Karhutla

BANJARBARU - Naiknya status Karhutla dari Siaga ke Darurat membuat…

Selasa, 17 September 2019 10:57

PARAH..!! Bolos Kerja, 43 PNS Terjaring Razia

SATPOL PP merazia PNS yang keluyuran pada jam kerja di…

Selasa, 17 September 2019 10:50

Hibah Dana Pilkada Pertama Diteken

BANJARMASIN - Ketua KPU Banjarmasin Gusti Makmur meneken perjanjian hibah…

Selasa, 17 September 2019 09:59

Paman Birin Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan Dayak Pitap

BALANGAN- Perhatian Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam melestarikan kearifan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*