MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 20 Mei 2019 09:19
Si "Misterius" Taman Kamboja Belum Ditemukan
AREA TERLARANG: Kawasan ini di foto ini sebenarnya tak boleh ada PKL yang berjualan. Kecuali di area Pasar Wadai Ramadan. Di sana siapkan space khusus untuk para pedangan. Dengan catatan sudah terdaftar dalam list penyelenggaraan pasar wadai.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Taman Kamboja semakin banyak. Kabar beredar, bahwa ada orang yang mengatur mereka semakin menguat. Tapi sayang, Satpol PP kota ini belum bisa berkata banyak. Hingga sekarang, sosok misterius itu, tak kunjung ketemu.

Kasi Opsdal Satpol PP Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali penertiban. Tetapi mereka masih saja balik lagi setelah ditegur.

"Anggota kami sudah dikerahkan untuk menertibkan kawasan Taman Kamboja agar terbebas dari PKL. Tetapi mereka tetap saja ngeyel. Jika petugas berpindah tempat, mereka selalu balik lagi dan terus seperti itu," ujarnya.

Menurut Fahmi, sebenarnya mereka sudah beberapa kali mengimbau PKL-PKL tersebut. Berjualan boleh saja, asalkan di kawasan yang sudah disediakan. Yakni di area pasar wadai.

"Anggota Satpol PP juga tidak bisa terus menerus mengawasi PKL yang di Taman Kamboja. Karena juga harus mengawasi dan menjaga kawasan pasar wadai," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Muhyar juga sempat datang kelokasi para PKL itu berjualan. Ia melihat sendiri memang adanya ada yang memungut mereka. Tapi sampai sekarang orang itu masih belum ditemukan.

Muhyar sangat menyayangkan dengan adanya PKL tersebut. Seharusnya mereka hanya boleh berada di kawasan pasar wadai.

"Kami akan membicarakan dengan pihak pengelola pasar wadai. Karena sesuai perjanjian, PKL hanya boleh di bawah, tidak sampai naik ke kawasan Taman Kamboja. Apa lagi dekat dengan air macur menari. Jelas dilarang," katanya.

Menanggapi hal itu, pihak Noor Brother alias Noorbie Corp, EO yang menggarap Pasar Wadai Ramadan menjawab tegas. Mereka tak merasa bertanggung jawab dengan PKL yang berada di luar area pasar.

"Dari rapat pertama itu, yang menjadi tanggung jawab kami sesuai layout yang sudah digambarkan. Di tengah ada zona food court, juga ada tenda pendukung sponsor swasta, dan ada paguyuban pedagang wadai tradisional," sebut owner Noorbie, Mokhamad Noor Fanany.

Meski begitu ia memahami situasinya. Menurutnya keberadaan PKL liar tak bisa dihindari. Mereka mengaku sudah coba menata dan mengarahkan.

"Tetapi memang, mereka kan juga mencari rezeki untuk berlebaran. Dari sisi ekonomi memang sulit. Tetapi sesuai prinsip, pihak Satpol PP sudah mengamankan sesuai arahan bapak Wakil Wali Kota Banjarmasin," imbuh Fanany.

Dari pantauan wartawan Radar Banjarmasin, Sabtu (18/5) sore, sempat mendengar perbincangan dari beberapa PKL. Yang menegaskan bahwa memang ada seseorang pengatur mereka.

"Batas kami berjualan sampai pembatas kuning yang diikat ke bak sampah itu saja ya. Jangan sampai lewat. Tak boleh terlalu dekat dengan air mancur, nanti kita tak diperbolehkan lagi berjualan," perbincangan antar pedagang PKL.

Ketika ditanyab siapa yang mengatur mereka, para PKL ini tak tahu dari mana, dan siapa. "Kami juga tidak tau siapa yang memungut. Tapi, jika kami berjualan pasti ada yang memungut. Ciri-cirinya gemuk gempal, memakai pakaian biasa saja," ungkap salah satu PKL yang tak mau disebutkan namanya.

Biar tahu saja, sehari para PKL harus membayar dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per lapak. (mr-154/at/ema)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:12

Bakar Lahan untuk Perumahan, Luas Karhutla Capai Seribu Hektar

BANJARMASIN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) rupanya semakin menjadi-jadi.…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10

Tanah Permukiman Retak karena Tambang

MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan,…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:07

Habis Upacara, Langsung Pimpin Parade Merah Putih

BANJARMASIN – Markas Korem 101/Antasari Sabtu (17/8) siang kemarin terlihat…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:01

Dishub Banjarbaru Rayakan HUT RI Bersama Supir

BANJARBARU - Momen perayaan HUT Proklamasi RI ke 74 selalu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:59

Jangan Masuk Lagi Ya..!! 201 Napi Hirup Udara Segar

BANJARBARU - HUT Proklamasi RI ke 74 yang jatuh pada…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:57

Rayakan HUT RI, Rayakan dengan Heboh

BANJARMASIN – Momen Kemerdekaan RI selalu disambut dengan spesial oleh…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:56

Warga Tionghoa Rajin Gelar Lomba Tujuhbelasan

BANJARMASIN – Bagi Persatuan Marga Tionghoa (PSMTI) Banjarmasin, momen peringatan…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:54

Warga Tionghoa ikut Rayakan Kemerdekaan RI

BANJARMASIN – Hari Jadi RI ke-74 juga disambut gembira oleh…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:24

Dibanding Tetangga, Kebakaran Hutan di Kalsel Ternyata Lebih Terkendali

Dibanding provinsi di Kalimantan lainnya, Kalsel bisa diuntungkan dengan kondisi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:17

Bus Rapid Transit (BRT) Tak Gratis Lagi, Ini Tarif Baru Bis Biru....

Usai disimulasikan selama enam bulan, mulai 14 Agustus tadi, Bus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*