MANAGED BY:
SELASA
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng
Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila
BAPAPAI: Pasangan pengantin di Ulu Benteng mengikuti tradisi bapapai. Tiap kali menikah harus bapapai.

PROKAL.CO, Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental. Menjelang malam pertama pasangan pengantin harus dimandikan bidadari di hadapan masyarakat.

Oleh: AHMAD MUBARAK, MARABAHAN

Jangan bayangkan bidadari ini adalah bidadari dari kahyangan. Bidadari di sini adalah para petugas adat setempat. Merekalah yang memandikan pengaten ini di depan umum.

Mereka dimandikan di malam pertama menjelang acara resepsi perkawinan di Ulu Benteng. Tradisi ini dinamakan 'bapapai'.

Air yang digunakan bukan hanya air biasa. Air sudah dicampur dengan mayang (bunga pinang) dan berbagai tumbuhan liar lainnya. Kadang-kadang jika ada keluarga mempelai yang nakal, air diberi bongkahan es. Terpaksa pasangan pengantin harus menahan dinginnya air di hadapan warga.

Secara bergantian tujuh bidadari yang biasanya dijabat oleh para wanita yang sudah berumur, membasahi tubuh pasangan pengantin dengan air. Mereka hanya menyapukan sabun ke kepala mempelai. Tidak ke seluruh tubuh.

Setelah itu tujuh bidadari juga memecahkan kelapa tua dan mayang kandung (bunga pinang yang belum mekar). Dan yang terakhir dari tradisi Bapapai, pengantin harus melangkah tujuh kali di lingkaran benang. Tujuh bidadari itu akhirnya memecahkan telur saat langkah ke tujuh.

Artiah, warga Ulu Benteng RT 18 yang sering menjadi bidadari di tradisi bapapai mengatakan tradisi ini sudah ada sejak jaman nenek moyangnya dulu. Lebih dari seratus tahun yang lalu. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun.

Apabila ada garis keturunan salah satu mempelai melaksanakan bapapai, maka akan dilaksanakan bapapai seterusnya.

"Mereka yang melaksanakan bapapai mempercayai apabila tidak melakukan tradisi saat menikah maka akan mendapat sial," ceritanya seraya menambahkan bahwa tidak ada bacaan khusus yang dilontarkan saat bepapai.

Dia menjelaskan bapapai bisa dilakukan menjelang resepsi dan tiga hari setelahnya, hanya saja paling sering dilakukan pada malam menjelang resepsi perkawinan. Artiah juga menceritakan, terkait kesialan yang pernah menimpa keponakannya benerapa tahun lalu yang menghindari bapapai.

Seketika beberapa hari setelah sesepsi pernikahan, keponakannya sakit. Bahkan keponakannya hampir gila dan suka berbicara sendiri.

"Setelah keluarga sepakat untuk melakukan bapapai, keponakan saya kembali sehat seperti semula," ceritanya.

Percaya tidak percaya, hal serupa juga diungkapkan bidadari lainnya, Masliah (55) warga Ulu Benteng RT 11. Kejadian mistis akibat tidak melakukan tradisi bapapai juga dialami kakaknya.

Kakaknya yang sudah pernah bebapai di pernikahan pertamanya menolak melakukan bapapai di pernikahan kedua. Singkat cerita, menurut Masliah, kakaknya sakit-sakitan serta seperti orang linglung.

Berbagai cara menurut Masliah sudah dilakukan untuk mengobati kakaknya. Tapi hasil tetap nihil, kakaknya semakin hari semakin lemah. Hingga suatu hari terbetik di pikiran untuk dilakukan bapapai lagi.

"Entah keajaiban atau memang ingin bapapai, Kakak saya waktu itu sembuh, dan sampai sekarang masih sehat," ujarnya seraya berpesan agar warga Ulu Benteng yang mempunyai keturunan bapapai bisa melaksanakannnya.

Sementara itu, dari panelusura Radar Banjarmasin di Ulu Benteng, hampir semua pasangan suami istri menyatakan pernah melakukan tradisi bapapai. Hanya sebagian yang tidak melaksanakan, dikarenakan dari kedua mempelai tidak ada keturunan bapapai.

"Namanya keturunan, tetap dilakukan, takut hal buruk terjadi," ujar Rika Suciana (28) warga Ulu Benteng RT 18.(ay/ema)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 12:45

Mencoba Cantik dalam Kabut Asap

Kabut asap tak hanya menimbulkan permasalahan lingkungan. Bagi kaum hawa,…

Sabtu, 14 September 2019 09:38

Angkat Perjuangan Guru Terpencil Mempelajari IT

Kantor Pusat Radar Banjarmasin, kemarin kedatangan tamu salah seorang finalis…

Kamis, 12 September 2019 11:44

Posko Bantuan Alalak Selatan: Bantuan Datang dari Segala Penjuru

Dua hari setelah kebakaran hebat di Alalak Selatan, bantuan datang…

Senin, 09 September 2019 12:24

Ayo Gowes sampai Ban Bocor!

Kota Banjarmasin sedang jadi perhatian insan olahraga nasional. Sebagai tuan…

Sabtu, 07 September 2019 12:26

Ersya Purnama Sari, Peserta The Voice asal Banjarmasin

Satu lagi perempuan asli Banjarmasin yang membawa nama baik bagi…

Sabtu, 07 September 2019 12:16

Puluhan Tahun Hanya Diberi Janji, Begini Harapan Warga di Perbatasan HST-HSU

Janji tinggal janji. Itulah yang dirasakan Tatah Cagat Balimau, Desa…

Jumat, 06 September 2019 12:22

Penayangan Pedana Film Suami yang Menangis

"Kalau tidak mampu, lebih baik bersabar. Cukup dengan satu istri”.…

Kamis, 05 September 2019 13:19

Tergantung Leding, Tak Takut Lagi Surutnya Sungai Pas Kemarau

Tinggal di kota seribu sungai tak membuat Banjarmasin berlimpah air…

Rabu, 04 September 2019 11:34

Tarif Ojek Online Naik, Sayangnya Insentif Malah Turun

Tarif baru ojek online (ojol) dimulai serentak seluruh Indonesia sejak…

Selasa, 03 September 2019 11:49

Ibnu Sina Tantang Siswa Menulis tentang Banjarmasin

10 detik awal yang dilakukan 79 persen generasi milenial saat…

Perekonomian Akumulatif Bakal Capai 7,63 Persen

Pererat Kebersamaan, Sekolah Gelar Outbond Bagi Pegawai

Teknologi Absensi dan Pilkades Tabalong Lebih Maju

Kabupaten Paser Belajar E-votting dan E-Office Ciptaan Diskominfo Tabalong

Jangan Lupa Pakai Masker, Udara Banjarbaru Sudah Sangat Tidak Sehat

10 Hektare Lahan di Handil Bakti Terbakar, Saksi: Saya Lihat Tersangkanya..!

Lama Tak Terdengar, Lihan Jadi Tersangka Penipuan (Lagi)

Gara-gara ini, Restoran Terapung Gagal Diresmikan Besok, Padahal Pembangunannya Sudah Dikebut

Karnaval Kostum Daur Ulang, Dapat Antusias dari Warga

PKL Tetap Jualan di Siring Pierre Tendean, Papan Larangan Tinggal Pajangan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*