MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng
Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila
BAPAPAI: Pasangan pengantin di Ulu Benteng mengikuti tradisi bapapai. Tiap kali menikah harus bapapai.

PROKAL.CO, Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental. Menjelang malam pertama pasangan pengantin harus dimandikan bidadari di hadapan masyarakat.

Oleh: AHMAD MUBARAK, MARABAHAN

Jangan bayangkan bidadari ini adalah bidadari dari kahyangan. Bidadari di sini adalah para petugas adat setempat. Merekalah yang memandikan pengaten ini di depan umum.

Mereka dimandikan di malam pertama menjelang acara resepsi perkawinan di Ulu Benteng. Tradisi ini dinamakan 'bapapai'.

Air yang digunakan bukan hanya air biasa. Air sudah dicampur dengan mayang (bunga pinang) dan berbagai tumbuhan liar lainnya. Kadang-kadang jika ada keluarga mempelai yang nakal, air diberi bongkahan es. Terpaksa pasangan pengantin harus menahan dinginnya air di hadapan warga.

Secara bergantian tujuh bidadari yang biasanya dijabat oleh para wanita yang sudah berumur, membasahi tubuh pasangan pengantin dengan air. Mereka hanya menyapukan sabun ke kepala mempelai. Tidak ke seluruh tubuh.

Setelah itu tujuh bidadari juga memecahkan kelapa tua dan mayang kandung (bunga pinang yang belum mekar). Dan yang terakhir dari tradisi Bapapai, pengantin harus melangkah tujuh kali di lingkaran benang. Tujuh bidadari itu akhirnya memecahkan telur saat langkah ke tujuh.

Artiah, warga Ulu Benteng RT 18 yang sering menjadi bidadari di tradisi bapapai mengatakan tradisi ini sudah ada sejak jaman nenek moyangnya dulu. Lebih dari seratus tahun yang lalu. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun.

Apabila ada garis keturunan salah satu mempelai melaksanakan bapapai, maka akan dilaksanakan bapapai seterusnya.

"Mereka yang melaksanakan bapapai mempercayai apabila tidak melakukan tradisi saat menikah maka akan mendapat sial," ceritanya seraya menambahkan bahwa tidak ada bacaan khusus yang dilontarkan saat bepapai.

Dia menjelaskan bapapai bisa dilakukan menjelang resepsi dan tiga hari setelahnya, hanya saja paling sering dilakukan pada malam menjelang resepsi perkawinan. Artiah juga menceritakan, terkait kesialan yang pernah menimpa keponakannya benerapa tahun lalu yang menghindari bapapai.

Seketika beberapa hari setelah sesepsi pernikahan, keponakannya sakit. Bahkan keponakannya hampir gila dan suka berbicara sendiri.

"Setelah keluarga sepakat untuk melakukan bapapai, keponakan saya kembali sehat seperti semula," ceritanya.

Percaya tidak percaya, hal serupa juga diungkapkan bidadari lainnya, Masliah (55) warga Ulu Benteng RT 11. Kejadian mistis akibat tidak melakukan tradisi bapapai juga dialami kakaknya.

Kakaknya yang sudah pernah bebapai di pernikahan pertamanya menolak melakukan bapapai di pernikahan kedua. Singkat cerita, menurut Masliah, kakaknya sakit-sakitan serta seperti orang linglung.

Berbagai cara menurut Masliah sudah dilakukan untuk mengobati kakaknya. Tapi hasil tetap nihil, kakaknya semakin hari semakin lemah. Hingga suatu hari terbetik di pikiran untuk dilakukan bapapai lagi.

"Entah keajaiban atau memang ingin bapapai, Kakak saya waktu itu sembuh, dan sampai sekarang masih sehat," ujarnya seraya berpesan agar warga Ulu Benteng yang mempunyai keturunan bapapai bisa melaksanakannnya.

Sementara itu, dari panelusura Radar Banjarmasin di Ulu Benteng, hampir semua pasangan suami istri menyatakan pernah melakukan tradisi bapapai. Hanya sebagian yang tidak melaksanakan, dikarenakan dari kedua mempelai tidak ada keturunan bapapai.

"Namanya keturunan, tetap dilakukan, takut hal buruk terjadi," ujar Rika Suciana (28) warga Ulu Benteng RT 18.(ay/ema)


BACA JUGA

Selasa, 20 Agustus 2019 10:26

Bendera Negara Lain di HUT RI, Begitu Didatangi Ternyata Cuma Kakek Pasang Umbul-Umbul

Gara-gara pasang bendera yang ada warna biru-nya, sebuah rumah di…

Senin, 19 Agustus 2019 12:27

Berbincang dengan PSK di Bawah Umur di Banjarmasin

Prostitusi anak adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan di Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:25

Melihat Kemeriahan Pegunungan Meratus di Hari Kemerdekaan

Jauh dari kota, nun di pegunungan Meratus, warga Dayak memperingati…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:30

Peneliti Banjarbaru Uji Kandungan Akar Bajakah yang Viral Sebagai Anti Kanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:12

Dalam Hal Ini, Wakil Menteri Ingin Provinsi Lain Tiru Kalsel

Tak hanya menghadiri Hari Jadi ke 69 Kalsel, Wakil Menteri…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:49

Jangan Sembarangan Promosi, Pahami Karakter Wisatawan

Kementerian Pariwisata menggelar workshop, kemarin (14/8). Membahas strategi pemasaran wisata…

Rabu, 14 Agustus 2019 11:41

Malam Hari Raya, Mereka Harus Padamkan Api Hingga Subuh

Menjadi bagian dari satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:26

Aktivitas Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Hari Raya Idul Adha

Setiap momen Hari Raya Idul Adha, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*