MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 21 Mei 2019 09:42
Aksi Tahlilan Mahasiswa: Pemilu Serentak Cukup Sekali !
AKSI TAHLILAN: KAMMI menggelar aksi tabur bunga di halaman kantor KPU Kalsel, kemarin (20/5) sore. Mahasiswa lalu mengajak komisioner KPU untuk membaca doa tahlil. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Menjelang waktu berbuka puasa, kemarin (20/5), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa di kantor KPU Kalsel. Mahasiswa menuntut pemerintah mengevaluasi Pemilu 2019.

Menyusul korban berjatuhan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Aksi belasungkawa digelar KAMMI serentak secara nasional.

"Setelah 17 April, ada 11.239 petugas KPPS yang jatuh sakit. Lalu 527 meninggal dunia. Ini tragedi kemanusiaan. KPU jangan anggap remeh," kata Ketua Umum KAMMI Banjarmasin, Muhammad Alfiansyah.

KAMMI mencap pemerintah telah gagal mengantisipasi dampak terburuk dari pemilu. "Undang-undang pemilu harus direvisi. Cerita ini jangan terulang pada Pemilu 2024," imbuhnya.

Di Kalsel sendiri, KPU mencatat sudah 21 penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. Alfiansyah meminta pemerintah lekas mencairkan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan. "Katanya ada santunan. Ya harus dipercepat. Jangan lamban," tegasnya.

Sebagai tanda berduka, mahasiswa memasang bendera-bendera kuning di sepanjang pagar kantor KPU. Lalu menaburkan bunga di halaman kantor di Jalan Ahmad Yani kilometer 2,5 tersebut. Kemudian lesehan dan membacakan doa tahlil.

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji mengaku sepakat dengan tuntutan mahasiswa. "Beban kerjanya terlampau berat. Bukan hanya fisik, psikis juga ditekan. Sampai-sampai ada yang meninggal dunia. Jangan lagi ada pemilu serentak," tegasnya.

Pileg dan Pilpres digelar barengan demi menghemat uang negara. Bagi Sarmuji, ongkos politik itu relatif. Tak ada istilah murah atau mahal. "Pemilu merupakan hajatan nasional. Cara halal untuk mengganti imamah (pemimpin negara). Jadi, mengapa tak mau berkorban anggaran," cecarnya.

Ambil contoh, dulu satu TPS dibatasi untuk 500 pemilih. Sekarang, maksimal untuk 300 pemilih saja. Otomatis, jumlah TPS naik hampir dua kali lipat. Argumen penghematan pun menjadi sumir. "Akhirnya petugas yang direkrut juga bertambah. Artinya menambah anggaran lagi," tukasnya.

Ditanya perihal santunan bagi ahli waris KPPS yang meninggal dunia, Sarmuji mengaku sudah mengusulkan penerbitan SK-nya. Setelah pembahasan antara KPU dan Kementerian Keuangan, nominal santunan telah disepakati. Besarannya Rp36 juta bagi yang meninggal dunia. Dan Rp30,8 juta bagi yang mengalami cacat permanen.

"Pencairannya sesegera mungkin. Tapi harus ada verifikasi terkait penyebab kematian. Apakah betul karena faktor kelelahan akibat mengawal hari pencoblosan. Atau ada faktor lain yang belum diketahui," pungkasnya. (fud/ay/ema)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 12:45
BREAKING NEWS

Puluhan Mahasiswa Demo Saat Rapat Paripurna

BANJARMASIN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gabungan BEM Kalsel…

Senin, 24 Februari 2020 12:06

Disebut Terlalu Atur Privasi, RUU Ketahanan Keluarga Menyulut Kontroversi

BANJARBARU – DPR RI beberapa waktu lalu telah mengusulkan Draf…

Senin, 24 Februari 2020 12:05

Edy-Astina Klaim 16 Ribu Dukungan, Banjarbaru Bisa Tiga Paslon

BANJARBARU - Edy Saifudin-Astina Zuraida menjadi satu-satunya bakal calon pasangan…

Senin, 24 Februari 2020 12:01

HSPN 2020 Bupati Abdul Wahid Serahkan Kendaraan termasuk Satu Unit Eskavator dari PUPR RI

AMUNTAI  - Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul…

Senin, 24 Februari 2020 12:00

Rp19 Miliar untuk Pembuatan Jalan, Peziarah Makam Datu Kelampayan Bisa Lebih Nyaman

BANJARMASIN – Para peziarah Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari…

Senin, 24 Februari 2020 11:55

Seleksi Polisi: 25 Calon Perwira Lolos

BANJARMASIN - Seleksi Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-49…

Senin, 24 Februari 2020 11:48

Konsolidasi Jelang Pilkada, Nasdem:Jangan Coba Bermain Mahar Politik

BANJARMASIN - Demi memperkuat infrastruktur partai menghadapi Pilkada serentak 2020,…

Senin, 24 Februari 2020 11:34

Di Batola, Pupuk Bersubsidi Langka

MARABAHAN – Petani Batola resah. Pupuk bersubsidi sudah hampir sebulan…

Senin, 24 Februari 2020 10:00

Pilkada Tanbu: Mahyuddin Serahkan 30.553 Bukti Dukungan

BATULICIN - Pasangan independen Mahyuddin dan Endro Susetyo Adi resmi…

Senin, 24 Februari 2020 09:49
Pemko Banjarbaru

Sekda Ikuti Gerakan Salat Subuh

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru sekaligus Ketua Badan Pengelola…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers