MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 21 Mei 2019 09:57
Ikut Aksi 22 Mei, Pakai Kapal Laut ke Jakarta

Hindari Deteksi, Menyamar Jadi Pelancong

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Besok (22/5) hasil Pilpres akan diumumkan KPU RI. Situasi Jakarta genting. Kubu Prabowo-Sandi dikabarkan bakal menggelar aksi besar-besaran. Apakah relawan 02 asal Kalsel juga terlibat?

Koordinator Penggalangan Relawan Badan Pemenangan Daerah (BPD) 02 Kalsel, Lutfi Saifudin menegaskan, mereka tidak pernah mengkoordinir massa untuk diberangkatkan menuju Jakarta.

"Tidak. Tapi kalau ada relawan yang mau berangkat sendiri, itu hak mereka. BPD tidak berwenang melarang orang yang mau menyampaikan aspirasinya," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (20/5).

Masalahnya, aksi 22 Mei mulai dipandang secara was-was. Banyak yang khawatir bakal terjadi kerusuhan politik. Lutfi menegaskan, harapan BPD juga tak berbeda jauh dengan harapan masyarakat.

"Insyaallah akan damai," tegas Wakil Ketua Partai Gerindra Kalsel ini. Namun, bukan berarti pengumuman kemenangan Jokowi-Amin bakal berlangsung mulus. Sebab, harapan itu bukan tanpa syarat. Pendukung 02 menuntut KPU bersikap jujur dan adil.

Dalam artian tak menutup mata atas klaim atau bukti kecurangan pemilu yang disodorkan. "Apa yang diputuskan KPU betul-betul jujur dan adil. Sehingga people power itu bakal menjadi aksi sujud syukur dan doa bersama untuk bangsa," pungkasnya.

Beberapa relawan Prabowo Sandi memang sudah berangkat ke Jakarta. Untuk menghindari deteksi petugas, mereka sengaja datang seperti seorang pelancong. “Relawan tidak menggunakan maupun membawa atribut apapun, seperti pelancong biasa,” kata Bisty salah satu relawan Prabowo-Sandi Kalsel yang berangkat ke Jakarta.

Bisty rencananya akan berangkat dengan tiga orang relawan lainnya lewat jalur udara, Selasa (21/5). Sebenarnya ada tambahan beberapa orang lagi, tapi masih menunggu izin orang tua dan istri masing-masing.

Ketatnya pengamanan masuk baik di jalur udara membuat mereka putar otak. Mereka sengaja berangkat tidak dengan rombongan atau peserta dalam jumlah banyak. Sama seperti aksi-aksi sebelumnya, mereka lebih memilih berangkat dengan kelompok-kelompok kecil. Selain itu beberapa kelompok juga berangkat melalui jalur laut.

Minggu (19/5) pagi tadi, ada belasan rombongan emak-emak relawan Prabowo-Sandi yang berangkat menumpang kapal laut. Kemungkinan besok (Hari ini, Red) sudah tiba. Kabar terakhir, Senin (20/5) siang ada 20 orang relawan yang juga berangkat menumpang kapal laut. Bisty menyebutkan selain mengindari deteksi, salah satu pertimbangan yang dialami relawan adalah mahalnya harga tiket.

Situasi dan kondisi perpolitikan di Jakarta yang panas tidak menghalangi niat Bisty dan relawan lainnya untuk berangkat. Mereka mengatakan bergabung dengan peserta aksi di sana dan tidak akan berbuat anarkis atau hal yang melanggar aturan.

“Meski begitu, relawan harus selalu waspada dan menyiapkan kemungkinan terburuk diantaranya dengan membawa masker anti gas dan kacamata serta susu murni khawatir seperti aksi 411 yang harus ditembak gas air mata,” imbaunya.

Pantauan Radar Banjarmasin, penumpang ke Jakarta di Bandara Syamsyudin Noor Senin (20/5) kemarin sendiri tidak terlihat peningkatan berarti. Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Aditya Putra menjelaskan arus penumpang terlihat normal. "Selama bulan Ramadan ini, jumlah rata-rata penumpang di Bandara Syamsudin Noor kata Aditya berkisar di angka 6.000," ucapnya.

Sales & Service Manager Garuda Indonesia Banjarmasin, Prasetyo Putro Santoso pun mengatakan senada. Dari empat flight (penerbangan) ke Jakarta kita tidak ada yang signifikan," jawabnya singkat ketika dihubungi Radar Banjarmasin.

Lion Air (termasuk Batik Air) juga menyediakan empat kali flight tujuan ke Jakarta. Dari data mereka, hingga Senin (22/5) tidak ada permintaan tiket yang melonjak menjelang aksi 22 Mei.

"Rata-rata jumlah penumpang ke Jakarta masih normal berkisar mencapai 2000 an untuk empat flight. Jadi tidak ada pengaruh soal aksi ini," ucap Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama.

Sementara itu, sesuai rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengumuman hasil pemilu bakal dilaksanakan esok (22/5). Guna mengantisipasi beragam potensi kerawanan, aparat keamanan sudah menyiapkan strategi.

Bukan hanya Polri, TNI juga ikut bersiap diri. Institusi militer tanah air memastikan siap membantu aparat kepolisian mengamankan pengumuman tersebut. Baik di Jakarta maupun luar ibu kota.

Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sisriadi, sejauh ini jumlah personel TNI yang diminta membantu Polri sebanyak 12 ribu orang. Angka itu khusus untuk personel yang diperbantukan di Jakarta.

Di luar Jakarta, satuan kewilayah TNI juga menyiapkan prajurit untuk membantu petugas kepolisian. Operasional seluruh prajurit tersebut diserahkan kepada masaing-masaing komando kewilayahan. Pun demikian di Jakarta.

Kodam Jayakarta sebagai komando kewilayahan di ibu kota sudah ditugasi oleh Mabes TNI untuk mengatur personel bantuan yang mereka kerahkan.

”Selain 12 ribu personel tersebut, TNI menyiapkan 20 ribu personel cadangan yang siap digerakkan sewaktu-waktu di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ucap Sisriadi, (19/5). Puluhan ribu prajurit itu juga disiapkan apabila Polri mendadak meminta tambahan bantuan.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj telah menghimbau kepada seluruh umat islam dan khusus warga NU agar menghadapi pengumuman pilpres oleh KPU nanti dengan sikap dewasa, tenang, besar hati, dan lapang dada.

“Apapun hasilnya dan siapapun yang menang haru kita terima,” katanya. Said mengungkapkan, pada momen kritis seperti ini, menurutnya penting untuk menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya, dewasa beradab. Jangan sampai terjadi gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan inkonstitusional.

Kita disorot oleh dunia internasional kita mayoritas beragama islam. Tunjukkan kita mengerti dan sadar caranya berdemokrasi memahami cara bernegara,” jelasnya.

Said menegaskan bahwa sistem demokrasi yang dianut Indonesia sudah sesuai dengan prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah dan madzhab mayoritas muslim di Indonesia. Ia menyerukan agar masyarakat mencintai dan menyayangi bangsanya sendiri.

“Jangan sampai karena pilpres, bangsa menjadi pecah kita jadi chaos. Naudzubillah apalagi sampai perang saudara,” katanya.

Lewat himbauan yang disampaikan oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini kemarin, Bagi pihak-pihak yg merasa berkeberatan dengan hasil KPU, bisa menempuh jalur konatitusi melalui Mahkamah Konstitusi. Seluruh warga NU juga dihimbau untuk sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif, aman dan juga tertib.

“Persatuan dan kesatuan bangsa sebagai bagian dari menjaga amanat agama dan juga pendiri bangsa (founding fathers) kita,” tulis Helmy dalam himbauan tersebut.  

Meski demikian, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah  Abdul Mu’ti mengatakan, aksi menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulis adalah hak warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar.

“Sepanjang dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, aksi massa merupakan wujud partisipasi publik dalam demokrasi yang harus dihormati,” terang dia.

Dalam menghadapi penetapan hasil pemilu pada 22 Mei, dia mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi warga negara yang baik, mematuhi hukum, dan perundang-undangan.

Khusus kepada para elit, kata Mu’ti, hendaknya bisa menjadi teladan bagaimana berbangsa dan bernegara yang sebaik-baiknya dengan tidak memperalat rakyat untuk meraih kekuasaan, jabatan, serta kepentingan pribadi dan golongan.

Dia juga berpesan kepada partai politik, para calon legislatif, dan calon presiden-wakil presiden beserta para pendukungnya, agar dapat berjiwa besar, legawa, arif, dan bijaksana menerima hasil-hasil pemilu sebagai sebuah kenyataan dan konsekwensi dari kehendak rakyat Indonesia.

“Apabila terdapat keberatan terhadap hasil Pemilu hendaknya menempuh jalur hukum dan undang-undang dengan tetap mengedepankan dan mengutamakan persatuan dan kerukunan bangsa,” paparnya. (fud/gmp/rvn/syn/ay/ema)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 12:45
BREAKING NEWS

Puluhan Mahasiswa Demo Saat Rapat Paripurna

BANJARMASIN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gabungan BEM Kalsel…

Senin, 24 Februari 2020 12:06

Disebut Terlalu Atur Privasi, RUU Ketahanan Keluarga Menyulut Kontroversi

BANJARBARU – DPR RI beberapa waktu lalu telah mengusulkan Draf…

Senin, 24 Februari 2020 12:05

Edy-Astina Klaim 16 Ribu Dukungan, Banjarbaru Bisa Tiga Paslon

BANJARBARU - Edy Saifudin-Astina Zuraida menjadi satu-satunya bakal calon pasangan…

Senin, 24 Februari 2020 12:01

HSPN 2020 Bupati Abdul Wahid Serahkan Kendaraan termasuk Satu Unit Eskavator dari PUPR RI

AMUNTAI  - Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul…

Senin, 24 Februari 2020 12:00

Rp19 Miliar untuk Pembuatan Jalan, Peziarah Makam Datu Kelampayan Bisa Lebih Nyaman

BANJARMASIN – Para peziarah Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari…

Senin, 24 Februari 2020 11:55

Seleksi Polisi: 25 Calon Perwira Lolos

BANJARMASIN - Seleksi Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-49…

Senin, 24 Februari 2020 11:48

Konsolidasi Jelang Pilkada, Nasdem:Jangan Coba Bermain Mahar Politik

BANJARMASIN - Demi memperkuat infrastruktur partai menghadapi Pilkada serentak 2020,…

Senin, 24 Februari 2020 11:34

Di Batola, Pupuk Bersubsidi Langka

MARABAHAN – Petani Batola resah. Pupuk bersubsidi sudah hampir sebulan…

Senin, 24 Februari 2020 10:00

Pilkada Tanbu: Mahyuddin Serahkan 30.553 Bukti Dukungan

BATULICIN - Pasangan independen Mahyuddin dan Endro Susetyo Adi resmi…

Senin, 24 Februari 2020 09:49
Pemko Banjarbaru

Sekda Ikuti Gerakan Salat Subuh

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru sekaligus Ketua Badan Pengelola…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers