MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 23 Mei 2019 09:25
Apes..! Sudah Kalah Pemilu, Caleg ini Diancam Penjara
PASRAH: Fikri memberikan eksepsi di Pengadilan Negeri Banjarmasin, kemarin. Caleg petahana untuk DPRD Kalsel itu dijerat tindak pidana pemilu atas dugaan politik uang. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Hampir semua kasus politik uang di Banjarmasin gugur dalam tahap pengusutan. Disebut hampir karena ada satu kasus yang lolos. Menyeret Fikri, caleg petahana dari Partai Demokrat untuk pemilihan Anggota DPRD Kalsel.

Kemarin (22/5) pagi di Pengadilan Negeri Banjarmasin di Jalan DI Panjaitan, Fikri menjalani sidang kedua. Agendanya pembacaan tuntutan. Dia dijerat Pasal 523 ayat (1) Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Jaksa menuntut hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp10 juta. Plus subsider dua bulan penjara. Hakim menyatakan, putusan akan dibacakan pada sidang Jumat (24/5) nanti.

Dalam pembelaannya, Fikri mengaku amat menyesal. "Saya meminta maaf. Tapi mohon hakim mempertimbangkan. Setelah pemilu, saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Istri dan anak sedang menunggu di rumah," ujarnya pasrah.

Sebagai bukti, anggota dewan provinsi itu selalu datang seorang diri ke gedung pengadilan. Tanpa menyewa seorang pengacara. Dia mengaku sudah "habis". Kalah di Pileg, lalu diciduk Bawaslu.

Kasus ini berawal dari kampanye tatap muka yang digelar Fikri pada masa kampanye terbuka. Tepatnya pada 16 Maret di Kelurahan Alalak Utara di Kecamatan Banjarmasin Utara.

Menumpang di rumah warga yang masih memiliki hubungan keluarga, Fikri membagi-bagikan bingkisan kepada warga. Isinya minyak goreng kemasan satu liter, kerudung, plus kartu nama.

Plastik pembungkus juga dicetak dengan nama dan nomor urut caleg. Ada sekitar 30 warga yang menerima bingkisan. Menjadi runyam karena pembagian paket sembako sama saja dengan membagi-bagikan amplop duit. Sama-sama tergolong praktik politik uang.

Dicegat di luar ruang persidangan, Fikri menceritakan, sebelum berkampanye, dia telah mengutus timsesnya ke Bawaslu untuk berkonsultasi. "Rupanya, relawan saya salah memahami. Kurang teliti dalam menerjemahkan aturan Bawaslu. Akhirnya keliru membeli barang," kilahnya.

Dia berharap, majelis hakim mau menimbang eksepsinya. Apakah dia merasa dizalimi? Mengingat kasus-kasus serupa justru gugur pada tahap penyidikan. Fikri enggan menanggapi. "Saya tidak ada komentar atas kasus-kasus lain," tampiknya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhani menyebut kasus ini unik. Karena inilah satu-satunya kasus politik uang di Kalsel yang berawal dari temuan pengawas pemilu kelurahan.

Mengingat selama ini laporan yang diterima Bawaslu biasanya berasal dari para caleg. Apakah itu akibat rivalitas di internal partai. Atau kekecewaan terhadap KPU.

"Satu-satunya di Kalsel. Padahal, PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) ini level terendah dalam struktrur pengawasan pemilu. Saya salut. Pengawasnya bernyali. Karena kalau tak berani, pasti cuma mendiamkan," jelasnya.

Azhar menjamin, Bawaslu akan mengadvokasi PPL tersebut. Jika ternyata ada tekanan dari pihak luar. "Sekarang, beban pembuktian kasus ini ada pada kami," pungkasnya. (fud/ema) 


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 07:38

Surat Penyidikan Sudah Terbit, Ketua KPU Banjarmasin Dipanggil Polisi

BANJARBARU - Usai terbitnya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) oleh…

Selasa, 21 Januari 2020 07:09

Gudang Kosmetik dan ATK Terbakar

BANJARMASIN - Gudang penyimpanan kosmetik dan alat tulis di Jalan…

Selasa, 21 Januari 2020 07:05

Gembong Narkotika Lulusan Diploma Perawat, Sabu dan Ekstasi Dipasok dari Malaysia

BANJARMASIN - Gudang penyimpanan sabu dan pil ekstasi di Banjarmasin…

Senin, 20 Januari 2020 16:02
BREAKING NEWS

Dua Rumah Terbakar Habis di Desa Lano

TANJUNG - Siang bolong Senin (20/1/20) tadi terjadi kebakaran di…

Senin, 20 Januari 2020 08:46

Sempat Kejar Penyetruman, Razia Berdasarkan Informasi Masyarakat

RANTAU - Kasus illegal fishing terutama menangkap ikan menggunakan alat…

Senin, 20 Januari 2020 08:14

Sudah 30 Kepala Badut Diamankan, Tapi Masih Ada yang Nekat Beroperasi di A Yani

BANJARBARU - Meski sudah sering ditindak oleh Satpol PP Banjarbaru,…

Senin, 20 Januari 2020 08:11

Balap Liar di Kawasan Murjani, 81 Remaja dan 59 Ranmor Diamankan

BANJARBARU - Setelah mengamankan 165 pelajar yang diduga terlibat melakukan…

Senin, 20 Januari 2020 07:35

Gemparkan Sungai Andai, Anto Tergeletak Tanpa Busana di Kamar Mandi

BANJARMASIN - Warga Jalan Mutiara Raya RT 26 Sungai Andai…

Senin, 20 Januari 2020 07:25

Disergap di Tepi Jalan, Warga Tapin Utara ini Tertunduk Malu

RANTAU - Hanya bisa tertunduk malu. Begitulah Muchsyar Gandhi di…

Senin, 20 Januari 2020 07:24

Bawa Kabur Mobil, Ditangkap di Kaltim

AMUNTAI - Akibat ingin mendapat uang secara instan, segala cara…

Lantik Puluhan Kades, Bupati Wahid: Kades Sangat Strategis

Tak Punya Sirkuit, Pembalap Batola Gelar Latihan Bersama di Halaman Gedung Serbaguna

Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Sahbirin Noor Puji Kinerja Polda Kalsel

Mati Lampu, Warga Berhak Kompensasi, Praktisi Hukum: Semoga Masyarakat Gugat PT PLN Kalsel-Teng, Akan Kami Bantu

Surat Penyidikan Sudah Terbit, Ketua KPU Banjarmasin Dipanggil Polisi

Pilkada 2020 Sebentar Lagi, KPU Ingatkan Cuti Petahana

Rp50 Miliar Sudah Dianggarkan untuk Pelebaran Jalan Handil Bakti, Tapi Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Sempat Nyatakan Tak Ingin Maju Pilkada Lagi, Guru Khalil Berubah Pikiran

Ketika Inul Daratista Diberi Pilihan: Cari Uang atau Punya Anak..?

Parkir Motor RS Idaman Belum Ramah Pengguna: Tanpa Selasar, Pengunjung Basah Kehujanan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers