MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 27 Mei 2019 09:34
Jelang Mudik, 66 Km Jalan Masih Rusak di Kalsel
RAWAN KECELAKAAN: Kendaraan melintas di Bundaran Bungur, Tapin. Banyak titik rawan kecelakaan di Kabupaten Tapin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Bagi masyarakat yang punya rencana mudik lewat jalur darat pada Lebaran tahun ini Sangat disarankan berhati-hati. Sebab, ada sejumlah titik rawan yang mengintai. Mulai dari titik rawan kecelakaan, hingga kemacetan.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani melalui Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto menyampaikan, berdasarkan data mereka total ada 54 titik rawan kecelakaan lalu lintas yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

"Daerah rawan laka paling banyak ada di Kabupaten Banjar. Di sana ada sekitar 12 titik. Sedangkan terbanyak kedua di Tapin, dengan tujuh titik," katanya, saat memberikan pemaparan pada Rapat Koordinasi dalam rangka persiapan jalur mudik Lebaran 2019, di Aula H Maksit, Setdaprov Kalsel, Jumat (24/5) tadi.

Dia mengungkapkan, 54 lokasi tersebut menjadi titik rawan laka lantaran kondisi jalannya yang tak bersahabat dengan pengendara; Ada yang rusak, dipenuhi lubang, menikung terlalu tajam dan minim penerangan. "Kondisi jalan yang rusak ini harus jadi atensi, agar segera diperbaiki," ungkapnya.

Dipaparkannya, kondisi jalan rusak yang seringkali memakan korban diantaranya; Jalan A Yani Km 218, Kecamatan Sungai Loban. Serta, Jalan A Yani Km 205, Km 195 dan Km 190. Yang keseluruhannya berada di wilayah hukum Polres Tanah Bumbu. "Di beberapa titik itu jalannya rusak dan berlubang. Sehingga rawan terjadi lakalantas," paparnya.

Sedangkan, untuk jalan yang membahayakan akibat terlalu menikung salah satunya ialah Jalan A Yani Km 173, Desa Pemangkih, Hulu Sungai Tengah. "Tikungan di sana hampir 90 derajat, dengan super elevasi yang tidak tepat. Ditambah dengan minimnya penerangan, membuat jalur di sana rawan laka," ungkap Muji.

Demi meminimalisir angka kecelakaan pada musim mudik Lebaran tahun ini, dia meminta agar Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI Banjarmasin dan Dinas PUPR Kalsel segera menambal jalan Yang berlubang. "Sebelum H-7 Lebaran perbaikan harus sudah selesai. Sebab, pemudik sudah mulai ada yang berangkat," pintanya.

Selain ditemukan sejumlah titik jalan rawan kecelakaan, dia menyebut di Kalsel juga ditemukan beberapa kawasan rawan kemacetan. "Sesuai data yang kami himpun, ada sekitar 25 titik rentan macet yang tersebar di Kalsel," ucapnya.

Lanjutnya, daerah rawan macet terbanyak berada di Tabalong dengan total lima titik. Disusul, Banjarmasin, Tanah Bumbu dan Kotabaru yang masing-masing terdapat empat kawasan rawan keacetan. "Untuk mengatasi kemacetan, jajaran polres akan mengoptimalisasi patroli roda dua di wilayah hukumnya masing-masing," bebernya.

Ditambahkannya, personel yang patroli akan membagi volume kendaraan dan melakukan buka tutup arus lalu lintas jika kemacetan terjadi di salah satu titik. "Personel juga bakal melakukan pengaturan di Traffic Light tertentu untuk mengurangi kepadatan arus," tambahnya.

Sementara itu, menanggapi adanya sejumlah titik rawan laka akibat kondisi jalan yang rusak, Dirjen Bina Konstruksi, Syarif Burhanuddin selaku Ketua Tim Jalur Lebaran Kalimantan saat hadir dalam rakor persiapan jalur mudik Lebaran 2019 berjanji akan melakukan perbaikan sebelum H-7 Lebaran.

"Apa yang disampaikan Dirlantas Polda Kalsel akan kami bahas di internal. Sebelum H-7 Lebaran, jalan yang berlubang kemungkinan sudah selesai ditambal," janjinya.

Dia menyebut, saat ini memang masih ada sekitar 66 kilometer jalan nasional untuk jalur mudik dalam kondisi rusak. "Total panjang jalur Lebaran di Kalsel ada 943,57 kilometer. 471,82 kilometer diantaranya dalam kondisi baik dan 405,60 kilometer sedang. Sementara, 51,85 kilometer kondisinya rusak ringan dan 14,30 kilometer sisanya rusak berat," katanya.

Lanjutnya, jalur Lebaran di Kalsel sendiri terbagi menjadi tiga ruas. Yakni, Banjarmasin - Martapura - Rantau - Barabai - Paringin - Batas Kaltim. Lalu, Banjarmasin - Pelaihari - Satui - Batulicin - Batas Kaltim. Dan, Banjarmasin - Kuala Kapuas. (ris/ay/ema)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:53

Mengikuti Proses Persidangan di Era Pandemi Corona; Halo, Halo? Skor Lagi...

Tidak mudah menggelar kegiatan di era pandemi corona. Alih-alih berjalan…

Kamis, 02 April 2020 14:50

Jadi, Banua Dikunci atau Tidak..? Kapal Dilarang Masuk, Pesawat Boleh

BANJARBARU - Meski Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah mengeluarkan keputusan…

Kamis, 02 April 2020 14:01

Jangan Cemas, Berbahaya

Kecemasan akan Covid-19 sudah begitu memuncak. Selain penularannya sangat mudah,…

Kamis, 02 April 2020 13:58

Dinkes Banjarmasin Kehabisan Rapid Test

BANJARMASIN - Kota ini sudah mencatat empat kasus positif COVID-19.…

Kamis, 02 April 2020 13:55

BEM ULM Desak Tutup Pelabuhan dan Bandara

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel resmi membatasi warga pendatang yang hendak…

Kamis, 02 April 2020 13:52

DPRD Kritik Pola Pembagian Disifektan

BANJARMASIN - Beberapa waktu lalu, Pemko Banjarmasin membagikan cairan disinfektan…

Kamis, 02 April 2020 13:05

Tak Bisa Gratis, Minimal Ringankanlah Tagihan PDAM di Tengah Pandemi

BANJARMASIN - Di tengah pandemi, kebutuhan masyarakat untuk penggunaan air…

Kamis, 02 April 2020 12:39

Masuk Gedung Dewan, Wajib Lewati Bilik Sterilisasi dulu

BANJARMASIN - Tamu atau pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kalsel…

Kamis, 02 April 2020 11:35
Pemko Banjarbaru

Wawali Tinjau Pembuatan APD

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Kamis, 02 April 2020 11:33
PARLEMENTARIA

Hadapi Covid-19, Pejabat Publik jadi Contoh Bagi Masyarakat

BANJARBARU - Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Heri Budimansyah mengingatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers