MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 28 Mei 2019 10:41
Ustaz Pitmanuddin, Pembaca Manakib yang Terkenal di Marabahan
Hapal Banyak Cerita Hidup Wali Allah
PEMBACAAN MANAQIB: Tuan Guru Pitmanudin (tengah) saat melakukan pembacaan Manaqib di salah satu rumah warga Ulu Benteng Kecamatan Marabahan beberapa hari yang lalu.

PROKAL.CO, Sesuai jabatannya sebagai penyuluh agama Islam fungsional KUA Kecamatan Bakumpai, tugas Pitmanuddin adalah berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

--- Ahmad Mubarak, Marabahan ---

Bagi warga Bakumpai dan Marabahan, nama Tuan Guru Pitmanuddin sudah tidak asing. Sarjana agama ini terkenal karena materi ceramahnya yang diselingi humor. Hal ini ceramahnya mudah diterima jemaah.

Apalagi untuk menemui Ustaz Pitmanuddin tidak lah sulit. Dari Pasar Marabahan hanya membutuhkan waktu lima menit perjalanan sungai dengan kelotok. Dia selalu ada di KUA Kecamatan Bakumpai. Hanya saja untuk menemuinya, tidak dianjurkan Pukul 14.00 Wita.

Karena guru Pitmanuddin di waktu tersebut sudah melakukan perjalan mengisi dakwah di majelis taklim di Kecamatan Marabahan/Bakumpai.

Ketika ditemui di kantor kecilnya di KUA Kecamatan Bakumpai, penulis disambut dengan ceria oleh guru Pitmanuddin. Lulusan IAIN Antasari tahun 1996 Jurusan Tafsir Hadits ini menceritakan rutinitasnya sehari-hari.

Setiap hari rutinitasnya dihiasi dengan dakwah di dua belas majelis taklim yang ada di Marabahan dan Bakumpai. Dia juga biasa membacakan manakb (cerita riwayat hidup wali Allah) di rumah-rumah warga.

Berkaitan pembacaan manakib, menurut cerita Ustaz Pitmanuddin, jadwalnya sudah penuh.

"Pembacaan manakib di bulan ini sangat banyak, beberapa warga terpaksa harus ditolak karena waktu yang ditawarkan hanya saat berbuka puasa," ujar warga Desa Sungai Lirik.

Lelaki kelahiran Muara Tuhub Kalteng, 18 Juni 1970 ini mengaku manakib yang diceritakan sesuai permintaan pemilik hajat. Ustaz Pitmanuddin menguasai banyak manakib ulama dan wali Allah.

Yang paling banyak diminta warga, manakib Siti Khadijah, Syekh Saman, Syekh Abdul Kadir Jailani, Imam Syafi'i, Datu Palampayan, dan masih banyak lagi.

Banyaknya manakib yang dikuasainya, menurut lelaki yang suka humor ini, didapatkan dari kesukaannya membaca buku. Semua pengetahuan yang didapatkannya atas kerja keras membaca.

"Yang terpenting jangan hanya manakib saja, apabila cuma cerita yang monoton, warga akan bosan," ujarnya.

Selain humor, Pitmanuddin juga memasukan unsur bahasa daerah (Bakumpai) dalam ceramahnya. "Mayoritas warga bahasa Bakumpai," ujarnya yang mengaku juga keturunan Dayak Bakumpai.

Ustaz Pitmanuddin membeberkan untuk pembacaan manaqib, sudah dilakukannya bukan hanya di Marabahan dan Bakumpai. Tetapi sudah sampai di provinsi tetangga, Kalteng. Jadwal paling banyak pembacaan manakib adalah di bulan Maulid, Rajab, dan Muharam.

"Tiga bulan ini, jadwal manakib sangat banyak. Ada yang sampai tiga kali dalam sehari di tempat dan kecamatan yang berbeda," ceritanya.

Terletak di daerah bantaran sungai, Pitmanuddin juga mempunyai kelotok yang bisa digunakan ke tempat dakwah untuk pembacanaan manakib.

"Saya punya satu kelotok langganan yang setia mengantar kemanapun membaca Manakib atau majelis taklim," ceritanya.

Terkait taripnya, Ustaz Pitmanuddin mengaku tidak meminta bayaran dari warga. Hanya saja apapun yang diberikan pengundang hajat manakib dirinya tidak keberatan menerimanya.

"Tidak ada patokan harga, apabila ada syukur," ujarnya yang mengaku tidak mengharapkan bayaran dari warga atas apa yang dilakukannya.

Selain dikenal sebagai Tuan Guru, Pitmanuddin ternyata juga menjabat sebagai ketua lembaga adat Dayak Bakumpai Kabupaten Batola.

"Banyak warga Bakumpai yang ingin masuk TNI meminta surat adat sebagai putra daerah," ceritanya.(bar/ay/ema)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 12:45

Mencoba Cantik dalam Kabut Asap

Kabut asap tak hanya menimbulkan permasalahan lingkungan. Bagi kaum hawa,…

Sabtu, 14 September 2019 09:38

Angkat Perjuangan Guru Terpencil Mempelajari IT

Kantor Pusat Radar Banjarmasin, kemarin kedatangan tamu salah seorang finalis…

Kamis, 12 September 2019 11:44

Posko Bantuan Alalak Selatan: Bantuan Datang dari Segala Penjuru

Dua hari setelah kebakaran hebat di Alalak Selatan, bantuan datang…

Senin, 09 September 2019 12:24

Ayo Gowes sampai Ban Bocor!

Kota Banjarmasin sedang jadi perhatian insan olahraga nasional. Sebagai tuan…

Sabtu, 07 September 2019 12:26

Ersya Purnama Sari, Peserta The Voice asal Banjarmasin

Satu lagi perempuan asli Banjarmasin yang membawa nama baik bagi…

Sabtu, 07 September 2019 12:16

Puluhan Tahun Hanya Diberi Janji, Begini Harapan Warga di Perbatasan HST-HSU

Janji tinggal janji. Itulah yang dirasakan Tatah Cagat Balimau, Desa…

Jumat, 06 September 2019 12:22

Penayangan Pedana Film Suami yang Menangis

"Kalau tidak mampu, lebih baik bersabar. Cukup dengan satu istri”.…

Kamis, 05 September 2019 13:19

Tergantung Leding, Tak Takut Lagi Surutnya Sungai Pas Kemarau

Tinggal di kota seribu sungai tak membuat Banjarmasin berlimpah air…

Rabu, 04 September 2019 11:34

Tarif Ojek Online Naik, Sayangnya Insentif Malah Turun

Tarif baru ojek online (ojol) dimulai serentak seluruh Indonesia sejak…

Selasa, 03 September 2019 11:49

Ibnu Sina Tantang Siswa Menulis tentang Banjarmasin

10 detik awal yang dilakukan 79 persen generasi milenial saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*