MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 29 Mei 2019 11:04
Mengikuti Polisi Menyidak Pasar di Kotabaru
Sudah Paham? Ya Sekarang Pergi Sana
JUJUR: Tandur, seorang pedagang sayur di Kotabaru, berbincang dengan polisi yang menanyainya tentang harga jualan. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Puluhan polisi menyebar di pasar Kotabaru, kemarin. Mereka memantau harga-harga yang dijual pedagang. Seperti biasa, percakapan menarik selalu terjadi dengan pedagang.

--- Zalyan Shodiqin Abdi, Kotabaru ---

Datang jelang siang, puluhan polisi langsung menanyai para pedagang. Mereka memeriksa harga-harga pasar. "Ini agak murah bukan karena kami yang bertanya kan ya?" ujar Wakapolres Kotabaru Kompol Arief Prasetya.

Saat itu dia bertanya kepada penjual bawang. Bawang putih kata penjual kisaran Rp35 sampai Rp40 ribu. Beberapa hari sebelumnya, komoditas ini naik harganya mencapai Rp80 ribu.

Polisi menyebar. Ada yang ke penjual daging. Kabag Ops AKP Charles Tampubolon meminta penjual daging tidak mengangkat harga.

"Bisa kan ya harganya tetap segitu sampai lebaran? Kasian masyarakat kalau naik," pintanya.

Penjual yang mengenakan celana pendek itu mengaku ragu. Dia mengatakan, tiga hari jelang lebaran biaya transportasi naik. "Susah, soalnya nanti ongkos angkut sapinya naik. Biasanya empat hari habis lebaran baru normal," akunya.

Sekarang harga daging sapi Rp140 per kilogram. Diperkirakan dekat lebaran nanti meningkat jadi Rp150 hingga Rp160 ribu. Mendengar itu Charles hanya menggeleng lemah.

Nun agak ke tengah pasar, Kasat Reskrim AKP Suria Miftah berbincang seru dengan Tandur. Seorang ibu paruh baya yang sudah berjualan sayur puluhan tahun di Kotabaru. Dia terkenal di pasar. Ngomongnya ceplas-ceplos.

"Berapa sekilo rawitnya Bu," tanya Suria. "Lima puluh ribu," jawab Tandur dengan logat medok. "Lebih murah di sini ya daripada di sana tadi ya," kata Kasat.

Tandur menjelaskan, dia jualan memang agak murah. Tidak terlalu mengejar untung. "Tapi kalau saya jual per ons harganya Rp7 ribu," kata Tandur.

Suria pun tertawa. "Kalau gitu mahal dong. Kok gak lima ribu per ons. Satu kilo kan 10 ons Bu."

Tandur mengaku kalau jual satu ons, lombok yang dikasih bisa sampai dua ons. Mengapa begitu? Para polisi pun bingung.

Melihat Suria dan kawan-kawannya bingung, Tandur lantas mengambil timbangan. Dia taruh beban satu ons. Kemudian memasukkan lombok ke dalam timbangan.

Lombok dan timbangan seimbang. Tapi Tandur terus memasukkan lombok. Kemudian beban lombok akhirnya lebih berat daripada beban satu ons. "Jadi gini, kalau kurang nanti masuk neraka," ujarnya lugu.

Tawa dan tepuk tangan membahana. Suria pun paham. Maksud penjual itu, kalau jual satu ons pasti dilebihkan. Sehingga jika dijual per ons, satu kilogram jadinya terjual delapan ons saja. Karena dilebihkan.

"Paham sudah ya? Ya sudah pergi sana," kata Tandur. Lagi-lagi disambut tawa.

Tandur memang begitu. Ramah dan apa adanya. Pelanggannya banyak. Meski sudah lama jualan di Kotabaru, tapi dia kerap melayani pembeli dengan bahasa Jawa.

Tandur berasal dari Madiun. "Untuk pantauan hari ini stabil sih harganya. Bawang putih yang beberapa hari lalu sempat meroket sekarang sudah turun," kata Suria.

Terpisah, Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto meminta para pedagang tetap jualan normal. "Ramadan itu kan cari pahala. Jangan manfaatkan untuk cari untung gila-gilaan. Kalau bisa kasih murah lah," pesannya.

Sementara itu dari pantauan wartawan di awal Ramadan sampai pertengahan harga barang melambung tinggi. "Mahal sekali bawang sama telur. Sekarang alhamdulillah sudah stabil," ujar Abdul Halim yang berjualan makanan di Siring Laut.

Para penjual makanan mengaku hasil jualan Ramadan tahun ini lumayan. "Lebih dari hari biasa. Mungkin karena ada pameran," ujar Yuli penjual makanan lainnya.

Para pedagang berharap harga pasar tetap stabil. Supaya jualan mereka tetap laris. "Lumayan beli baju lebaran anak," kata Yuli lagi.(ay/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 10:02

Revitalisasi Sudimampir Harus Terwujud, Pemko Bisa Cabut HGB Pedagang

BANJARMASIN - Rencana pemko merevitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir…

Kamis, 23 Januari 2020 10:01

Atap Rampung, Retribusi Pasar Tungging Bakal Dinaikkan

BANJARMASIN - Setelah pembangunan atap Pasar Tungging di Jalan Belitung…

Rabu, 22 Januari 2020 08:56

Zona Pajak Parkir Bakal Diperluas, Untuk Penuhi Target PAD

BANJARMASIN - Sadar dituntut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…

Selasa, 21 Januari 2020 07:17

Said: Camat, Sisir IMB Pembatuan..!

BANJARBARU - Gaung Pemko Banjarbaru bakal menindak bangunan yang tidak…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:52

Subsidi LPG Belum Dicabut Saja Sudah Berat, Apalagi Dicabut..!!

BANJARMASIN - Kabar pemerintah mengubah skema subsidi gas Liquefied Petroleum…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:33

Jelang HPN, Manajemen Aston Hotel Banua Silaturahmi ke Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Menjelang perayaan Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan…

Rabu, 15 Januari 2020 11:05

Emas Antam Kembali Melorot, Turun Drastis Rp11 Ribu per Gram

BANJARMASIN - Setelah pada perdagangan Senin (13/4) emas Antam turun…

Rabu, 15 Januari 2020 10:46

Bikin Gedung Parkir Baru Tapi Belum Penuhi IMB, Duta Mall Diberi Waktu Sebulan

BANJARMASIN - Manajemen Duta Mall (DM) diberi waktu satu bulan…

Selasa, 14 Januari 2020 12:50

Guru Honorer Naik Gaji, Pemprov Bakal Tambah Hingga Jadi Rp2,3 Juta per Bulan

BANJARMASIN – Setelah menaikkan tunjangan para ASN, tahun ini Pemprov…

Selasa, 14 Januari 2020 11:39

Harga Emas Antam Turun

BANJARMASIN - Emas Antam turun Rp2000 per gram  pada pembukaan…

Pasar Budaya Racah Mampulang Dilaksanakan Sekali Dalam Dua Pekan

Legislatif Sidak Puskesmas

2 Pasien Positif DBD di RSUD Datu Sanggul Rantau

Tampil Berwibawa Pimpin Apel Siaga Bencana, Bupati Wahid Bilang Anggota Satgas itu Mulia

Rumitnya Membangun Jalan Handil Bakti: Sudah Dibantu, Tak Siapkan Tim Penilai

Jika Honorer Benar-Benar Dihapus, Sekolah Terancam Kekurangan Guru

Haul Sekumpul: Dilarang Pasang Atribut Politik

Cuma Bermodal Seragam Polisi, Pria ini Kumpulkan Duit, Sudah Lama Bercita-cita Tapi Tak Kesampaian

Momen HPN 2020, Strategis Bagi Daerah

Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers