MANAGED BY:
SELASA
15 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

SPORT

Jumat, 31 Mei 2019 09:41
Polsekta Banjarmasin Tengah Bantu Mantan Atlet Tenis Meja
Kaki Kanan Menghitam, Kursi Roda Sudah Punya
TERBARING LEMAH: Syaukani selama enam bulan ini hanya bisa rebahan saja. | Foto: Maulana/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Syaukani atlet tenis meja berprestasi pada era tahun 1980. Banyak piagam dan gelar juara diraihnya. Di usia 52 tahun kondisinya sekarang sedang sakit.

--- Oleh: MAULANA, Banjarmasin ---

Syaukani hanya bisa rebahan di tengah rumahnya. Persisnya di ruang tamu. Tidur malam atau istirahat siang di kasur kapuk itu. Jika hendak menuju rumah warga Jalan Kampung Melayu Laut ini bisa lewat Gang 2, persis di samping warung Soto Engot Kampung Melayu. Bertanya saja di sana, warga pasti tahu dan mau menunjukkan lokasi rumah kontrakannya.

Syaukani dan keluarga dikagetkan Senin (27/5) pagi. Kedatangan sejumlah personel Bhabinkamtibmas Polsekta Banjarmasin Tengah bersama Kanit Binmas Iptu Sukarmi dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Melayu Bripka Herman. Polisi bertandang ke rumahnya karena prihatin setelah mendengar kabar kondisi pria tiga anak ini hanya bisa terbaring lemah di kasur selama enam bulan terakhir.

Syaukani mengalami kelumpuhan karena terjepitnya urat syaraf di pinggang. Kaki kanannya menghitam seperti darah beku. Dari mata kaki hingga lutut. Badannya semakin kurus karena kurangnya nafsu makan.

Di rumah dirawat istrinya Siti Fatimah yang sehari-hari bekerja serabutan untuk menghidupi keluarga.

"Suami saya ini mantan atlet, dulu banyak kejuaran yang disabetnya," ucap Siti Fatimah, berbincang dengan Iptu Sukarni.

Syaukani sudah beberapa kali mendapatkan penanganan medis dan rawat inap di rumah sakit. Namun kondisinya semakin memburuk. Terutama kaki kanannya yang berubah menghitam.

"Kata dokternya sih dikarenakan penjepitan urat dipinggang. Penyebabnya mungkin karena pernah terjatuh. Kondisi ini (kaki menghitam, Red) belum lama setelah keluar dari rumah sakit," ujarnya.

Fatimah bingung harus berbuat apa. Segala upaya penyembuhan suami sudah ditempuh berbagai cara. Namun belum berhasil.

"Jika mau beli obat uangnya hasil saya bekerja serabutan. Jika bulan puasa ini saya jualan kue basah. Selain memikirkan rumah tangga, kami memikirkan biaya ngontrak rumah," ucapnya lirih.

Demi makan, minum, dan buang air kecil terpaksa Fatimah yang menangani. Syaukani tak berdaya. Bahkan berbicara saja berat. Personel Banteng itu tadinya mau menyerahkan kursi roda. Tapi, Syaukani sudah memiliki. Jadi hanya diberikan sembako.

"Kami hanya bisa bersabar dan berdoa. Terima kasih bantuan sembako yang telah diberikan. Bantuan kursi rodanya silakan bisa dipindahkan ke masyarakat yang berhak menerimanya," ucap Fatimah.
Kanit Binmas Iptu Sukarmi yang mewakili Kapolsek AKP Sigit Prihanto menyampaikan prihatin dengan kondisi Syaukani.

"Kami dapat kabar dari Bhabinkamtibmas kami di sini bahwa ada warga binaannya mengalami sakit, dan selama enam bulan tak bisa berbuat apa-apa. Kami hendak beri bantuan kursi roda, namun bapaknya sudah memiliki dan kami bawa kembali," ucapnya.

Iptu Sukarni mengaku iba dengan kondisi kesehatan Syaukani. Terlihat separah itu akibat penjepitan urat syaraf.

"Kami berharap dan hanya bisa mendoakan agar cepat sembuh. Kami harapkan ada orang diluar sana yang peduli dengan kondisi Syaukani. Apalagi beliau ini mantan atlet, dan untuk kursi roda akan dialihkan ke masyarakat yang sangat memerlukan," janjinya.(at/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 12 September 2015 09:01

Main Judi Dadu, Ditangkap Polisi

<p><strong>RADAR BANJARMASIN</strong> - Judi...meracuni kehidupan...judi...meracuni…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*