MANAGED BY:
SELASA
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 10 Juni 2019 09:06
Banjir di Tanbu Meluas, Ratusan Rumah dan Lahan Terendam
PERBAIKI PIPA: Petugas PDAM Kotabaru memperbaiki pipa yang pecah karena jebolnya embung Tirawan. Ribuan pelanggan PDAM diperkirakan akan terdampak jebolnya sumber air bersih PDAM Kotabaru ini. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BATULICIN - Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu meluas. Meski tidak memakan korban jiwa, tetapi ratusan rumah dan tanaman padi kini terendam air.

Di Kecamatan Sungai Loban, banjir menggenangi ratusan rumah warga di Desa Sebamban Lama dan Desa Sebamban Baru. Rumah warga yang berada di pinggiran sungai terendam hingga ke atap. Banyak warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga.

Beberapa warga juga minta sumbangan di tengah jalan. Hal ini dilakukan karena aktivitas mereka lumpuh. Warga tak bisa bekerja dan hanya duduk-duduk lesehan di teras rumah menunggu air surut.

Jalan raya di dua desa tersebut juga tergenang air dan hanya bisa dilalui bergantian. Anggota polisi dan TNI ikut membantu warga. Antrean panjang hingga ratusan meter.

Amrul, warga Desa Sebamban Lama mengatakan banjir terjadi sejak Sabtu (8/6) sore hingga siang kemarin. “Sejak tadi malam hujan terus. Siang ini saja cuaca lumayan mendukung. Mudah-mudahan air cepat surut,” ujarnya.

Kepala BPBD Tanbu Eryanto Rais mengatakan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Sungai Loban sudah diberikan. Baik dari perusahaan maupun pemerintah daerah. “Rata-rata bantuannya berupa sembako,” kata Eryanto, kepada Radar Banjarmasin, kemarin siang.

Dikatakan Eryanto, musibah banjir di Kabupaten Tanbu melanda hampir di semua kecamatan. Kecamatan terparah berada di Kusan Hulu. Di kecamatan ini, banjir melanda 13 desa. Rata-rata desa di kecamatan ini berada dipinggiran sungai kusan.

“Dari data yang kami himpun di Kecamatan Kusan Hulu, ada rumah yang terendam dan ada juga rumah yang hampir terendam. Rumah warga yang terendam berada dipinggiran sungai kusan,” jelas Eryanto.

Selain perumahan warga, banjir di Kecamatan Kusan Hulu juga merendam lahan pertanian. Menurut Eryanto, lahan pertanian hampir semua kecamatan mengalami musibah banjir, namun luas lahannya berbeda-beda. “Total lahan pertanian terdampak banjir di Kabupaten Tanbu 686,5 hektar dan 5.225 kg (persemaian),” jelas Eryanto.

Sementara itu, jebolnya bendungan Waduk Tirawan yang dibangun dengan duit puluhan miliar menimbulkan banyak spekulasi. Banyak warga melemparkan opini bendungan yang dibangun seadanya karena tidak bisa menahan luapan air.

Komentar-komentar warga itu pun sudah diketahui PDAM Kotabaru. Humas PDAM Syarwani saat dihubungi Radar Banjarmasin mengatakan, waduk Tirawan yang berada di kaki Pegunungan Sebatung, sekitar tiga kilometer dari pusat kota itu sudah pernah dihantam tekanan air tinggi sebelumnya dan bertahan.

Dia mengaku sudah melihat video banjir di bendungan. "Iya mestinya memang gak papa sih bendungannya," ujarnya Minggu (9/6) kemarin. Sudahkah bangunan diaudit BPKP? "Saya kurang tahu hasilnya. Tapi sudah. Tanya sama pemerintah kalau soal itu," ucapnya.

Dia mengatakan bendungan atau embung Tirawan itu dibangun melalui anggaran pemerintah pusat. Sekitar Rp25 M. "Pembebasan lahan pakai dana daerah sekitar Rp5 Miliar kalau gak salah, kurang tahu pasti saya," akunya.

Yang jelas kata Syarwani lagi, proyek itu mulai dikerjakan di 2016. Peresmian pekerjaan tahun 2017. Selesai di tahun 2018. "Dilelang melalui Dinas Cipta Karya Kotabaru," bebernya.

Sayang sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Cipta Karya Maulidiansyah belum memberikan keterangan. Beberapa kali dihubungi wartawan, belum direspons.

Dampak dari jebolnya embung, sebanyak 2.840 pelanggan terganggu layanan air bersihnya. Syarwani mengatakan PDAM sudah menemukan solusinya. "Solusinya kami akan pakai intake lama. Cuma banyak pipa pecah, sedang kami perbaiki."

Selain di Tirawan, sambungan pipa pecah juga terjadi di beberapa wilayah. "Hampir semua petugas kita ke lapangan memperbaiki. Semoga pelanggan bisa maklum."

Jadi ada berapa total pelanggan terdampak. "Kalau total ditambah sama pelanggan Tirawan ada 14.340 pelanggan. Semua terdampak," keluhnya.

Kemarin, pemerintah, aparat dan relawan bahu-membahu membersihkan longsor di Gunung Sari. Sekitar 15 kilometer dari pusat kota. Longsor itu meluluhlantakkan satu buah rumah dan menutup akses ke objek wisata Hutan Meranti.

Beberapa ruas jalan yang sebelumnya sempat terendam setinggi pinggang kemarin sudah surut. Warga mulai berbenah. Bantuan dari aparat, pemerintah dan relawan untuk warga mengalir.

Meski jalan ke objek wisata sudah pulih, tapi jumlah wisatawan tahun ini menurun dibanding tahun lalu.

Sejak Sabtu (8/6) tadi, pusat kota Kabupaten Kotabaru bisa dibilang lumpuh. Hujan deras beberapa jam membuat banyak jalan tergenang. Dua buah mobil yang melintas di jalan raya daerah Stagen sempat hanyut, beruntung tidak ada korban jiwa.

Selain itu banjir juga menggenang ratusan rumah. Banjir juga melanda kawasan Pulau Laut Timur, Pulau Laut Tengah, Pulau Sebuku dan beberapa kecamatan yang berada di Pulau Kalimantan.

BMKG Kotabaru memprediksi dalam beberapa hari ke depan hujan masih akan turun.

Warga pusat kota banyak mengeluh kondisi drainase yang buruk, serta sampah yang banyak di sungai-sungai. Pusat kota pesisir Pulau Laut memang dilintasi beberapa sungai, yang menuju muara laut. Puluhan tahun silam, sungai-sungai itu besar dapat dilalui kapal. Sekarang sudah banyak yang menyempit. (kry/zal/ay/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Perekonomian Akumulatif Bakal Capai 7,63 Persen

Pererat Kebersamaan, Sekolah Gelar Outbond Bagi Pegawai

Teknologi Absensi dan Pilkades Tabalong Lebih Maju

Kabupaten Paser Belajar E-votting dan E-Office Ciptaan Diskominfo Tabalong

Jangan Lupa Pakai Masker, Udara Banjarbaru Sudah Sangat Tidak Sehat

10 Hektare Lahan di Handil Bakti Terbakar, Saksi: Saya Lihat Tersangkanya..!

Lama Tak Terdengar, Lihan Jadi Tersangka Penipuan (Lagi)

Gara-gara ini, Restoran Terapung Gagal Diresmikan Besok, Padahal Pembangunannya Sudah Dikebut

Karnaval Kostum Daur Ulang, Dapat Antusias dari Warga

PKL Tetap Jualan di Siring Pierre Tendean, Papan Larangan Tinggal Pajangan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*