MANAGED BY:
SELASA
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 10 Juni 2019 11:26
Penumpang Sedikit, Dua Penerbangan 'Nganggur'
NGANGGUR: Aktivitas di landasan pacu Bandara Syamsudin Noor, Sabtu (8/6) tadi. Sejumlah ekstra flight tidak terpakai pada mudik Lebaran tahun ini, karena menurunnya jumlah penumpang. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor pada mudik Lebaran tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Penumpang yang berkurang membuat jadwal penerbangan lebih sedikit dari yang diperkirakan.

Dampaknya, sejumlah ekstra flight yang diajukan maskapai penerbangan hingga kini tidak digunakan. Lantaran, jumlah penumpang belum memenuhi kuota untuk terbang.

Nganggurnya ekstra flight disampaikan, AM Lion Air Banjarmasin Agung Purnama. Dia mengungkapkan, dua penambahan jadwal penerbangan yang diajukan maskapai berlambang singa itu sampai saat ini tidak terisi. "Dua ekstra flight belum terisi sejak H+1 Lebaran sampai sekarang. Yakni, jurusan Semarang dan Surabaya," katanya.

Di Bandara Syamsudin Noor sendiri maskapai yang mengajukan ekstra flight hanya Lion Air, dengan tujuan Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. "Untuk yang ke Jogja selalu terisi," ungkap Agung.

Tidak terisinya dua ekstra flight, menurutnya lantaran jumlah penumpang pada mudik Lebaran kali ini mengalami penurunan, dibandingkan tahun lalu. "Penurunan penumpang Lion Air tercatat 40 persen," ujarnya.

Selain Lion Air, penurunan jumlah penumpang juga dialami maskapai Garuda Indonesia. Hal itu disampaikan GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Prasetyo. "Iya ada penurunan penumpang, tapi memang karena ada pengurangan kapasitas dari Garuda," bebernya.

Penurunan penumpang juga diutarakan Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra. Dia mengungkapkan, pada puncak arus mudik tahun ini jumlah penumpang berada di angka 11 ribu lebih, mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan 2018 lalu. "Dari awal, trennya memang sudah terlihat cenderung negatif dibandingkan tahun lalu," ucapnya.

Dia mengungkapkan, penurunan tren sudah terlihat sejak awal 2019. Ketika, sejumlah maskapai penerbangan menerapkan bagasi berbayar dan menaikkan harga tiket. "Jadi kemungkinan penurunan tren karena dua faktor itu," ungkapnya.

Hal senada sebelumnya juga disampaikan, General Manajer (GM) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Indah Preastuty. Dia menyebut pengguna jasa maskapai penerbangan selama 2019 mengalami penurunan sekitar 25 sampai 30 persen dibandingkan tahun lalu.

"Biasanya jumlah penumpang setiap harinya mencapai kisaran 10 ribu orang. Saat ini tercatat hanya tujuh ribu orang saja perharinya," paparnya.

Dia juga menduga, penurunan jumlah penumpang terjadi diakibatkan oleh masih tingginya harga tiket pesawat. "Kami berharap dalam beberapa waktu ke depan harga tiket maskapai penerbangan bisa segera turun. Sehingga dapat menaikkan jumlah penumpang," pungkasnya. (ris/ay/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…

Perekonomian Akumulatif Bakal Capai 7,63 Persen

Pererat Kebersamaan, Sekolah Gelar Outbond Bagi Pegawai

Teknologi Absensi dan Pilkades Tabalong Lebih Maju

Kabupaten Paser Belajar E-votting dan E-Office Ciptaan Diskominfo Tabalong

Jangan Lupa Pakai Masker, Udara Banjarbaru Sudah Sangat Tidak Sehat

10 Hektare Lahan di Handil Bakti Terbakar, Saksi: Saya Lihat Tersangkanya..!

Lama Tak Terdengar, Lihan Jadi Tersangka Penipuan (Lagi)

Gara-gara ini, Restoran Terapung Gagal Diresmikan Besok, Padahal Pembangunannya Sudah Dikebut

Karnaval Kostum Daur Ulang, Dapat Antusias dari Warga

PKL Tetap Jualan di Siring Pierre Tendean, Papan Larangan Tinggal Pajangan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*