MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 11 Juni 2019 07:30
Sabilal Bakal Ditetapkan Jadi Destinasi Wisata
RAJIN DIKUNJUNGI BULE: Pengurus terus membenahi Masjid Sabilal Muhtadin. Agar tempat ibadah itu cukup layak menjadi objek wisata religi. Apalagi masjid itu sudah sering dikunjungi turis bule. | Foto: Endang Syarifudin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Objek wisata religi di Banjarmasin bakal bertambah. Sebelumnya sudah ada Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin. Menyusul penetapan Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Pulau Tatas.

“Kami akan membuat Sabilal menjadi tempat wisata religi,” ungkap Sekretaris Umum Pengurus Masjid Sabilal Muhtadin, Samsul Rani, Senin (9/6) sore.

Langkah awal, sejumlah bagian bangunan masjid telah direnovasi. Seperti toilet dan tempat wudu. Berikutnya, pembangunan ruangan khusus ibu menyusui dan ruang ganti pakaian perempuan.

Selanjutnya pembangunan balai pengobatan. Mengingat lahan masjid masih amat luas, juga akan dibangun pertokoan. “Barang yang dijual seperti peralatan salat. Dan suvenir khas Kalsel yang bisa dijadikan oleh-oleh wisatawan,” imbuhnya.

Pengurus masjid juga telah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Kalsel untuk pembangunan pintu gerbang masjid.

Ide ini berawal dari rembuk pengurus masjid. Setelah melihat masjid-masjid terkenal di Indonesia. Bahwa tempat ibadah bisa "dijual" sebagai tempat wisata.

"Impian kami, muncul anggapan bahwa kalau ke Banua, belum lengkap rasanya jika belum ke Sabilal," tukas Samsul. Apalagi kawasan sekitar masjid sudah cukup menjual.

Seperti Siring Sudirman, Siring Pierre Tendean dan Menara Pandang yang berseberangan dengan masjid. "Jadi setelah mengunjungi Pasar Terapung di siring, wisatawan bisa menyeberang kemari," tambahnya.

Menurut Samsul, pihaknya sering mendapat kunjungan bukan hanya wisatawan lokal bahkan dari luar negeri. Tahun 2018 lalu, ada 26 orang warga Amerika yang datang untuk mengunjungi Sabilal.

Mereka tak hanya takjub dengan arsitektur masjid, tapi juga mengagumi jemaahnya. Tak seperti informasi negatif yang kerap mereka terima di internet. Yang menyematkan istilah intoleran, fundamentalis, bahkan sumber terorisme kepada Islam.

“Tahun 2019, ada 13 orang lagi dari Amerika yang datang. Ketika saya tanyai, ternyata mereka tahu dari rekannya yang pernah datang kemari,” pungkasnya.

Penetapan masjid sebagai destinasi wisata bukanlah hal baru. Sebelumnya sudah ada Masjid Jami Datu Abulung di Kabupaten Banjar dan Masjid Agung Riyadhus Shalihin di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (gmp/at/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*