MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 11 Juni 2019 10:34
Melihat Pelaksanaan Haul Akbar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ke-213
Rp26 Miliar Lagi untuk Benahi Makam

Ranjang Kenangan Diserbu Jemaah Haul

MASIH TERAWAT: Ranjang peninggalan Datu Kelampaian masih terawat. Ranjang dibuat dari kayu jati ini usianya sudah lebih 200 tahun dan masih tersimpan di kamar depan rumah Datu Kelampaian di Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur.

PROKAL.CO, MARTAPURA – Meski agenda haul selalu bertepatan hari pertama masa kerja pasca libur panjang, tiap 6 Syawal 1440, tetapi Haul Akbar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ke-213 kemarin berlangsung semarak dari sebelumnya.

Puncak acara haul digelar di Masjid Jami Tughfaturroghibin Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur. Rangkaian haul kali ini lebih lama karena digelar selama 4 hari, sejak 7 sampai dengan 10 Juni 2019. Digelar di dua lokasi terpisah, Masjid Dalam Pagar Kecamatan Martapura Timur dan Kubah Datu Kalampaian, Desa Kelampaian, Kecamatan Astambul, tiap rangkaian diisi oleh jemaah berbeda dan dilaksanakan malam hari.

Tidak seperti tahun terdahulu, jemaah yang datang ke rumah Datu Kelampaian Desa Dalam Pagar lebih banyak. Mereka berebut masuk kamar depan dan berpose di ranjang peninggalan Datu Kelampaian dari Istrinya Ratu Aminah Binti Pangeran Thaha. Meski berusia ratusan tahun, ranjang kayu jati hadiah dari Belanda di Betawi masih utuh dan sangat terawat.

Jemaah pria dan wanita serta anak-anak berjubel melihat sisa peninggalan sang datu. sebagian besar, menyempatkan berfoto serta berbaring sejenak di atas kasur yang dibalut kelambu dan seprai warna kuning. ranjang itu diperoleh setelah Syekh Muhammad Arsyad Al- Banjari berhasil menjawab teka teki dan pertanyaan menjebak dari Belanda waktu pulang ke tanah air dan transit di Betawi seusai belajar di tanah suci.

“Beliau mendapat gelar resmi sebagai Haji Besar oleh salah satu gubernur jenderal VOC di Betawi karena semua pertanyaan menantang dijawab dengan benar,” kata H Mahjuri, zuriat Datu Kelampaian kemarin.

Diceritakan Mahjuri, Datu Kelampaian dari Mekkah ke Betawi bersama temannya,Syekh Adurrahman dari Betawi, Syekh Abdul Wahab dari Bugis, Syekh Abdussamad dari Palembang. Kehadiran mereka sudah dideteksi oleh Belanda, dan ditunggu. Sehingga langsung disambut oleh Gubernur Jenderal waktu itu.

Kealiman Datu Kelampaian langsung diuji langsung oleh Belanda. Ia disuguhi pertanyaan tentang dalam lautan, kebenaran ada air di situ ada ikan, apakah mungkin di dalam batok kelapa ada ikan. Dan diminta menebak misteri dari isi peti. Padahal, semua pertanyaan itu sangat menjebak. Berkat pengetahuan dan karomah akhirnya dijawab dengan benar.

“Contohnya, Belanda bertanya tentang mungkinkah ada ikan dalam batok air kelapa. Datu Kelampaian menjawab ada ikan. Setelah dibelah, ternyata ada ikan di dalamnya. karena kepandaiannya, beliau diberi hadiah ranjang yang sampai hari ini bisa kita saksikan di Dalam Pagar,” cerita Mahjuri.

Ranjang hadiah dari Belanda itu rupanya digunakan oleh Datu Kelampaian sebagai mahar ketika meminang Ratu Aminah. Selain ranjang itu, beberapa benda berharga lain serta sejumlah uang yang turut menjadi mahar pernikahan waktu itu. Tentu saja banyak kisah aneh yang dikisahkan tentang ranjang tersebut. Setinggi apa pun badan orang, ketika berbaring di atas kasur ranjang itu selalu cukup.

Dicegat setelah puncak haul, KH Wildan Salman mengungkapkan kepercayaan internal keluarga yang belum banyak diketahui publik. Sosok datu, kata Guru Wildan memegang wilayah tugas kewalian meliputi Kalimantan secara khusus dan Indonesia secara umum. Ini dibuktikan, jemaah haul tidak pernah berkurang, datang dari penjuru Indonesia dan luar negeri.

“Zuriat Datu sangat banyak di luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Brunai, dan Singapura. Mereka ini yang bertugas mengemban tugas dakwah dan melanjutkan di tempatnya masing-masing,” ungkap Putra KH Salman Jalil, yang kini jadi Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Darussalam, Tanjung Rema, Martapura.

H Muhammad, satu satu Zuriat yang aktif di Yayasan Datu Kelampaian mengungkapkan, haul serupa telah digelar sejak wafat selama 213 tahun. Tahun sebelumnya panitia menyediakan 60 ribu nasi kotak. Kali ini ada peningkatan jumlah konsumsi yaitu 80 ribu kotak nasi samin. Total beras yang dikelola seberat 900 blek dan sapi 20 ekor.

“Relawan menyediakan dapur umum mulai Martapura Barat, Sungai Kitano, dan Teluk Selong. Semua beras ini kita buat nasi samin, Alhamdulillah semua bisa menikmati hidangan yang panitia sediakan,” ungkap Muhammad.

Haul Datu Kelampaian ini pun tetap jadi daya tarik para tokoh banua. Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Mantan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin putranya H Aditya Mufti Ariffin tidak pernah absen setiap tahun. Termasuk para kepala daerah se Kalsel dan politisi lainnya. Seluruh rangkaian tahlil dipimpin oleh Guru Wildan Salman dan Guru Masdar.

“Kami punya janji membenahi kawasan Kubah Datu Kelampaian. Sejak Agustus 2018 sudah ada peletakan batu pertama. Tahun ini kita lanjutkan lagi, sudah ada dananya,” terang Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor ketika didaulat memberikan sambutan singkat.

 

Komplek Makam Syekh Muhammad Arsyad Albanjari bakal dibenahi dengan anggaran yang tak sedikit. Kompleks makam ulama nusantara asal Kalsel itu akan ditata hingga bagian belakang makam.
“Tahun ini kawasan parkir dibagian belakang kompleks ditata. Anggarannya Rp26,7 miliar,” beber Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kalsel, Akhmad Subekti kemarin.
Penataan kawasan komplek Datu Kelampayan ini sudah dimulai sejak tahun lalu. Namun, kala itu Pemprov hanya menggelontorkan anggaran sebesar Rp8,3 miliar. Pekerjaannya meliputi penataan toilet dan fasilitas umum lainnya. Pemprov hanya bisa menata sebagian. Khusus makam dan masjid, tak bisa dipugar maksimal karena termasuk cagar budaya yang harus dilestarikan. “Pekerjaan tahun ini meliputi pemasangan vaping block, pengaspalan, termasuk pembangunan ruang serbaguna hingga penataan kios di kawasan parkir tersebut,” jelas Subekti.

Kawasan parkir di belakang makam ini memang kondisinya kerap digenangi air pasang jika sungai meluap. Sehingga cukup menyulitkan bagi peziarah. “Proses pekerjaan sudah mulai dilaksanakan. Tahun ini sudah selesai,” tutupnya.

Selain menata kawasan komplek. Pemprov juga membangun jalan baru sepanjang 5,2 kilometer menuju makam. Tahun ini dengan anggaran Rp19 miliar. Pemprov mengerjakan jalan sepanjang 1,2 kilometer. “Totalnya kami perkirakan sekitar Rp90 miliar. Nanti dilanjutkan lagi tahun depan,” terang Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib.

Dibangunnya jalan alternatif ini sebutnya, adalah untuk memberi kemudahan bagi peziarah di hari-hari besar. Contohnya seperti haul Datu Kelampayan yang dihadiri banyak jemaah. Akses terbatas, membuat kenyamanan pun terganggu. “Kawasan ini akan dikembangkan sesuai dengan visi misi gubernur yakni membangun infrastruktur strategis,” ujarnya. (mam/mof/ay/ema)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10

Tanah Permukiman Retak karena Tambang

MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan,…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:07

Habis Upacara, Langsung Pimpin Parade Merah Putih

BANJARMASIN – Markas Korem 101/Antasari Sabtu (17/8) siang kemarin terlihat…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:01

Dishub Banjarbaru Rayakan HUT RI Bersama Supir

BANJARBARU - Momen perayaan HUT Proklamasi RI ke 74 selalu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:59

Jangan Masuk Lagi Ya..!! 201 Napi Hirup Udara Segar

BANJARBARU - HUT Proklamasi RI ke 74 yang jatuh pada…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:57

Rayakan HUT RI, Rayakan dengan Heboh

BANJARMASIN – Momen Kemerdekaan RI selalu disambut dengan spesial oleh…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:56

Warga Tionghoa Rajin Gelar Lomba Tujuhbelasan

BANJARMASIN – Bagi Persatuan Marga Tionghoa (PSMTI) Banjarmasin, momen peringatan…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:54

Warga Tionghoa ikut Rayakan Kemerdekaan RI

BANJARMASIN – Hari Jadi RI ke-74 juga disambut gembira oleh…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:24

Dibanding Tetangga, Kebakaran Hutan di Kalsel Ternyata Lebih Terkendali

Dibanding provinsi di Kalimantan lainnya, Kalsel bisa diuntungkan dengan kondisi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:17

Bus Rapid Transit (BRT) Tak Gratis Lagi, Ini Tarif Baru Bis Biru....

Usai disimulasikan selama enam bulan, mulai 14 Agustus tadi, Bus…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:13

Belum Resmi Ditetapkan, Supian HK Sudah Klaim Bakal Jadi Ketua DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Pelantikan Anggota DPRD Kalsel diagendakan pada 9 September…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*