MANAGED BY:
SELASA
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 12 Juni 2019 07:20
Masih Dihantui Banjir, BMKG: Hujan Deras Masih Beberapa Hari ke Depan

PROKAL.CO, TANAH BUMBU - Banjir masih menghantui Kabupaten Tanah Bumbu. Cuaca di daerah pesisir Kalsel ini masih kurang bersahabat. Di Kecamatan Kusan Hulu saja, genangan air masih melanda permukiman warga dan jalan penghubung antar desa. Bahkan jembatan kayu di Desa Tibarau Panjang roboh diterjang banjir. Walaupun sudah ada penurunan debit air, dari 1.4 meter menjadi 1.3 meter.

Kapolsek Kusan Hulu Iptu Abdul Halim mengatakan, banjir masih melanda 14 desa, namun lokasi terparah berada di 6 desa, yakni Desa Binawara, Anjir Baru, Manuntung, Sungai Rukam, Lasung dan Bakarangan. “Sebagian warga masih berada di posko-posko pengungsian, namun sebagian lagi menolak dievakuasi dan memilih untuk bertahan di rumah,” jelasnya, kemarin.

Kapolsek sudah menurunkan seluruh anggotanya ke lapangan guna mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Bahkan, dia sendiri berjibaku dengan banjir untuk membantu warga. “Di Kecamatan Kusan Hulu, rumah yang terdampak banjir dihuni 1.510 KK dengan 4.809 jiwa,” sebut kapolsek.

Kapolsek mengatakan, bantuan korban banjir terus berdatangan, baik dari perusahaan, perorangan maupun pemerintah daerah. Posko kesehatan juga sudah didirikan untuk membantu pemeriksaan kesehatan warga.

“Di beberapa titik juga didirikan posko pengungsian korban banjir, ada dapur umumnya untuk persediaan makan warga,” papar kapolsek.

Dia mengimbau kepada warga, khususnya yang bermukim dipinggiran sungai kusan untuk tetap waspada apabila banjir besar kembali terjadi.

Musibah banjir di Kabupaten Tanbu juga sudah sampai di daerah pinggiran kota. Saking parahnya, Jalan Lingkar Batulicin ikut terendam air kemarin pagi. Padahal sejak jalan itu dibangun, belum pernah kebanjirani. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus memperlambat lajunya. Jalan hanya bisa digunakan satu jalur.

Jalan Lingkar Batulicin itu berada di Desa Desa Maju Bersama dan Desa Sukamaju Kecamatan Batulicin. Banjir kiriman tersebut berasal dari Desa Kuranji Kecamatan Batulicin. Di desa ini memang terdapat banyak lahan perkebunan kelapa sawit.

Parlin, warga Batulicin mengatakan banjir yang menggenangi Jalan Lingkar Batulicin cukup mengganggu. “Saya harus pelan-pelan lewatnya, apalagi jalannya hanya bisa digunakan satu jalur. Kalau dipaksakan ngebut bisa basah pakaian saya,” ujarnya.

Sementara itu di Kecamatan Sungai Loban, air sungai mulai surut. Air yang menggenangi jalan, sudah mengering. Begitu juga permukiman warga di Desa Sebamban Lama dan Sebamban Baru,sebagian sudah aman. Meski begitu, rumah warga yang berada persis di pinggir sungai masih tergenang air, namun tidak separah sebelumnya.

“Sejak Senin (10/6), malam sekitar pukul 23.00 Wita, warga yang mengungsi di posko sudah kembali ke rumah. Air sungai sudah mulai surut. Siang ini cuaca agak mendung, mudah-mudahan tidak sampai hujan,” kata Camat Sungai Loban Samsir.

Saat musibah banjir terjadi, di Desa Sebamban Lama rumah yang terdampak banjir dihuni oleh 12 KK di RT 03 dan 34 KK di RT 04. Jumlah jiwa yang terdampak banjir sebanyak 150 orang. Sementara di Desa Sebamban Baru, rumah yang terdampak banjir di RT 01 95 rumah, RT 02 2 rumah, RT 03 41 rumah dan RT 04 1 rumah. Total rumah yang terdampak banjir sebanyak 130 rumah yang dihuni 161 jiwa.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan deras masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra mengatakan, shearline atau wilayah belokan angin di Utara Kalsel yang sebelumnya menjadi penyebab tingginya curah hujan di Banua sebenarnya sudah berkurang. Akan tetapi, datang lagi fenomena lain yang sama-sama berkontribusi membentuk awan hujan.

"Pengaruh Shearline sudah berkurang, tapi potensi hujan masih ada karena adanya MJO (Madden-Julian Oscilation)," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

MJO sendiri merupakan gelombang atmosfer, dampaknya untuk cuaca ialah membentuk awan-awan hujan. Sehingga, wilayah yang dilewatinya curah hujannya bakal meningkat.

Bayu memperkirakan, fenomena MJO kemungkinan terjadi hingga satu pekan ke depan. "Untuk update curah hujan mingguan masih kami olah. Nanti, kalau sudah selesai akan kami sampaikan," bebernya.

Secara terpisah, Forester Iklim Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Khairullah membenarkan jika awal Juni ini curah hujan masih tinggi. Lantaran, dipengaruhi adanya MJO. "Akhir April sampai Juni sebenarnya awal musim kemarau di sejumlah wilayah di Kalsel. Tapi, lantaran ada anomali cuaca membuat curah hujan malah meningkat," jelasnya.

Wilayah yang seharusnya lebih dulu memasuki musim kemarau ialah Kalsel bagian Barat. Seperti, Banjarbaru, Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Sedangkan, untuk Kalsel bagian Timur; Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut menurut perkiraan baru memasuki musim kering pada Agustus.

"Di Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut juga ada beberapa daerah yang sifatnya non zona musim. Di mana antara musim hujan dan kemarau sulit membedakannya, karena ketika di daerah lain panas di sana justru hujan," ujarnya.

Dia menuturkan, suatu daerah bersifat non zona musim atau tak punya musim lantaran berada berdekatan dengan laut. "Laut dapat mempengaruhi interaksi iklim, sehingga musimnya sulit ditebak," pungkasnya. (kty/ris/ay/ema)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 14:59
Pemkab Tabalong

Teknologi Absensi dan Pilkades Tabalong Lebih Maju

TANJUNG - Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten…

Senin, 23 September 2019 13:13
Pemkab Tabalong

Kabupaten Paser Belajar E-votting dan E-Office Ciptaan Diskominfo Tabalong

TANJUNG – Keberhasilan Dinas Kominukasi Informatika dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten…

Senin, 23 September 2019 11:30

Jangan Lupa Pakai Masker, Udara Banjarbaru Sudah Sangat Tidak Sehat

BANJARBARU – Ini mungkin jadi perhatian bagi masyarakat, agar selalu…

Senin, 23 September 2019 10:29

Kemarau, Air Baku PDAM Batola Masih Berlimpah

MARABAHAN - Dampak kekeringan pada tahun ini tidak begitu signifikan…

Senin, 23 September 2019 10:01

Dari Ajang Gowes X- Treme di Wisata Kiram Park: Alhamdulillah, Terima Kasih Paman Birin..!

Rifky, bocah berumur sembilan tahun langsung mengucapkan Alhamdulillah, setelah Gubernur…

Senin, 23 September 2019 09:59

Kadisdik Kalsel Raih Penghargaan API

BANJARBARU – Kepala Dinas Pendidikan Kalsel M Yusuf Effendi menerima…

Senin, 23 September 2019 09:57
Pemko Banjarbaru

Sambut Tim Verifikasi Lomba Dasa Wisma

BANJARBARU - Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Hj…

Senin, 23 September 2019 09:51
Pemkab Tanah Bumbu

Disnakertranskop UM Bagikan Wajan

BATULICIN - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro…

Senin, 23 September 2019 09:50
Pemkab Tanah Laut

Lansia Kuranji Terima Bansos

BATULICIN - Bagian Kesra Setda Tanbu kembali menyerahkan bantuan sosial…

Senin, 23 September 2019 09:46
Pemkab Tanah Laut

Menyamakan Persepsi Jajaran Kesehatan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor membuka Rapat…

Perekonomian Akumulatif Bakal Capai 7,63 Persen

Pererat Kebersamaan, Sekolah Gelar Outbond Bagi Pegawai

Teknologi Absensi dan Pilkades Tabalong Lebih Maju

Kabupaten Paser Belajar E-votting dan E-Office Ciptaan Diskominfo Tabalong

Jangan Lupa Pakai Masker, Udara Banjarbaru Sudah Sangat Tidak Sehat

10 Hektare Lahan di Handil Bakti Terbakar, Saksi: Saya Lihat Tersangkanya..!

Lama Tak Terdengar, Lihan Jadi Tersangka Penipuan (Lagi)

Gara-gara ini, Restoran Terapung Gagal Diresmikan Besok, Padahal Pembangunannya Sudah Dikebut

Karnaval Kostum Daur Ulang, Dapat Antusias dari Warga

PKL Tetap Jualan di Siring Pierre Tendean, Papan Larangan Tinggal Pajangan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*