MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 12 Juni 2019 11:45
KENAPA INI..?? Cium Aspal di Depan "Paman Birin"
TUNAIKAN NAZAR: Syafriansyah menunaikan nazarnya mencium aspal di kawasan Gunung Haji dekat Batu Ladung di Kecamatan Pulau Laut Tengah mulus sebelum lebaran. Warga Lontar Timur ini bernazar melakukan hal ini jika jalanan di sana diaspal. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, KOTABARU - Syafriansyah tak kuasa menahan suka. Dia sujud di aspal baru sebagai ekspresi rasa syukur. Warga pesisir yang puluhan tahun menderita karena jalan rusak kini sudah bisa gembira. Akses ke dalam dan ke luar desa lebih mudah karena jalanan telah diaspal.   

Pemuda berusia 32 tahun itu mengatakan pada lebaran tadi dia mudik dari Tanah Bumbu ke Pulau Laut Tanjung Selayar dengan roda dua. Selama ini, hal paling menjengkelkan kalau pulang ke kampung halaman adalah jalanannya "Dari saya kecil gak pernah mulus, ke kota jarak seratus kilometer empat jam baru sampai,” kenangnya.

Pemerintah selama ini sebutnya, seolah tak mau mengerti. Bagaimana menderitanya warga pesisir. “Jangan coba-coba bawa istri mau melahirkan ke kota. Karena bisa beranak di tengah jalan,” ujarnya.

Kawasan Lontar dan sekitarnya menurut pekerja bangunan itu, seperti dipandang sebelah mata selama ini. "Padahal saya berani bertaruh, keindahan pesisir di daerah kami paling bagus se kabupaten," cecarnya.

Saking jengkelnya, Syafri mengaku pernah berucap. Jika nanti jalan ke arah lontar diaspal banyak, dia akan mencium aspalnya. "Pernah saya bilang gitu. Lama sudah. Karena kesal sekali," akunya.

Nazarnya terkabul. Kemarin sore, Syafri akhirnya terpaksa mencium aspal seperti orang sujud. Di Desa Sungai Pasir, setelah Batu Ladung. Di belakangnya terlihat banyak alat berat dan pekerja. Juga ada spanduk Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Tulisan di spanduk begini: hati hati ada pengerjaan jalan.

Aksi Syafri itu disambut tawa oleh mandor dan konsultan pekerja. Menurut mandor, proyek itu berasal dari anggaran Pemprov Kasel. Sudah tiga tahun anggaran perbaikan jalan dikucurkan dari Lontar menuju Tanjung Serdang.

Walau anggaran di tahun pertama, 2017 akhir masih sangat sedikit. Hanya mengaspal beberapa kilometer kawasan Batu Ladung ke arah Lontar. Kemudian proyek dilanjutkan di akhir 2018. Dan sekarang di awal 2019. "Kalau sampai Lontar benar-benar mulus. Saya akan cium lagi aspalnya," janji Syafri.

Aspal yang dicium Syafri sebelumnya adalah kawasan yang ekstrem. Truk sudah sering terbalik di sana. Karena menanjak, turun curam dan berlubang parah. "Saya sampai dipecat jadi sopir truk gara-gara terbalik di sana. Habis muatan sawit tumpah, bos marah," kata Rapi warga Teluk Temiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar.

Rapi sekarang bekerja sebagai nelayan. Dia mengaku para pemilik truk enggan memperkerjakannya. "Dikira saya yang salah. Padahal jalannya yang memang tidak layak. Rossi juga ampun lewat di sana," ketusnya.

Fendy, pengusaha muda asal Kotabaru sempat kapok ke Lontar pakai roda empat. "Ngeri jalannya. Mobil saya turun ke bawah gak bisa naik. Soalnya jalannya kerikil lepas," akunya. Dia sering ke Lontar menjenguk istrinya yang bekerja sebagai tenaga kesehatan.

Jalan itu sekarang sudah berubah. Masih ada sekitar 20 kilometer lagi yang rusak parah menuju Lontar. Syafri berharap Gubernur Sahbirin Noor u meningkatkan lagi anggarannya.

Sementara itu, dari 20 paket pekerjaan infrastruktur di Kalsel yang dibiayai pemerintah pusat, 18 paket sudah selesai lelang. “Untuk paket pekerjaan di kawasan Hulu Sungai sudah semua, tinggal dua di kawasan Tanah Bumbu-Kotabaru,” beber Kabag TU Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Banjarmasin, Mutaal Badrun, kemarin.

Membiayai sejumlah paket pekerjaan tersebut, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XI Banjarmasin mengucurkan Rp848 miliar. “Dana sebanyak itu selain pekerjaan, juga untuk desain hingga pengawasan,” terangnya.

Khusus pekerjaan, tak semuanya membangun jalan baru. Mereka juga menangani perbaikan kerusakan jalan. “Panjang jalan nasional di Kalsel yang kami tangani tahun ini mencapao 1.204 km lebih. Salah satunya jalan baru Manggalau Kerang di Kotabaru,” tambahnya.

Dia optimis, semua paket pekerjaan akan tuntas tahun ini di luar Jembatan Alalak dan Jalan Manggalau Kerang yang pekerjaannya multiyears. “Ada 14 paket dari Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I. Ditambah 6 paket dari Satker PJN Wilayah II. Di PJN I tinggal dua yang belum selesai lelang,” ungkapnya.

Sementara soal jalan nasional di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang terpapar banjir, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel I BBPJN XI Banjarmasin, Syahriliansyah menerangkan, sudah mendata kerusakan.

Untuk di kawasan Kabupaten Tanah Bumbu sebtunya, kerusakan jalan nasional terjadi ruas Kintap-Sungai Cuka, Sungai Cuka-Sebamban, Sebamban-Pagatan, dan Batulicin-Lumpangi serta Mentewe-Batas Tanah Bumbu. “Yang parah terjadi di Mentewe, kondisinya longsor,” terang Syahriliansyah.

Menangani ini, pihanya akan akan mengusulkan penanganan pasca banjir. Sementara di ruas jalan lain yang mengalami kerusakan ringan ditangani dengan paket kontrak long segmen preservasi jalan.

Di Kawasan Kotabaru yang terpapar Banjir, Syahril mengungkapkan akan ditangani pasca banjir mulai surut. Di sini terangnya, jalan nasional yang terdampak ada di ruas Kotabaru-Stagen-Tanjung Serdang.

“Kondisinya aspal terkelupas menyebabkan jalan berlubang dan bahu jalan tergerus. Akan kami tangani setelah banjir reda,” janjinya. (zal/mof/ay/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers