MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 14 Juni 2019 09:43
Bayar THR Kurang, 4 Perusahaan Diadukan
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Lebaran sudah lewat. Namun, masih ada kesedihan ara pekerja yang tak diberikan kewajiban Tunjangan Hari Raya (THR). Dari data Dinsnakertrans Kalsel. Ada sebanyak 6 pengaduan tentang perusahaan yang tak memabayar THR.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, ada kenaikan 1 laporan. Kala itu laporan yang masuk ke Disnakertrans hanya 5 perusahaan. Meski naik, rupanya dari laporan yang masuk 4 perusahaan dilaporkan hanya kurang bayar.

Bahkan empat perusahaan tersebut terang Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kalsel, Wahyudin Noor, sudah membayarkan sisa kekurangan nilai yang harus dibayarkan. “Sebelum lebaran lalu sudah beres,” terangnya kemarin.

Soal THR Keagamaan ini, pemerintah pusat sudah mengeluarkanSurat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya ( THR) Keagamaan Tahun 2019. Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja.

Sementara, jumlah besaran THR, setiap pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR satu (1) bulan upah. Adapun bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, THR-nya diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan upah.

Bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, besaran THR-nya berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sedangkan bagi pekerja lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. “Kalau dibandingkan dengan tahun lalu memang naik. Tapi tahun ini ada peningkatan kesadaran perusahaan untuk membayar. Hanya ketidakmengertian perusahaan saja,” tutur Wahyudin.

Lalu bagaimana dua perusahaan yang belum membayarkan THR keagamaan ini. Dia menuturkan, setelah dimediasi, satu perusahaan sudah membayarkan kepada pekerja. Tinggal satu perusahaan yang akan pihaknya tindak lanjuti kembali. Dua perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor listrik dan pelayaran. “Yang kontraktor listrik sudah dibayar,” tandasnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*