MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 18 Juni 2019 10:30
Darmawan Jaya Setiawan Menuju Pilkada 2020 Kota Banjarbaru
Jaya Merasa Nyaman dengan Nadjmi
Darmawan Jaya Setiawan Menuju Pilkada 2020 Kota Banjarbaru

PROKAL.CO, Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak digelar 2020. Bulan September disebut jadi waktu pencoblosan untuk calon kepala daerah, baik Gubernur, Walikota, maupun Bupati. Di Banjarbaru, dikabarkan kuat, duet Petahana Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya bakal maju kembali berpasangan. 

--- MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru ---

Meski masih lumayan lama. Bursa siapa yang berpeluang maju sebagai Paslon di Pilkada 2020 Kota Banjarbaru mulai menyeruak. Beberapa nama dan prediksi Paslon pun turut disebut.

Selain nama-nama yang santer ditengarai akan maju. Duet Petahana: Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya S, diprediksi kuat akan maju kembali. Pasangan yang memenangi Pilkada 2015 Kota Banjarbaru ini bahkan sudah mulai terang-terangan memproklamirkan mereka bakal bersama lagi.

Radar Banjarmasin berkesempatan mewawancarai Darmawan Jaya S. Pria yang menjabat Wakil Walikota Banjarbaru ini pun menyebut, jika sudah hal lumrah satu tahun menjelang Pilkada mulai bermunculan nama-nama yang dikaitkan mencalon.

Lantas bagaimana dengan Jaya sendiri? Jaya menegaskan jika ia benar akan maju kembali. Bahkan ia tak menampik jika pasangannya kelak tetap bersama Nadjmi Adhani. Walikota Banjarbaru sekarang. "Insya Allah (tetap bersama Nadjmi). Itu komitmen kita dari awal. Jadi tetap melanjutkan," jawabnya saat ditemui wartawan di ruangannya, kemarin (17/6) pagi.

Sambungnya, bersama Nadjmi ia merasa nyaman. Lantaran hubungannya dengan Nadjmi sudah terawat sejak lama. Bahkan katanya semenjak masih duduk di bangku sekolah.

"Kita sama-sama satu sekolah. Lalu setelah itu terus bersahabat. Saat pak Nadjmi sudah bekerja di Pemko (sebelum Walikota) pun saya sering berkomunikasi juga, misal saya jadi ketua panitia acara di Pemko biasanya koordinasinya dengan beliau," ceritanya.

Maka dari itu, Jaya menampik bahwa ada kabar yang menyebutkan bahwa keharmonisannya dengan Nadjmi hanya terjadi menjelang Pilkada 2020.

"Kita sudah dan selalu harmonis dari awal. Kalau ada yang menyebutkan kenapa sekarang lebih menunjukkan keharmonisan, sebenarnya tidak begitu. Mungkin karena baru terekspose lebih sekarang, akhirnya ada pandangan seperti itu," pandangnya.

Keputusan tetap bergandeng dengan Nadjmi tutur Jaya juga karena faktor harapan publik. Dia mengaku bahwa saat terjun ke masyarakat di berbagai kegiatan selama kurun empat tahun ini. Tak sedikit warga yang menyarankan agar mereka tetap bersama. "Kita sering dengar pesan masyarakat. Biasanya bilang: pian jangan bepisah (dengan Nadjmi, red), jangan berubah. Itu komentar sekaligus harapan positif yang kerap saya dengar," ujarnya.

Saat ditanya bagaimana peluang Petahana di Pilkada 2020. Jaya mengatakan ada dua faktor yang bisa memengaruhi, yaitu subjektivitas dan objektivitas penilaian masyarakat. Namun dia menegaskan, kalau jawabannya tadi bersifat pandangan personalnya. Bukan mewakili Nadjmi. "Kita tentu optimistis bisa meraih hasil maksimal. Beberapa tahun terakhir juga dapat respons baik dari masyarakat. Program dan pembangunan selama kita menjabat juga diapresiasi publik. Jadi tentu optimistis, tapi bukan bentuk kesombongan," nilainya.

Kembali ke faktor tadi. Subjektif dan objektif ucap Jaya bisa jadi hal riskan. Sebab katanya efek pasca Pemilu 2019 belum tentu akan berpengaruh terhadap peta pilihan ataupun dukungan warga. Lantaran ia berpandangan dalam Pilkada bahwa sosok figur seorang Paslon di daerah bisa jadi berperan penting.

"Ini pandangan saya pribadi, kalau yang bisa menentukan sebenarnya adalah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Nah itu tadi penilaian masyarakat bisa secara subjektif atau objektif," terangnya.

Subjektif di sini kata Jaya lebih ke pendapat atau pandangan personal seseorang khususnya warga selaku pemilih.

Semisal katanya jika ada masyarakat yang melihat kinerja pemerintah sekarang tidak baik dan perlu diganti pemimpin baru. Maka katanya itu bisa jadi subjektif. "Ataupun sebaliknya, ada juga yang menilai kinerja pemerintah selama ini baik dan tetap dipercaya masyarakat. Jadi itu tergantung masyarakat," tambahnya.

Namun secara objektivitas, polanya sebut Jaya, lebih kepada penilaian masyarakat terhadap hasil kinerja berbasis data. "Bisa dari prestasi yang telah dicapai. Ini objektif, ada indikatornya," sebutnya.

Berstatus Petahana apabila memang dipastikan maju di Pilkada 2020 memang kata Jaya ada keunggulan. Namun hal itu bebernya tak bisa menunjang jika tak dibarengi kinerja dan pencapaian.

"Menang ada keunggulan karena bisa bertemu sapa masyarakat lebih banyak. Tapi itu saja tidak cukup, karena harus dibarengi dengan track record serta kinerja juga," ungkapnya.

Saat coba ditanya ihwal isu rekan satu Parpolnya yakni Anggota DPR RI Periode 2014-2019, Aditya Mufti Arifin bakal ikut di Pilkada 2020 Serentak di Banjarbaru. Jaya hanya menjawab normatif.

"Kalau saya sendiri pada posisi yang sebaiknya tidak mengomentari tentang siapa pun (yang mencalon). Biarlah proses itu mengalir dengan baik dan harmonis," jawabnya.

Memang beberapa waktu belakangan santer terdengar bahwa Aditya yang merupakan putra mantan Gubernur Kalsel, Rudi Arifin bakal maju. Itu diprediksi kuat setelah Ovie -sapaan akrabnya- gagal melaju ke Senayan pada Pileg 2019 lalu.

Ada dua daerah yang dikaitkan dengan pencalonan Ovie. Yakni Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Akan tetapi beberapa isu dan prediksi menengarai kuat jika Ovie yang juga Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalsel ini bakal berlabuh di Kota Idaman.

Lalu jikalau skema ini benar adanya. Jaya yang notabene ketua DPC PPP Banjarbaru berada di situasi yang sulit. Lantaran ada kemungkinan ia bakal berkontestasi dengan pimpinan Parpolnya di level Provinsi.

Sekali lagi Jaya tak menjawab secara rinci soal pertanyaan seputar isu ini. Ia hanya mengatakan bahwa memang lumrah bermunculan nama-nama menjelang Pilkada dihelat.

"Saya berharap prosesnya itu berjalan lancar dan membawa kesejukan. Kita sudah melewati Pilkada yang lancar dan penuh kekeluargaan, tak terkecuali antar kontestan. Ini saya kira yang harus diteruskan," katanya.

Terakhir, coba disinggung terkait jalur mana yang akan ditempuhnya bersama Nadjmi jika benar mencalon. Jaya hanya menjawab bahwa semua jalur bisa jadi pertimbangan.

"Ketika siapa pun maju dalam Pilkada, tentu semua jalur bisa jadi pertimbangan. Apakah independen ataupun lewat parpol. Tapi kita dahulu (Pilkada 2015) ada independen dan juga dukungan parpol, jadi kita lihat prosesnya. Yang pasti kita niatkan untuk Banjarbaru lebih baik," tuntasnya.

Adapun, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani yang juga calon kuat berpasangan dengan Jaya saat ini belum bisa diwawancarai. Saat coba dikonfirmasi wartawan, orang nomor satu di Banjarbaru ini menjawab tengah menjalankan ibadah umrah. "Saya lagi menjalankan ibadah umrah, Nanti setelah tiba di banua ya," kata Nadjmi Adhani saat dihubungi wartawan via pesan singkat. (al/ram/ema)


BACA JUGA

Minggu, 22 September 2019 10:58

Suplai Air Bersih Banjarmasin Terganggu

BANJARMASIN - Hujan yang turun sebentar pada Jumat (20/9) tadi,…

Minggu, 22 September 2019 10:52

PDIP Pilih Rosehan Pasangan Sahbirin

BANJARMASIN - PDI Perjuangan nampaknya bukan partai yang bisa diabaikan…

Minggu, 22 September 2019 10:51

YA AMPUN..! Kebakaran Lahan Sasar Kompleks Perumahan

BANJARBARU - Meski Jumat (20/9) sempat diguyur hujan, namun kebakaran…

Minggu, 22 September 2019 10:42

Semua Terkesima Simak Puisi Karawang Bekasi

Para tamu undangan yang hadir dalam Penutupan Pekan Kerja Nyata…

Sabtu, 21 September 2019 16:36

Lubang Jalan Menganga Ditanami Pisang, PUPR: Akan Ditindaklanjuti

BARABAI - Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum…

Sabtu, 21 September 2019 12:01

Ketika Aturan Kampus UIN 'Bikin Sakit’ Mahasiswi Bercadar

Suara Sherly Novita terdengar berat. Baru tiga bulan memakai penutup…

Sabtu, 21 September 2019 11:54

Surat Tak Kunjung Digubris, Lubang Jalan ini Ditanami Pohon Pisang

BARABAI - Habis sudah kesabaran warga RT 6, Jalan Surapati…

Sabtu, 21 September 2019 11:47

Politisi Cantik Partai Golkar Resmi Lamar PDIP

BANJARMASIN - Isyarat koalisi antara Golkar dan PDI Perjuangan menguat.…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Nadjmi-Jaya Harap Berjodoh dengan PDIP, Halim Lamar PKS

BANJARBARU – Duet petahana di kota Idaman; Nadjmi Adhani dan…

Sabtu, 21 September 2019 11:38

Hari Terakhir, 4 Kandidat Daftar ke PDIP Banjar

MARTAPURA – Meski hanya memiliki 2 dari 45 kursi DPRD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*