MANAGED BY:
MINGGU
15 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 20 Juni 2019 09:55
Hasil Giat Satpol PP di Eks Lokalisasi Pembatuan
Sudah Titel Sarjana, Wanita Ini Masih Nekat Mangkal di Eks Lokalisasi
TANGKAPAN BESAR: Satpol PP Banjarbaru selama dua hari menggelar patroli berhasil menciduk delapan wanita terduga PSK di eks lokalisasi | Foto: Satpol PP Banjarbaru for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Bisnis esek-esek terselubung di Kota Banjarbaru ternyata tak betul-betul padam. Meski jelas-jelas sudah dilarang. Nyatanya banyak yang nekat dan bandel menjalankan bisnis ini.

Buktinya, baru saja Satpol PP Banjarbaru menggaruk empat wanita terduga PSK di eks lokalisasi pada Selasa (18/6) kemarin. Rabu (19/6) siang, empat terduga wanita PSK kembali diangkut dari eks lokalisasi Pembatuan.

Empat wanita ini diangkut usai aparat dari Bidang Tribum dan Transmas menggelar patroli rutin di kawasan yang telah ditutup secara resmi tahun 2016 tersebut.

"Sekitar pukul 12.15 Wita empat wanita terduga PSK yakni SM (40), NH (28), DY (26), SZ (37). Kita menindaklanjuti laporan warga bahwa aktivitas prostitusi masih bergeliat dengan cara terselubung," kata Kasatpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat.

Selain empat wanita berbagai usia ini. Petugas juga turut mengamankan seorang pria yang merupakan pemilik dari rumah yang dihuni empat wanita ini.

"Iya SW juga kita amankan, ia pemilik rumah. Semua wanita ini tinggal di satu rumah milik SW. Saat diinterogasi di Mako Satpol PP, keempatnya mengakui sebagai PSK dengan tarif dari Rp150 ribu," bebernya.

Menariknya, meskipun proses penertiban berlangsung lancar dan para terduga PSK ini tak melakukan perlawanan. Namun dalam prosesnya, salah seorang terduga PSK, DY (26) tampak menangis histeris.

Menurut Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat. DY (26) memang sangat histeris. Baik saat di lokasi maupun hingga di bawa ke Mako Satpol PP Banjarbaru untuk dimintai keterangan.

"Saat interogasi dia juga menangis. Ia mengaku tak mau dan takut identitas serta wajahnya tersorot kamera. Tapi kita coba tenangkan agar memudahkan proses interogasi," kata Yanto.

Menariknya, DY yang masih berusia muda ternyata menyandang gelar sarjana. "Benar statusnya Sarjana. Cuman dia menuntut ilmu di wilayah Kalteng. Datang ke sini (Pembatuan) karena ajakan teman. Untuk alasannya dia mengaku gara-gara himpitan ekonomi," sebut Yanto.

Padahal Sehari sebelumnya, empat wanita terduga PSK juga diangkut Satpol PP dari tiga lokasi eks lokalisasi. Yakni Pembatuan, Batu Besi dan KM 18 Liang Anggang. Keempatnya berinisial: AT (22), MT (50), AS (45) dan MN (53).

Dalam proses penertiban keempat terduga PSK ini. Aparat sempat dibuat kecele. Lantaran saat menggelar penyisiran pertama di eks lokalisasi Pembatuan dan Batu Besi, suasana tampak sunyi.

"Ada indikasi operasi bocor, sehingga tidak ditemukan. Lalu kita bergeser ke Km 18 Liang Anggang, benar saja satu orang (terduga PSK) berhasil kita amankan," kata Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat.

Karena mendapat laporan dari masyarakat bahwa masih adanya bisnis esek-esek di eks lokalisasi. Petugas kembali mengecek Pembatuan dan Batu Besi usai dari Km 18. Saat dicek, di Pembatuan ada seorang PSK dan Batu Besi dua orang PSK.

"Total ada empat terduga PSK yang kita angkut ke Mako dari patroli tersebut. Dalam penyelidikan yang dilakukan, mereka mengakui bahwa bekerja sebagai PSK dengan tarif dari Rp70 ribu per sekali kencan," jelas Yanto.

Adapun untuk usia keempat terduga PSK ini, ternyata sebut Yanto dua diantaranya sudah berusia setengah abad. "MT dan MN usianya 50 tahun ke atas. Alasan mereka rata-rata karena kebutuhan ekonomi," katanya.

Delapan orang wanita terduga PSK dan satu orang pemilik rumah ini direncanakan akan disidangkan pada Kamis (20/6). Mereka akan disangkakan melanggar Perda No 6 Tahun 2002 tentang pemberantasan pelacuran di wilayah Kota Banjarbaru. (rvn/ram/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 14:34

419 Hotspot Kepung Kalsel, Terbanyak Selama 2019

BANJARBARU - Semakin hari, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Sabtu, 14 September 2019 14:31

Pengadaan Barang dan Jasa Peluang Korupsi Tertinggi

BANJARMASIN – Pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi celah korupsi…

Sabtu, 14 September 2019 14:25

Undangan Viral, Acara Kontes Waria Batal

RANTAU - Sebaran undangan kontes waria yang rencananya dilaksanakan di…

Sabtu, 14 September 2019 14:12

EKSIS...!! Begini Nih....Modus Baru PSK Banjarmasin

Komandan Peleton II Satpol PP Banjarmasin, Rizkan Wahyudi mengatakan, ada…

Sabtu, 14 September 2019 14:09

Dikira Razia Sudah Usai, Ternyata...

BANJARMASIN - Operasi Patuh Intan 2019 berakhir, jangan dikira takkan…

Sabtu, 14 September 2019 14:07

Petandi Dan Aparat Desa Bersekongkol Edarkan Narkoba, Disimpan dalam Kotak Sandal

BANJARMASIN - Seorang petani dan seorang aparat desa bersekongkol mengedarkan…

Sabtu, 14 September 2019 09:40

Koruptor RS Datu Sanggul Dieksekusi

RANTAU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapin berhasil mengamankan satu terpidana…

Jumat, 13 September 2019 16:03

Taluk Talaran Diserang Api, BPK Kewalahan, Nenek ini Sampai Ikut Turun Padamkan Api

MARABAHAN - Dalam tiga hari belakangan, Marabahan hampir dikepung api.…

Jumat, 13 September 2019 11:51

Perangi Karhutla, Helikopter Rusak, Sekarang Masih Terongok

BANJARBARU - Helikopter pengebom air yang melakukan pemadaman kebakaran lahan…

Jumat, 13 September 2019 11:48

Pesawatnya Tertunda Karena Kabut Tebal, Wakapolri: Karhutla di Kalsel Sudah Meluas, Pembakaran Ini Ada Kesengajaan

Banjarbaru - Kabut asap yang menebal membuat penerbangan di bandara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*