MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 25 Juni 2019 09:44
Beberapa Gerai Giant di Jakarta Tutup, Gerai Kalsel Yakin Tetap Bertahan
MASIH AMAN: Suasana di gerai Giant, Km 7 Banjarmasin. Penutupan jaringan bisnis ritel milik PT Hero Supermarket Tbk di Jakarta tak berpengaruh di Kalsel. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kabar ditutupnya beberapa gerai Giant di Jakarta, tak membuat risau para karyawan jaringan bisnis ritel milik PT Hero Supermarket Tbk itu. Padahal sudah ada enam gerai di sejumlah titik di Jabodetabek yang sudah ditutup.

Divisi Manager Fresh Giant Extra, Djumali yakin penutupan di Jakarta tak akan berimbas di tempatnya. Dia menyebut, tren penjualan di Kalsel menunjukkan angka yang baik. Ramadan tadi omzet gerai yang berada di Jalan Ahmad Yani Km 7 Kabupaten Banjar itu bahkan mencapai Rp13 miliar.

Dia tak bisa membayangkan jika penutupan gerai menimpa pihaknya di Giant Extra Kalsel. Ada sekitar 80 karyawan yang pastinya akan berdampak. “Sampai saat ini, kami belum dapat kabar di Kalsel terjadi seperti di Jakarta,” ujarnya kemarin.

Djumali sangat yakin, Giant Extra tetap bertahan. Pasalnya, tenant yang ada di gerainya menyuntik pemasukan yang tak sedikit. Ada puluhan tenant yang berada di Giant Extra. Semuanya memiliki pangsa pasar yang menjanjikan. Sebut saja J-Co, KFC hingga optic Melawai. “Mereka semua kerjasama dengan Giant pusat. Saya rasa jika tutup, sayang omzetnya,” tambahnya.

Persaingan usaha di sektor ini sebutnya memang sangat sengit. Ritel-ritel tumbuh bak jamur di musim hujan. Belum lagi perang diskon antar perusahaan ritel. “Asal tahu saja, Giant Express di Banjarmasin salah satu paling tinggi penjualannya di kawasan Indonesia Timur,” bebernya.

Djumali sendiri memilih bungkam tentang alasan tutupnya ritel Giant di Jakarta. “Waduh soal itu saya tak bisa berkomentar. Tak berani,” imbuhnya.

Arnaniah salah satu pelanggan menuturkan, ramainya ritel-ritel yang ada malah membuat dirinya diuntungkan. Namanya perempuan, dia selalu mengincar diskon harga. “Saya kadang akhir pekan ke Giant. Biasanya beberapa produk diskonnya besar. Sayang jika tutup,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan di Banjarbaru? Saat wartawan Radar Banjarmasin, kemarin mendatangi Giant Ekspres di Jalan A Yani Km 32, 75, tampak masih buka seperti biasa.

Section Manager Giant Ekspres Banjarbaru Eko Setyo mengatakan bahwa penutupan gerai Giant di sejumlah wilayah tak mempengaruhi aktivitas mereka. "Di sini masih aman. Tidak ada apa-apa," katanya.

Ditanya apakah ada tanda-tanda Giant Ekspres Banjarbaru akan tutup juga, jawabnya tidak ada. Namun, dia mengungkapkan, tutup atau tidaknya semua keputusan ada di pusat. "Tapi sejauh ini, tidak ada kabar apa-apa," bebernya. "Jumlah karyawan masih yang dulu. Tidak ada pengurangan," senyumnya.
Langkah PT Hero Supermarket Tbk selaku pemilik Giant yang akan menutup enam gerai di kawasan Jabodetabek menuai tanggapan dari berbagai pihak. Penutupan itu dinilai menunjukkan industri ritel tanah air sedang berguguran.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai hal itu dicermati dengan seksama. Apalagi ada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat langkah perseroan.

"Tentu kita lihat lagi, ada beberapa program untuk mendorong lapangan pekerjaan. Kalau itu bisa didorong, maka daya beli masyarakat akan terangkat," ujar Airlangga kepada wartawan. ?


Ketua Umum Partai Golongan Karya itu mengatakan penutupan gerai Giant berkaitan erat dengan industri ritel yang notabene padat karya.

"Ya tentu kita lihat pembahasan terkait industri padat karya ini supaya bisa terus berkembang. Nah itu persoalannya apa, ini sedang ditangani satu per satu," kata Airlangga.

DIa mengaku sudah berkomunikasi dengan menteri-menteri terkait untuk mendorong industri padat karya. Insentif pemerintah pun sudah ada, misalnya dalam wujud tax allowance untuk industri tersebut.
Seperti diketahui, PT Hero Supermarket Tbk selaku pemilik Giant akan menutup enam gerai di kawasan Jabodetabek. Gerai-gerai yang tutup per 28 Juli 2019, yaitu Giant Express Mall Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Salah seorang pegawai di Giant Extra Wisma Asri, Bekasi Utara, Jawa Barat, membenarkan ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK).

"PHK juga ditawarkan pesangon. Jumlahnya sesuai masa kerja. Teman-teman ada yang ditawarkan pindah ke Giant yang cukup jauh seperti di Cikeas dan SCBD juga ada," ujar pegawai yang tak bersedia menyebutkan namanya tersebut.

Ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (24/6/2019), Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengaku belum mendengar kabar itu.

"Aku belum cek. Harus cek dulu karena aku juga baru datang," kata Hanif. Namun, dia membenarkan laporan terkait PHK selalu ada. Laporan pun disampaikan kepada publik. Namun untuk Giant, belum ada laporan.(mof/ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.