MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 27 Juni 2019 09:33
30 Ribu Lebih Bidang Tanah di Kalsel Tersertifikasi, Target: 69 Ribu
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo menargetkan seluruh tanah di Indonesia memiliki sertifikat pada 2025 mendatang. Tahun ini Kalsel kebagian 69 ribu bidang tanah yang harus tuntas dari sebanyak 7 juta bidang target sertifikasi tanah.

Target tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Dimana luas bidang tanah yang menjadi target Kanwil ATR/BPN Kalsel sebanyak 140 ribu bidang tanah. “Tahun lalu tuntas melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL),” beber Kepala Seksi Pemeliharaan Data Tanah dan PPAT Kanwil ATR/BPN Kalsel, Husnayadi, kemarin.

Untuk tahun ini, hingga kemarin luas bidang tanah yang sudah selesai disertifikasi pihaknya, sudah sebanyak 30.833 bidang tanah dari 69 ribu bidang tanah. “Kami yakin akan tuntas seperti tahun lalu,” yakinnya.

Dari 69 ribu bidang yang harus dituntaskan, paling banyak ada di kawasan Kabupaten Banjar sebanyak 9.000 bidang tanah, disusul Kabupaten HST dan Tanah Bumbu sama-sama sebanyak 7.500 bidang. “Di Kabupaten Banjar sudah selesai mencapai 2.565 bidang tanah,” bebernya.

Husna mengaku, membuat sertifikasi tanah tak semudah seperti membalik telapak tangan. Selain memerlukan ketelitian, juga diperlukan data yang sahih terhadap kepemilikan tanah. “Kami jemput bola langsung. Kalau hanya menunggu target akan susah tercapai,” terang Husna.

Mempercepat sertifikasi, tim ajudikasi PTSL Kalsel yang terdiri dari satgas fisik, yuridis dan administrasi terangnya terus bekerja sama dengan menyasar ke daerah yang dijadikan target sertifikasi. “Tanah Bumbu yang paling cepat. Dari target sebanyak 7.500 bidang. Sudah tuntas sebanyak 5000 bidang,” sebutnya.

Husna mengatakan, Kalsel merupakan provinsi yang masuk 10 besar tercepat menyelesaikan sertifikasi melalui program PTSL di tahun 2018 lalu. Bahkan progres tahun ini hingga kemarin, Kalsel berada di peringkat 10. “Tahun lalu Kalsel berada di peringkat delapan nasional,” tukasnya.

Meski progres sertifikasi di Kalsel berjalan normal. Namun, dia menyebut masih ada beberapa bidang tanah yang memang sulit diterbitkan sertifikasi. Hal ini karena masih bersengketa dan berkasnya belum lengkap. “Persoalan ini hampir sama dengan provinsi lain,” ujar Husna.

Sisa sekitar 60 persen bidang tanah yang harus dituntaskan tahun ini, dia yakin akan terpenuhi dari target. Melihat aktifnya masyarakat yang begitu antusias melakukan pengurusan administrasi. “Kami yakin tuntas tahun ini. Saat ini masih on the track,” yakinnya.

Secara nasional, program percepatan sertifikasi tanah menunjukkan progres yang signifikan. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Bali akan menjadi provinsi pertama yang seluruh tanahnya selesai disertifikasi. Jokowi menyebut hal itu bisa direalisasikan pada akhir tahun ini.

"Tadi Pak Menteri Agraria menyampaikan, Bali adalah provinsi pertama yang semuanya sudah pegang sertifikat," ujarnya saat memberikan sambutan penyerahan 3.000 sertifikat tanah di lapangan umum Kilobar, Kabupaten Bangli, baru-baru tadi.

Meski di Bali sudah hampir tuntas, Jokowi mengakui jika secara umum beban untuk menyelesaikannya masih cukup besar. Mengingat di seluruh wilayah Indonesia masih terdapat puluhan juta bidang tanah yang masih belum bersertifikat. Padahal sertifikat tersebut merupakan bukti hukum atas kepemilikan tanah atau lahan.

"Di seluruh Indonesia ini masyarakat yang pegang sertifikat harusnya 126 juta. Tetapi sampai 2014 kemarin yang pegang baru 46 juta. Berarti masih kurang 80 juta," terang presiden.

Untuk mempercepat penerbitan sertifikat tersebut, kata Jokowi, pemerintah sejak tahun 2015 telah meluncurkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program itu yang memudahkan rakyat untuk mendapatkan sertifikat atas tanah yang mereka miliki.

Jika upaya percepatan dan peningkatan itu bisa dilakukan secara konsisten, diperkirakan pada tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia akan selesai disertifikasi. Selama ini, banyaknya masyarakat yang belum memiliki sertifikat disebabkan karena sulit dan lamanya melakukan pengurusan sertifikat ini. (mof/far/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:54

Teroris Berpotensi Masuk ke Kalsel, TNI-Polri dan Pemda Gelar Apel Kesiapsiagaan

Suara ledakan berulang kali terdengar di Lapangan Mako Satuan Brimob…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:50

SDM Jadi Fokus Pembangunan Kalsel 2020

BANJARMASIN – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) Pemprov…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:46

LOWONGAN CPNS: Pemprov Kalsel Siapkan 1.900 Kursi

BANJARMASIN – Pemerintah menyediakan 100 ribu kursi untuk calon pegawai…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:40

Kaltim Kandidat Ibukota Indonesia, Jokowi: Masih Tunggu Kajian Lagi

BANJARMASIN – Meski Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:37

Tunggu Usulan Ketua DPRD Sementara

BANJARMASIN - Pemenang pileg April tadi bakal dilantik 9 September…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:28

Jabatan Berakhir, Mobil Dinas Anggota Dewan Ditarik

BANJARMASIN - Masa jabatan anggota DPRD Kalsel akan berakhir. Semua…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:15

Banjarmasin Segera Punya Bus Trans, Target Beroperasi: Tahun 2020

BANJARMASIN – Bus Trans Banjarmasin mulai diwujudkan. Namun, bertahap. Dinas…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:49
SMK PP Negeri Banjarbaru

PWMP 2019, SMKPP N Banjarbaru Bentuk 15 Kelompok Baru

Banjarbaru - Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) SMK-PP Negeri…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:29

Demo Mahasiswa UIN: Ini Universitas, Bukan Pasar!

BANJARMASIN – Demo dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:27

Putar Balik Makin Jauh, U-Turn VDP dan PJR Bakal Ditutup

BANJARBARU - Arus lalu lintas (lalin) di Kota Banjarbaru kian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*