MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 27 Juni 2019 09:33
30 Ribu Lebih Bidang Tanah di Kalsel Tersertifikasi, Target: 69 Ribu
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo menargetkan seluruh tanah di Indonesia memiliki sertifikat pada 2025 mendatang. Tahun ini Kalsel kebagian 69 ribu bidang tanah yang harus tuntas dari sebanyak 7 juta bidang target sertifikasi tanah.

Target tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Dimana luas bidang tanah yang menjadi target Kanwil ATR/BPN Kalsel sebanyak 140 ribu bidang tanah. “Tahun lalu tuntas melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL),” beber Kepala Seksi Pemeliharaan Data Tanah dan PPAT Kanwil ATR/BPN Kalsel, Husnayadi, kemarin.

Untuk tahun ini, hingga kemarin luas bidang tanah yang sudah selesai disertifikasi pihaknya, sudah sebanyak 30.833 bidang tanah dari 69 ribu bidang tanah. “Kami yakin akan tuntas seperti tahun lalu,” yakinnya.

Dari 69 ribu bidang yang harus dituntaskan, paling banyak ada di kawasan Kabupaten Banjar sebanyak 9.000 bidang tanah, disusul Kabupaten HST dan Tanah Bumbu sama-sama sebanyak 7.500 bidang. “Di Kabupaten Banjar sudah selesai mencapai 2.565 bidang tanah,” bebernya.

Husna mengaku, membuat sertifikasi tanah tak semudah seperti membalik telapak tangan. Selain memerlukan ketelitian, juga diperlukan data yang sahih terhadap kepemilikan tanah. “Kami jemput bola langsung. Kalau hanya menunggu target akan susah tercapai,” terang Husna.

Mempercepat sertifikasi, tim ajudikasi PTSL Kalsel yang terdiri dari satgas fisik, yuridis dan administrasi terangnya terus bekerja sama dengan menyasar ke daerah yang dijadikan target sertifikasi. “Tanah Bumbu yang paling cepat. Dari target sebanyak 7.500 bidang. Sudah tuntas sebanyak 5000 bidang,” sebutnya.

Husna mengatakan, Kalsel merupakan provinsi yang masuk 10 besar tercepat menyelesaikan sertifikasi melalui program PTSL di tahun 2018 lalu. Bahkan progres tahun ini hingga kemarin, Kalsel berada di peringkat 10. “Tahun lalu Kalsel berada di peringkat delapan nasional,” tukasnya.

Meski progres sertifikasi di Kalsel berjalan normal. Namun, dia menyebut masih ada beberapa bidang tanah yang memang sulit diterbitkan sertifikasi. Hal ini karena masih bersengketa dan berkasnya belum lengkap. “Persoalan ini hampir sama dengan provinsi lain,” ujar Husna.

Sisa sekitar 60 persen bidang tanah yang harus dituntaskan tahun ini, dia yakin akan terpenuhi dari target. Melihat aktifnya masyarakat yang begitu antusias melakukan pengurusan administrasi. “Kami yakin tuntas tahun ini. Saat ini masih on the track,” yakinnya.

Secara nasional, program percepatan sertifikasi tanah menunjukkan progres yang signifikan. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Bali akan menjadi provinsi pertama yang seluruh tanahnya selesai disertifikasi. Jokowi menyebut hal itu bisa direalisasikan pada akhir tahun ini.

"Tadi Pak Menteri Agraria menyampaikan, Bali adalah provinsi pertama yang semuanya sudah pegang sertifikat," ujarnya saat memberikan sambutan penyerahan 3.000 sertifikat tanah di lapangan umum Kilobar, Kabupaten Bangli, baru-baru tadi.

Meski di Bali sudah hampir tuntas, Jokowi mengakui jika secara umum beban untuk menyelesaikannya masih cukup besar. Mengingat di seluruh wilayah Indonesia masih terdapat puluhan juta bidang tanah yang masih belum bersertifikat. Padahal sertifikat tersebut merupakan bukti hukum atas kepemilikan tanah atau lahan.

"Di seluruh Indonesia ini masyarakat yang pegang sertifikat harusnya 126 juta. Tetapi sampai 2014 kemarin yang pegang baru 46 juta. Berarti masih kurang 80 juta," terang presiden.

Untuk mempercepat penerbitan sertifikat tersebut, kata Jokowi, pemerintah sejak tahun 2015 telah meluncurkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program itu yang memudahkan rakyat untuk mendapatkan sertifikat atas tanah yang mereka miliki.

Jika upaya percepatan dan peningkatan itu bisa dilakukan secara konsisten, diperkirakan pada tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia akan selesai disertifikasi. Selama ini, banyaknya masyarakat yang belum memiliki sertifikat disebabkan karena sulit dan lamanya melakukan pengurusan sertifikat ini. (mof/far/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 25 Februari 2020 10:32

Kandidat Golkar Mulai Terungkap

BANJARMASIN – Siapa kandidat bakal calon dari Partai Golkar pada…

Selasa, 25 Februari 2020 10:30

Banggar DPR RI Apresiasi Kepemimpinan Paman Birin

BANJARBARU - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…

Selasa, 25 Februari 2020 10:29

Gusar Tuntut Anggota Dewan Bikin Video

BANJARMASIN – Wajah Wakapolres Banjarmasin, AKBP Rahmat Budi Handoko sempat…

Selasa, 25 Februari 2020 10:16

Drainase Jln Garuda Menyengat

BANJARBARU - Beberapa waktu terakhir. Sebagian warga di kawasan Jalan…

Selasa, 25 Februari 2020 09:50
PARLEMENTARIA

Wakil Rakyat Berikan Masukan di Musrenbang Kecamatan

PARINGIN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2020 untuk…

Selasa, 25 Februari 2020 09:37
Pemko Banjarbaru

Pejabat Pemko Tandatangani Dokumen Perjanjian Kinerja

BANJARBARU - Pemko Banjarbaru menggelar penandatanganan dokumen perjanjian, kinerja pejabat…

Selasa, 25 Februari 2020 09:21
Pemkab Tanah Bumbu

MTQ Kusan Hulu Diikuti 268 Peserta

BATULICIN - Sebanyak 268 peserta dari 19 desa mengikuti MTQ…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Kemampuan Pengawas Koperasi

BATULICIN - Demi meningkatkan pengawasan terhadap perkoperasian di Kabupaten Tanah…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Ajak SKPD Saling Bersinergi

BATULICIN - Bulan Juni 2020 mendatang, akan diadakan lomba Halaman,…

Selasa, 25 Februari 2020 09:15
Pemkab Tanah Laut

Dinsos Tala Gelar Rakor DTKS

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Sosial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers