MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 01 Juli 2019 13:22
Ponpes Darul Mukhtar Kandangan, Mengajari Anak di Waktu Sore
Dari Tauhid hingga Terapi Kesehatan
PRAKTIK : Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan saat memperlihatkan dirinya mengajar di Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Ponpes Darul Mukhtar Kandangan memberikan ilmu agama sebagai penyeimbang ilmu pengetahuan yang didapatkan pelajar di sekolah umum. Tak seperti ponpes lain, pembelajaran berbentuk halaqah dan dimulai sore hingga Isya.

-- Oleh: SALAHUDIN, Kandangan --

PONDOK PESANTREN (Ponpes) Darul Mukhtar terletak di Desa Sungai Paring, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dari ibukota Kandangan jaraknya sekitar tujuh kilometer dan dapat ditempuh sekitar 10 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Sudah sekitar dua tahun sejak 2017 Ponpes Darul Mukhtar, diasuh ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan dibantu ustaz dan ustazah lainnya mengajarkan berbagai pelajar sekolah umum supaya mendapatkan ilmu agama melalui kelas Mahad Iqra Wal Quran dengan sistem pengajarannya menggunakan halaqah. Pengajian dimana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar.

Sejak dibangun tahun 2016 lalu, sudah ada puluhan santri dari berbagai anak yang saat ini duduk di sekolah umum di Kabupaten HSS diajarkan berbagai ilmu agama di lantai dua bangunan utama Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan.

Bangunan utama Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan terdiri dari dua lantai beton. Dengan lantai dasar dijadikan sebagai tempat salat lima waktu, sedangkan lantai atas khusus untuk proses belajar mengajar.

Di lingkungan ponpes juga dilengkapi fasilitas asrama, tempat tidak pengasuh, para pengajar sampai bangunan Raudhatul Athfal (RA) atau TK.

Pengasuh Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan, Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan menceritakan membuka kelas Mahad Iqra Wal Quran karena melihat pelajar saat ini yang kurang mendapatkan ilmu agama saat duduk di bangu sekolah umum. “Anak sekarang kan sekolahnya bisa full sampai sore, sehingga anak-anak kurang cukup mendapatkan ilmu agama,” tuturnya.

Pembelajaran di kelas Mahad Iqra wal Quran, Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan khusus sore hari, setelah anak-anak duduk di sekolah umum beristirahat sebentar. “Belajarnya mulai pukul 17.00 sampai 20.30 Wita atau setelah salat Isya,” sebut ustaz kelahiran Kabupaten HST ini.

Dalam seminggu, ada lima hari santri diberikan berbagai ilmu agama, mulai dari tauhid dan akhlak hingga terapi kesehatan. “Dari hari Selasa sore sampai Sabtu. Khusus hari Jumat diberikan pengembangan bakat mulai dari dari tilawah, kaligrafi, sampai terapi kesehatan,” ucap ayah tiga orang anak ini.

Selama belajar di kelas Mahad Iqra wal Quran, para santri dibiasakan tidak menggunakan handphone dan menonton televisi. Hal ini dilakukan supaya para santri fokus belajar ilmu agama. “Sehingga benar-benar memanfaatkan waktu Magrib dan Isya,” kata ustaz jebolan Ponpes Darul Ulum, Kandangan ini.

Dia mengatakan pentingnya anak-anak diajarkan berbagai ilmu agama minimal bisa menjadi imam di keluarganya masing-masing sampai bisa membaca kitab kuning.

Para orang tua santri diimbau mengantarkan anaknya sendiri ke Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan saat proses belajar mengajar atau sebelum para ustaz atau ustazah memberikan pembelajaran. 

Menjadi santri di Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan tidak dipungut biaya atau gratis. Santri hanya membayar berbagai persiapan sekolah sesuai dengan kelasnya. Mulai dari meja belajar, buku sampai alat tulis.

Yayasan Ponpes Darul Mukhtar yang diketuai Ahmad Rafie Mukhtar ini memiliki Raudhatul Athfal (RA) atau TK, Mahad Tahfizul Quran wal Hadis dan terakhir Mahad Iqra wal Quran.

Ketiga kelas tersebut waktu pembelajarannya berbeda-beda, khusus RA/TK khusus di pagi hari mulai pukul 08.00 sampai 10.30 Wita, Mahad Tahfizul Quran wal Hadis dimulai sebelum waktu subuh dan disediakan asrama, serta Mahad Iqra wal Quran proses belajarnya khusus sore hari mulai pukul 17.00 sampai 20.30 Wita atau setelah salat Isya. (ay/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 November 2019 11:37

Merajut Harmoni di Hunjur Meratus: Balian Tetap Lestari, Agama Lain pun Berkembang

Jauh dari hiruk pikuk dan keramaian kota, penduduk Desa Patikalain…

Sabtu, 16 November 2019 11:33

Menganut Agama Balian, Kepala Adat Patikalain: Tak Apa-apa Keluarga Pilih Agama Berbeda, Asal Diterapkan Sebaik-baiknya

MALAM mulai merayap di Desa Patikalaian, Jumat (8/11) pekan lalu,…

Sabtu, 16 November 2019 11:26

Sisi Lain Desa Patikalain: Indung Sambi, Sang Legenda Hidup

PENDUDUK Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)…

Sabtu, 16 November 2019 10:59

Margarita, Pejuang Pendidikan Usia Dini dari Pedalaman Hulu Sungai Utara

Bila di kota pendidikan anak usia dini telah menjamur, di…

Kamis, 14 November 2019 10:45

Selamat Jalan Pilar Smart City Banjarbaru

Kota Banjarbaru khususnya di lingkup Pemerintahan Kota (Pemko) berduka. Kepala…

Selasa, 12 November 2019 11:10

Kisah Polisi Berbagi Bubur Tiap Jumat: Semua Gratis, Bisa Dibawa Pulang

Lengkap berpakaian dinas kepolisian. Tak ketinggalan senjata api menghiasi pinggang,…

Minggu, 10 November 2019 09:57

Tradisi Baayun Maulid di Kubah Basirih: Ada Peserta dari Riau dan Jakarta

Agar anak cepat tertidur, orang tua zaman dulu senang mengayunkan…

Minggu, 10 November 2019 09:25

Lady Fire: Awalnya Malu, Lalu Ketagihan

Namanya saja Lady Fire, jelas menyangkut kaum hawa. Di sini…

Sabtu, 09 November 2019 05:43

Mengunjungi Rumah Perajin Besi di Kuin Selatan: Dipejamkan Sakit, Melek Juga Nyeri

Kuin Selatan terkenal dengan kerajinan besinya. Di perkampungan asli Banjar…

Jumat, 08 November 2019 11:54

Manfaatkan Cepu-Cepu, Waspadai Agen Ganda

Diberi waktu empat belas untuk mengungkap minimal empat kasus narkoba,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*