MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 01 Juli 2019 13:22
Ponpes Darul Mukhtar Kandangan, Mengajari Anak di Waktu Sore
Dari Tauhid hingga Terapi Kesehatan
PRAKTIK : Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan saat memperlihatkan dirinya mengajar di Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Ponpes Darul Mukhtar Kandangan memberikan ilmu agama sebagai penyeimbang ilmu pengetahuan yang didapatkan pelajar di sekolah umum. Tak seperti ponpes lain, pembelajaran berbentuk halaqah dan dimulai sore hingga Isya.

-- Oleh: SALAHUDIN, Kandangan --

PONDOK PESANTREN (Ponpes) Darul Mukhtar terletak di Desa Sungai Paring, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dari ibukota Kandangan jaraknya sekitar tujuh kilometer dan dapat ditempuh sekitar 10 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Sudah sekitar dua tahun sejak 2017 Ponpes Darul Mukhtar, diasuh ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan dibantu ustaz dan ustazah lainnya mengajarkan berbagai pelajar sekolah umum supaya mendapatkan ilmu agama melalui kelas Mahad Iqra Wal Quran dengan sistem pengajarannya menggunakan halaqah. Pengajian dimana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar.

Sejak dibangun tahun 2016 lalu, sudah ada puluhan santri dari berbagai anak yang saat ini duduk di sekolah umum di Kabupaten HSS diajarkan berbagai ilmu agama di lantai dua bangunan utama Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan.

Bangunan utama Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan terdiri dari dua lantai beton. Dengan lantai dasar dijadikan sebagai tempat salat lima waktu, sedangkan lantai atas khusus untuk proses belajar mengajar.

Di lingkungan ponpes juga dilengkapi fasilitas asrama, tempat tidak pengasuh, para pengajar sampai bangunan Raudhatul Athfal (RA) atau TK.

Pengasuh Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan, Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan menceritakan membuka kelas Mahad Iqra Wal Quran karena melihat pelajar saat ini yang kurang mendapatkan ilmu agama saat duduk di bangu sekolah umum. “Anak sekarang kan sekolahnya bisa full sampai sore, sehingga anak-anak kurang cukup mendapatkan ilmu agama,” tuturnya.

Pembelajaran di kelas Mahad Iqra wal Quran, Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan khusus sore hari, setelah anak-anak duduk di sekolah umum beristirahat sebentar. “Belajarnya mulai pukul 17.00 sampai 20.30 Wita atau setelah salat Isya,” sebut ustaz kelahiran Kabupaten HST ini.

Dalam seminggu, ada lima hari santri diberikan berbagai ilmu agama, mulai dari tauhid dan akhlak hingga terapi kesehatan. “Dari hari Selasa sore sampai Sabtu. Khusus hari Jumat diberikan pengembangan bakat mulai dari dari tilawah, kaligrafi, sampai terapi kesehatan,” ucap ayah tiga orang anak ini.

Selama belajar di kelas Mahad Iqra wal Quran, para santri dibiasakan tidak menggunakan handphone dan menonton televisi. Hal ini dilakukan supaya para santri fokus belajar ilmu agama. “Sehingga benar-benar memanfaatkan waktu Magrib dan Isya,” kata ustaz jebolan Ponpes Darul Ulum, Kandangan ini.

Dia mengatakan pentingnya anak-anak diajarkan berbagai ilmu agama minimal bisa menjadi imam di keluarganya masing-masing sampai bisa membaca kitab kuning.

Para orang tua santri diimbau mengantarkan anaknya sendiri ke Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan saat proses belajar mengajar atau sebelum para ustaz atau ustazah memberikan pembelajaran. 

Menjadi santri di Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan tidak dipungut biaya atau gratis. Santri hanya membayar berbagai persiapan sekolah sesuai dengan kelasnya. Mulai dari meja belajar, buku sampai alat tulis.

Yayasan Ponpes Darul Mukhtar yang diketuai Ahmad Rafie Mukhtar ini memiliki Raudhatul Athfal (RA) atau TK, Mahad Tahfizul Quran wal Hadis dan terakhir Mahad Iqra wal Quran.

Ketiga kelas tersebut waktu pembelajarannya berbeda-beda, khusus RA/TK khusus di pagi hari mulai pukul 08.00 sampai 10.30 Wita, Mahad Tahfizul Quran wal Hadis dimulai sebelum waktu subuh dan disediakan asrama, serta Mahad Iqra wal Quran proses belajarnya khusus sore hari mulai pukul 17.00 sampai 20.30 Wita atau setelah salat Isya. (ay/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 10:47

74 Tahun Indonesia Merdeka, Desa Sakadoyan Belum Menikmati Listrik

74 tahun Indonesia merdeka, namun Desa Sakadoyan di Kotabaru masih…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:44

Publik Helsinki dan Tallin Antusias Simak Kisah Bekantan

Sekali lagi Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) berkesempatan mengenalkan Bekantan ke…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:13

Perlu Gila dalam Dosis yang Cukup

Ruang Kreatif menggelar road show. Kemarin (20/8) sore di Gedung…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:01

Semua Gembira dapat Buku Kalsel Cerdas

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor kembali turun ke desa-desa…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:26

Bendera Negara Lain di HUT RI, Begitu Didatangi Ternyata Cuma Kakek Pasang Umbul-Umbul

Gara-gara pasang bendera yang ada warna biru-nya, sebuah rumah di…

Senin, 19 Agustus 2019 12:27

Berbincang dengan PSK di Bawah Umur di Banjarmasin

Prostitusi anak adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan di Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:25

Melihat Kemeriahan Pegunungan Meratus di Hari Kemerdekaan

Jauh dari kota, nun di pegunungan Meratus, warga Dayak memperingati…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:30

Peneliti Banjarbaru Uji Kandungan Akar Bajakah yang Viral Sebagai Anti Kanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*