MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 04 Juli 2019 10:15
Rp130 M Untuk 303 Bidang Tanah, Warga Dayak Meratus Dapat Ganti Rugi
PROYEK STRATEGIS: Progres bendungan Tapin sudah mencapai 90 persen pengerjaan. Rencananya bendungan akan selesai pada pertengahan tahun 2020. | Foto: RASIDI FADLI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, RANTAU - Setelah sempat berjuang dengan ketidakpastian, akhirnya warga Dayak Meratus bisa bernafas lega. Rabu (3/7) kemarin, mereka menerima uang ganti rugi pembangunan bendungan yang berada di dua desa di Kecamatan Piani itu.

Sejak pagi, warga dari Desa Harakit sudah berdatangan ke Kantor Kecamatan Piani. Ganti rugi sedikit molor dari jadwal yang seharusnya pukul 08.00 Wita karena masih menunggu warga lain untuk datang.

Sementara perwakilan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, Kepala BPN Tapin beserta anggotanya sudah hadir sesuai jam pertemuan. Proses kemudian dimulai pada 09.30 Wita.

Yandi, salah satu warga yang terkena dampak ganti rugi, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Walaupun jadwal untuk desanya besok, tapi dirinya tetap hadir untuk melihat secara langsung pergantian warga desa tetangga.

"Saya ingin melihat proses ganti ruginya," ucap warga Desa Pipitak Jaya Kecamatan Piani, kepada Radar Banjarmasin. Melihat bagi uang ganti rugi, pria berumur 42 tahun ini sudah punya rencana untuk uang yang akan didapatnya. Dia ingin membangun pelabuhan penyeberangan dan membuat beberapa perahu.

"Yang jelas akan saya sisihkan untuk itu, karena kalau bendungan selesai, saya yakin akan jadi tempat wisata," katanya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Tapin Karliansyah mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengimbau masyarakat yang memperoleh uang ganti rugi untuk mempergunakan sesuai dengan kebutuhan dan keperluan.

"Ibaratnya lempar satu dapat satu, syukur-syukur dapat dua, artinya kalau hilang tanah harus dapat tanah kembali, sehingga ada jaminan untuk hidup," jelasnya.

Tambah Karli, potensi wisata di pegunungan Meratus memang sangat potensial. Ia mendorong masyarakat yang mendapat uang ganti rugi, untuk bisa menginvestasikan uangnya untuk pengembangan wisata.

"DAD Tapin sudah bekerja sama dengan Disbudpar Tapin, untuk sama-sama melakukan pendekatan kepada masyarakat agar sadar wisata," bebernya, yang mengungkapkan sebelumnya memang tidak fokus untuk pengembangan wisata karena pihaknya memikirkan masalah ganti rugi.

Di pegunungan Meratus Kecamatan Piani ada tiga objek wisata. Pertama wisata alam yang sudah tersedia, lalu wisata buatan yang ada seiring dengan pembangunan bendungan dan terakhir wisata budaya.

"Ini yang akan kita tonjolkan, karena masih banyak budaya kita yang belum dikenal orang luar," jelasnya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tapin Syamsu Wijana mengungkapkan bahwa sebenarnya ada 333 bidang tanah yang seharusnya diganti, tetapi masih ada 30 bidang tanah yang belum lengkap administrasi.

"Maksudnya belum lengkap administrasi seperti nama antara KTP dan dokumen berbeda dan beberapa bidang tanah yang harus dilakukan pengukuran ulang," ungkap.

Adapun total dana ganti rugi lahan untuk tahap pertama di tahun 2019 ini sebesar 130 miliar dibagi untuk 303 bidang yang terdiri dari Desa Pipitak sebanyak 85 bidang dan Desa Harakit sebanyak 218 bidang. Hari ini desa Harakit dulu selanjutnya besok Desa Pipitak Jaya.

"Pemilik lahan langsung menerima buku tabungan sesuai dengan uang ganti rugi, selanjutnya bisa langsung mereka cairkan," kata Syamsu.

---

Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Dwi Purwantoro mengungkapkan ganti rugi pembangunan bendungan sudah mencapai sekitar 82 persen dan sebenarnya sudah masuk tahap ke-4 semenjak pergantian tahun sebelumnya.

"Dari ganti rugi tahap pertama sampai tahap keempat ini ada sekitar 510 hektare dan sisanya masih 113 hektare dari jumlah total ganti rugi lahan sebesar 623 hektare," paparnya. Dia memberitahukan progres pembangunan bendungan sudah mencapai sekitar 90 persen dan diperkirakan pertengahan tahun 2020 akan selesai dan diresmikan.

Dia mengatakan pencairan ganti rugi dilakukan bukan karena blokade dari warga setempat. Selama ini pihaknya sedang mengusahakan pencairan dana ganti rugi.

"Jadi, saya tekankan ini bukan karena penutupan yang dilakukan warga, tapi karena prosesnya seperti ini," ucapnya yang didampingi Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Kalimantan II Yosiandi Tadi Wicaksono.

Sebelumya warga sempat menutup paksa pengerjaan bendungan Tapin. Hal ini dilakukan karena saat rapat sosialisasi ganti rugi di Aula Kabinet pada tanggal 29 April lalu, warga belum menerima kepastian jadwal ganti rugi. Saat itu mereka sempat walk out dari rapat.

Musyawarah penentuan dilakukan i di tempat yang sama tanggal 9 Mei. Setelah dijelaskan, akhirnya warga melunak dan bersedia menunggu kepastian ganti rugi yang diperkirakan paling lambat bulan Agustus.

Bendungan Tapin sendiri direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 56.77M perkubik dan diharapkan dapat mengairi lahan seluas 5472 Hektare. Diproyeksikan bendungan yang masuk proyek strategis nasional (PSN) ini menghasilkan listrik sebesar 3,30 MW.(dly/ran/ema)

 

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:54

Teroris Berpotensi Masuk ke Kalsel, TNI-Polri dan Pemda Gelar Apel Kesiapsiagaan

Suara ledakan berulang kali terdengar di Lapangan Mako Satuan Brimob…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:50

SDM Jadi Fokus Pembangunan Kalsel 2020

BANJARMASIN – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) Pemprov…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:46

LOWONGAN CPNS: Pemprov Kalsel Siapkan 1.900 Kursi

BANJARMASIN – Pemerintah menyediakan 100 ribu kursi untuk calon pegawai…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:40

Kaltim Kandidat Ibukota Indonesia, Jokowi: Masih Tunggu Kajian Lagi

BANJARMASIN – Meski Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:37

Tunggu Usulan Ketua DPRD Sementara

BANJARMASIN - Pemenang pileg April tadi bakal dilantik 9 September…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:28

Jabatan Berakhir, Mobil Dinas Anggota Dewan Ditarik

BANJARMASIN - Masa jabatan anggota DPRD Kalsel akan berakhir. Semua…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:15

Banjarmasin Segera Punya Bus Trans, Target Beroperasi: Tahun 2020

BANJARMASIN – Bus Trans Banjarmasin mulai diwujudkan. Namun, bertahap. Dinas…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:49
SMK PP Negeri Banjarbaru

PWMP 2019, SMKPP N Banjarbaru Bentuk 15 Kelompok Baru

Banjarbaru - Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) SMK-PP Negeri…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:29

Demo Mahasiswa UIN: Ini Universitas, Bukan Pasar!

BANJARMASIN – Demo dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:27

Putar Balik Makin Jauh, U-Turn VDP dan PJR Bakal Ditutup

BANJARBARU - Arus lalu lintas (lalin) di Kota Banjarbaru kian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*