MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 05 Juli 2019 09:00
Panen Papuyu di Alalak
Siapa sangka jika di Kelurahan Alalak Utara ada budi daya papuyu. Ibnu Sina langsung memanen sekitar 8.000 ekor papuyu di sana.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Siapa sangka jika di Kelurahan Alalak Utara ada budi daya papuyu. Kawasan yang selama ini indentik dengan besi, ulin, dan kayu.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyambangi kawasan tersebut kemarin (4/7). Tepatnya ke Gang Abadi, RT 3. Dia memanen langsung ikan papuyu tersebut.

Setidaknya, ada sekitar 8.000 ekor papuyu yang dipanen di sana. Ibnu berkesempatan memanen untuk tahap akhir. Ikan-ikan tersebut adalah hasil budi daya warga setempat dari lima kolam buatan.

Budi daya papuyu ini adalah salah satu program pemko. Melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan. Selain populer juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, paling tidak bisa membantu membuka peluang usaha.

Ibnu menyebut budi daya papuyu sangat memungkinkan di lahan-lahan sempit perkotaan. Bahkan di mana saja bisa. Karena cuma menggunakan kolam buatan yang beralas terpal. "Selain haruan dan patin, papuyu juga termasuk ikan lokal yang populer. Karena itu, program ini dijalankan. Dan sangat memungkinkan di lahan-lahan yang sempit," katanya.

Yang membuatnya spesial, hasil dari penjualan ikan papuyu itu dijadikan untuk kepentingan sanitasi. Berupa pembuatan toilet agar tak lagi menggunakan jamban di sungai.

Ke depan, pemko bertekad terus menjalankan program tersebut. Ibnu coba beri peluang modal bagi mereka yang ingin menjalankan usaha di bidang perikanan. "Karena ini masuk dalam kelompok tani, bisa dibantu melalui koperasi," ucapnya.

Salah satu pembudi daya, Amin menyebut awalnya mereka hanya menyiapkan kolam ikan. Berukuran antara tiga sampai 4 meter persegi. Sisanya dibantu oleh pemko. "Tiap kolam diberi masing-masing 2.000 bibit ikan. Termasuk makanan dan vitaminnya. Kami hanya tinggal merawatnya. Yang bisa dipanen sekitar 8.000-an, karena sebagian ada yang mati," katanya.

Amin berharap program tersebut akan terus berlanjut. Supaya mereka bisa mengembangkan untuk peluang yang lebih besar. "Kalau sementara ini kan masih sedikit. Tapi Alhamdulillah, cukup sebagai tambahan," tuntasnya.(nur/dye/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.