MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 06 Juli 2019 09:04
Pembunuh di Sungai Lulut Tertangkap, Anak Tersangka, Ayah Jadi Saksi
GARA-GARA DENDAM: Fitriadi (kaus putih) diringkus polisi di kawasan Banua Anyar. Dia sempat kabur ke Kalteng.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Setelah diburu selama 36 jam, Fitriadi alias Ifit akhirnya dibekuk polisi. Dia membunuh pamannya sendiri, Arbani, 47 tahun. Ifit diringkus personel Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur pada Kamis (4/7) malam.

Kemana saja dia selama ini? Usai membunuh, lelaki berbadan gempal dan bertato itu rupanya kabur menuju Kalimantan Tengah. Tanpa arah tujuan, lelaki 24 tahun itu berkeluyuran di Pulang Pisau.

Sementara itu di Banjarmasin, sejumlah lokasi yang dicurigai polisi sebagai tempat persembunyian telah disisir. Seperti Sungai Gardu, Sungai Lulut, Jalan Pramuka, Sungai Gampa, dan Teluk Tiram. Hasilnya tentu nihil.

Polisi kemudian memilih pendekatan berbeda. Selama 24 jam pencarian awal, keluarga pelaku memilih bungkam. Setelah terus-menerus didekati, keluarga akhirnya bersedia membantu polisi. Oleh ibunya, Ifit ditelepon dan dibujuk untuk pulang ke Banjarmasin.

Dipimpin Kanit Reskrim Iptu Timur Yono, tim Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur kemudian mencegat pelaku dalam perjalanan pulang tersebut. Persis di atas Jembatan 17 Mei pada jam 11 malam.

"Pelaku tunggal. Jadi ayahnya tidak terlibat. Dia hanya menjadi saksi dalam kasus ini," ungkap Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Uskiansyah, kemarin (5/7).

Timur menambahkan, mereka sempat kelelahan. Berkeliling sejak siang sampai dini hari. Menyisir lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat tongkrongan pelaku.

"Rumah keluarga, rumah temannya, bahkan tempat mangkalnya kami datangi. Hasilnya nihil. Kami kemudian coba mendekati keluarga pelaku untuk melacak keberadaannya," kisahnya.

Dalam versi keluarga korban, ada dua pelaku. Yakni ifit dan ayahnya, Ahmad Sandi alias Anang Susu, 55 tahun. Tapi penyelidikan polisi menampik dugaan tersebut. Hasil pemeriksaan menyatakan sang ipar tidak terlibat.

"Bahkan ketika peristiwa itu terjadi, si ayah berusaha menenangkan anaknya. Tapi amarahnya sudah memuncak," tegas Timur. Polisi kemudian mensangkakan Pasal 352 Ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

Perihal motif, sebenarnya sepele saja. Pelaku tersinggung oleh gerak tubuh korban yang tampak meremehkan. "Memang antara paman dan keponakan ini kurang rukun. Malam sebelumnya juga ribut, tapi berhasil diredam polisi. Nah, karena sudah panas, sedikit saja tergesek, akhirnya terjadilah," pungkas Timur.

Kilas balik kasus, dari penuturan istri korban, Jasmi, 51 tahun dan kakak tertua korban, Miah, 60 tahun, kasus ini dipicu uang ganti rugi pembebasan lahan. Atas tanah warisan orang tua di tepian Sungai Martapura untuk pembangunan jembatan.

Korban menyarankan agar disisihkan Rp10 juta dari uang ganti rugi tersebut untuk dibagi kepada Miah. Saran itu disampaikan kepada ibu pelaku. Bukannya diterima, malah memicu adu mulut.

Kadung panas, pelaku malah memamerkan Honda CBR barunya di depan korban. Ketika terjatuh, korban yang geram menendang motor pelaku.

Dendam, pelaku menyarangkan mandaunya di tubuh sang paman. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari rumah korban di Jalan Veteran kilometer 5,5 Gang Unsur RT 3 Banjarmasin Timur. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers