MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 06 Juli 2019 09:04
Pembunuh di Sungai Lulut Tertangkap, Anak Tersangka, Ayah Jadi Saksi
GARA-GARA DENDAM: Fitriadi (kaus putih) diringkus polisi di kawasan Banua Anyar. Dia sempat kabur ke Kalteng.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Setelah diburu selama 36 jam, Fitriadi alias Ifit akhirnya dibekuk polisi. Dia membunuh pamannya sendiri, Arbani, 47 tahun. Ifit diringkus personel Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur pada Kamis (4/7) malam.

Kemana saja dia selama ini? Usai membunuh, lelaki berbadan gempal dan bertato itu rupanya kabur menuju Kalimantan Tengah. Tanpa arah tujuan, lelaki 24 tahun itu berkeluyuran di Pulang Pisau.

Sementara itu di Banjarmasin, sejumlah lokasi yang dicurigai polisi sebagai tempat persembunyian telah disisir. Seperti Sungai Gardu, Sungai Lulut, Jalan Pramuka, Sungai Gampa, dan Teluk Tiram. Hasilnya tentu nihil.

Polisi kemudian memilih pendekatan berbeda. Selama 24 jam pencarian awal, keluarga pelaku memilih bungkam. Setelah terus-menerus didekati, keluarga akhirnya bersedia membantu polisi. Oleh ibunya, Ifit ditelepon dan dibujuk untuk pulang ke Banjarmasin.

Dipimpin Kanit Reskrim Iptu Timur Yono, tim Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur kemudian mencegat pelaku dalam perjalanan pulang tersebut. Persis di atas Jembatan 17 Mei pada jam 11 malam.

"Pelaku tunggal. Jadi ayahnya tidak terlibat. Dia hanya menjadi saksi dalam kasus ini," ungkap Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Uskiansyah, kemarin (5/7).

Timur menambahkan, mereka sempat kelelahan. Berkeliling sejak siang sampai dini hari. Menyisir lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat tongkrongan pelaku.

"Rumah keluarga, rumah temannya, bahkan tempat mangkalnya kami datangi. Hasilnya nihil. Kami kemudian coba mendekati keluarga pelaku untuk melacak keberadaannya," kisahnya.

Dalam versi keluarga korban, ada dua pelaku. Yakni ifit dan ayahnya, Ahmad Sandi alias Anang Susu, 55 tahun. Tapi penyelidikan polisi menampik dugaan tersebut. Hasil pemeriksaan menyatakan sang ipar tidak terlibat.

"Bahkan ketika peristiwa itu terjadi, si ayah berusaha menenangkan anaknya. Tapi amarahnya sudah memuncak," tegas Timur. Polisi kemudian mensangkakan Pasal 352 Ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

Perihal motif, sebenarnya sepele saja. Pelaku tersinggung oleh gerak tubuh korban yang tampak meremehkan. "Memang antara paman dan keponakan ini kurang rukun. Malam sebelumnya juga ribut, tapi berhasil diredam polisi. Nah, karena sudah panas, sedikit saja tergesek, akhirnya terjadilah," pungkas Timur.

Kilas balik kasus, dari penuturan istri korban, Jasmi, 51 tahun dan kakak tertua korban, Miah, 60 tahun, kasus ini dipicu uang ganti rugi pembebasan lahan. Atas tanah warisan orang tua di tepian Sungai Martapura untuk pembangunan jembatan.

Korban menyarankan agar disisihkan Rp10 juta dari uang ganti rugi tersebut untuk dibagi kepada Miah. Saran itu disampaikan kepada ibu pelaku. Bukannya diterima, malah memicu adu mulut.

Kadung panas, pelaku malah memamerkan Honda CBR barunya di depan korban. Ketika terjatuh, korban yang geram menendang motor pelaku.

Dendam, pelaku menyarangkan mandaunya di tubuh sang paman. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari rumah korban di Jalan Veteran kilometer 5,5 Gang Unsur RT 3 Banjarmasin Timur. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 16:51

Penjudi Togel Numpang Nunding Diamankan

TANJUNG - Zaman sudah modern masih saja ada yang bermain…

Senin, 16 September 2019 10:58
DAMPAK KABUT ASAP

26.000 Warga Terserang ISPA, 1 Pesawat Terpaksa Dialihkan ke Surabaya

BANJARMASIN - Kabut asap di Kalsel yang semakin pekat dan…

Senin, 16 September 2019 10:27

Bantuan Sembako Melimpah, Korban Kebakaran Alalak Tetap Kesulitan Makan

BANJARMASIN - Meski bantuan sembako dari dermawan datang melimpah, tetap…

Senin, 16 September 2019 10:24

Giliran Kampung Arab Kena Musibah

BANJARMASIN - Giliran Kampung Arab ditimpa musibah kebakaran. Kemarin (15/9)…

Senin, 16 September 2019 10:21

Main-main dengan Sabu, Kakek ini Diciduk

BANJARMASIN - Riduan sudah sering dipanggil kakek. Usianya sudah 53…

Senin, 16 September 2019 08:57

Kebakaran di Pemukiman Padat, 29 Rumah di Cempaka Jadi Arang

BANJARBARU - Musibah kebakaran hebat menimpa warga di Kelurahan Cempaka…

Sabtu, 14 September 2019 14:38

Mendarat Darurat, KNKT Periksa Heli Water Bombing

BANJARBARU – Peristiwa pendaratan darurat helikopter water bombing di persawahan…

Sabtu, 14 September 2019 14:34

419 Hotspot Kepung Kalsel, Terbanyak Selama 2019

BANJARBARU - Semakin hari, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Sabtu, 14 September 2019 14:31

Pengadaan Barang dan Jasa Peluang Korupsi Tertinggi

BANJARMASIN – Pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi celah korupsi…

Sabtu, 14 September 2019 14:25

Undangan Viral, Acara Kontes Waria Batal

RANTAU - Sebaran undangan kontes waria yang rencananya dilaksanakan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*