MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 06 Juli 2019 10:01
Mengikuti Pasutri Relawan Pemberi Makan Kucing Jalanan
Geram Liat Kitten Dibuang, Malam Hujan Tetap Jalan
BAGI JATAH: Razie, Mita dan beberapa rekannya saat memberi makan kucing yang ada di kawasan lapangan basket Pekauman, Banjarmasin Selatan. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Aksi tak biasa dijalani sepasang suami istri asal Kota Banjarmasin ini. Muhammad Fahruraji (31) dan istrinya Harmita (33), setiap malam menyusuri jalanan, memberi makan kucing tak bertuan.

-- Oleh: TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin --

Jika di Madiun ada Indrawati, di Jakarta ada Kakek Ahmad yang nama keduanya sempat viral karena aksi dermawannya memberi makan kucing jalanan.

Aksi serupa juga ditekuni Razie dan Mita, sapaan akrab pasutri yang menikah 2010 lalu. Tak tanggung, rutinitas patroli mencari kucing lapar dan telantar ini sudah dilakoni tiga tahun belakangan. Tak peduli meskipun di malam hujan.

Bagi keduanya, tidur tak akan tenang jika belum melakukannya. "Baru tenang jika kucing-kucing itu sudah kenyang," ungkapnya.

Penasaran, Radar Banjarmasin pun mengatur janji untuk mengikuti mereka. Pukul 21.00 Wita, di lapangan basket Pekauman, Banjarmasin Selatan.

Mulanya tak tampak ada kucing di situ. Sampai akhirnya datang Razie dan Mita. Belum juga keduanya turun dari motor, puluhan kucing keluar dari samping lapangan tersebut. Insting mereka seakan berisyarat, "Waktunya makan".

Mereka berkoloni, sekitar 25 ekor kucing beraneka ukuran dalam gerombolan itu. Ada yang duduk, adapula yang grasak-grusuk, mengeong tak sabaran.

Keduanya mengeluarkan kresek, berisi pakan kering. Satu per satu kucing dapat bagian. Tidak saling serobot, apalagi berebutan. Kucing pun rupanya paham. Ada cukup jatah makan untuk semua.

Namun, seekor anak kucing terlihat ringkih, tak selera makan. "Ambilkan makan yang satunya," seru Razie pada istrinya.

Rupanya ada menu cadangan, khusus untuk kitten (anak kucing, Red). Pakan merek terkenal, harganya juga lebih mahal. Dan berhasil, anak kucing itu melahap pakan seperti sarden tersebut.

Aksi semakin ramai, ketika ada beberapa rekan Razie yang ikut bergabung. Mereka kawan-kawan yang tergabung dalam Komunitas Peduli Kucing. Siti Amila Rahman (22), salah satunya. Ia mengaku tertarik ikut Razie dan Mita. Kebetulan ia memang penyayang kucing sejak kecil. "Menyayangi kucing harus betul-betul dari hati dan butuh komitmen yang kuat," ucap warga Sungai Lulut ini. 

Perjalanan kami berlanjut ke area Pasar Pekauman. Di sana, pemandangan serupa menanti. Kucing-kucing itu mengeong. Tak sabar ingin diberi makan. Mereka dipanggil untuk berkumpul pada satu titik. Bapak-bapak yang berjaga malam di pasar itu pun turut membantu, memanggil beberapa kucing untuk datang.

Sekitar 20 kucing berkumpul di sini. Ada yang bertubuh tambun, yang kurus kering. Bahkan tiga diantaranya sedang mengandung. Razie, Mita dan rekannya dengan sigap memberi makan. Tak kuat dengan kegemasan hewan berbulu ini, mereka bahkan menggendongnya.

Memberi makan kucing rutin dilakukan setiap malam. Dengan menyusuri jalan-jalan besar di kawasan Banjarmasin Timur dan Selatan. Setidaknya butuh waktu 1,5 jam untuk meronda rute kawasan ini.
Razie dan Mita tak akan pulang jika aksi ini tak tuntas. Biasanya pukul 11 malam mereka baru tiba di rumah kembali.

Razie, lelaki yang berprofesi sebagai pedagang ini menyisihkan pundi-pundinya, demi membeli pakan kucing. Dalam sekali jalan membutuhkan setidaknya Rp70 ribu. Itu artinya sebulan rata-rata Rp2,1 juta.
Ia teguh dengan prinsipnya, bahwa memberi makan kucing tak akan membuatnya miskin. Kecintaannya pada kucing sudah tertanam sejak kecil.

2016 silam, aksinya bermula dari memberi makan kucing di sekitar rumahnya, di Kelurahan Karang Mekar, Banjarmasin Timur. Tak sanggup membendung iba, Razie memulai aksi. Keluarganya tak heran, apalagi sang istri. Sebab mereka punya naluri serupa, sama-sama penyayang kucing. Di rumah mereka pun, kucing kampung silih berganti mengunjungi.

Aksi itu berlanjut, bahkan meluas. Dalam semalam, Razie dan Mita menghabiskan setidaknya 2 kilogram pakan kering. Ada sekitar 60-70 ekor kucing yang mereka temui setiap kali aksi.

Ia miris dengan banyaknya jumlah kucing tak bertuan ini. Salah satu faktornya adalah kebiasaan buruk masyarakat membuang kucing sembarangan. Seperti meninggalkan mereka di tepian jalan atau pun ke tempat pembuangan sampah. "Kitten yang paling sering dibuang, geram rasanya," ujar laki-laki kelahiran 13 Mei 1987 itu.

Tidak semua kucing yang ia temui dalam keadaan normal. Banyak diantaranya menderita scabies atau kudis. Merupakan penyakit kulit yang disebabkan karena tungau. Penyakit ini seringkali menyerang area kepala dan telinga kucing. Dalam keadaan parah, ini membuat hewan lucu itu tampak sangat sakit.

Bahkan hingga menimbulkan bau tak sedap. Belum lagi yang mengalami luka-luka parah.

Razie juga pernah mendapati kucing dalam keadaan tragis. Salah satunya yang ia temui di tepian jalan KS Tubun, tepatnya di depan Puskesmas Pekauman. Kucing itu sedang sekarat. Dengan luka meleleh di bagian wajah, daging tubuhnya mulai mengeras, dan timbul bau busuk.

Rasa jijik tertutupi dengan iba. Razie dan Mita membawanya ke klinik dokter hewan. Tak perlu kandang, Mita rela menggendongnya.

"Itu kali pertama saya mendapati luka kucing yang tak biasa," kenang Razie.

Kejadian naas juga menimpa kucing jalanan lainnya beberapa waktu lalu. Kali ini ia temui di Jalan A Yani KM 7. Kondisinya cukup bikin ngilu. Tangan kanan kucing ini puntung. Lukanya rata, persis seperti ditebas dengan senjata tajam. Tubuhnya lemas menahan sakit. Terbaring di bawah meja warung makan yang sedang tutup.

Kucing itu langsung mereka bawa untuk mendapat penanganan. Lewat media Instagram @feeder_of_street_cat_bjm, Razie juga memohon donasi untuk biaya amputasi. Respon masyarakat pun luar biasa. Bahkan ada yang bersedia menjadi pengasuh bagi kucing yang mereka beri nama Giant tersebut.

Setiap postingan instagramnya pun selalu menuai respon simpati dari followers. Lewat media itu pula, Razie kerap mendapat dukungan. Paling sering menerima donasi berupa pakan kering. "Penyaluran donasi bisa dengan menghubungi kontak yang tertera di Instagram," ujarnya.

Lewat gerakan ini, Razie berharap akan banyak orang di luar sana yang peduli dengan keberadaan kucing jalanan. "Simpel saja, tidak menyiksa, tidak menelantarkan apalagi membuang sembarangan," pungkasnya.


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…

Rabu, 27 November 2019 08:05

Cerita-Cerita yang Tersisa dari Kebakaran Sebuku (2)

Haji Nanang, pedagang terbesar itu merugi miliaran rupiah. Toko dan…

Selasa, 26 November 2019 07:01

Siang Mengajar, Malam Ngojek

Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tapi apakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.