MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 08 Juli 2019 09:38
Terpaksa Tolak Pesanan Ribuan Tas, Pengrajin Kampung Purun Masih Kesulitan Bikin Motif
PERAJIN: Kartinah, 40, perajin purun di Kampung Purun, Kelurahan Palam, saat menganyam tas purun. Tidak banyak motif yang bisa dia buat, karena keterbatasan kemampuan. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sejak 2016, Kelurahan Palam, Cempaka, dikembangkan menjadi destinasi wisata Kampung Purun. Sebab, sebagian besar warganya merupakan perajin purun. Sayangnya, hingga kini kemampuan mereka ternyata masih terbatas.

Hal itu diakui Kartinah, 40, salah seorang warga sekitar yang juga sebagai perajin purun. Dia mengungkapkan, sampai saat ini banyak dari mereka kesulitan membuat motif. "Cuma sedikit perajin yang bisa membuat motif. Padahal, para pemesan banyak minta dibuatkan motif sesuai selera mereka," katanya.

Kalau pesanan hanya sedikit, Kartinah menyebut para perajin di Kampung Purun kemungkinan bisa mengerjakannya sesuai motif yang diminta. Namun, jika pesanan sampai ribuan mereka terpaksa memilih untuk menolaknya.

"Kami tidak berani kalau menerima banyak pesanan yang bermotif, karena hanya sedikit perajin yang bisa membuatnya. Nanti, malah tidak selesai-selesai," ujarnya.

Seperti halnya pada Puncak Harganas 2019 tadi. Dia mengungkapkan, panitia sebenarnya meminta para perajin di Kampung Purun membuatkan dua ribu tas, namun hal itu tidak bisa mereka sanggupi. "Mereka minta tasnya ada motif bertuliskan Harganas. Sementara, di sini tidak banyak perajin yang bisa," ungkapnya.

Kartinah menyampaikan, para perajin di Kampung Purun sebagian besar hanya bisa membuat motif standar sesuai yang mereka dapatkan di pelatihan yang difasilitasi oleh Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Kota Banjarbaru.

"Saya saja baru ikut pelatihan dua kali, jadi tidak banyak motif yang kerajinan purun yang bisa saya buat," ucapnya.

Secara terpisah, Koordinator Konsultan Pendamping PLUT KUMKM Banjarbaru Rizla Syahrianoor tak menampik jika motif anyaman purun para perajin masih terbatas. Akibat keterbatasan kemampuan dan sarana yang dimiliki. "Saat ini produk yang dipasarkan memang kebanyakan masih dalam bentuk setengah jadi," bebernya.

Apalagi jika diminta membuat motif tulisan dalam bentuk anyaman, seperti yang diminta panitia Harganas, menurutnya hal itu sangat sulit. "Kalau tulisan memang susah dianyam Mas. Perajin senior dari HSU dan Batola pun mungkin tidak bisa," ujarnya.

Meski begitu, dia menyampaikan Pemko Banjarbaru terus meningkatkan kemampuan para perajin. Seperti halnya tahun ini, melalui CSR PLN Peduli para perajin purun tengah dilatih teknik penganyaman dan membuat motif di PLUT KUMKM Banjarbaru.

"Pelatihan diberikan kepada 20 peserta dari dua kelompok perajin purun di Kampung Purun. Sudah dua tahap pelatihan yang terlaksana. Dalam waktu dekat akan digelar tahap ketiga," pungkasnya. (ris/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*