MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 08 Juli 2019 09:42
Hilang "Sinyal" di Kuin Kecil

Kisah Murung dari Pinggiran Banjarmasin

PERGI NGAJI: Anak-anak Kuin Kecil harus melintasi jalan tanah ini demi bersekolah. Bolak-balik setiap hari. Karena cuma ini satu-satunya akses yang tersedia. Wilayah di perbatasan Banjarmasin kerap dianaktirikan dalam skema pembangunan. | Foto: Fahriadi Nur/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Macet, macet, macet! Ah, keluhan khas perkotaan. Jika Anda ingin menjauhi kemacetan, cobalah singgah ke Kuin Kecil.

---

KUIN Kecil berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Tepatnya di Kelurahan Mantuil. Dari Balai Kota, jaraknya sekitar 11 kilometer. Bisa ditempuh kurang lebih setengah jam. Jangan gunakan mobil, cukup pakai motor. Kenapa begitu? Anda akan tahu sendiri.

Saran lainnya, gunakan kartu seluler dari provider dengan sinyal terkuat. Setidaknya masih sanggup menangkap jaringan 3G. Karena di Kuin Kecil, koneksi internet dijamin hilang.

Tapi bukan itu inti persoalannya. Di daerah terujung Kuin Kecil, persis di RT 14, tak cuma jaringan seluler yang hilang. Tapi juga sinyal pembangunan. Kawasan ini nyaris tak memiliki jalan.

Kalau pun disebut jalan, rupanya cuma jalan tanah yang cuma muat dilewati dua sepeda motor. Itupun mesti berhati-hati, karena lintasannya licin dan tak mulus. Warga di sana menyebutnya tembokan; istilah yang kerap digunakan orang Banjar (tanah yang ditumpuk untuk dijadikan jalan).

"Saya lupa persisnya kapan jalan sini dibuka. Kalau tak salah lebih 30 tahun silam. Itupun karena ada program TNI masuk desa," kata Abdussamad. Berusia 60 tahun, dia seumur hidup tinggal di sini.

Jika dihitung, panjang jalan ini sekitar 1,7 kilometer. Posisinya paling ujung Banjarmasin. Nyaris mendekati tepian Sungai Barito. Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banjar. Ada 150 kepala keluarga yang tinggal di sana.

Selama puluhan tahun, warga mencoba mandiri. Patungan memperbaiki jalan. Memasuki musim kemarau, warga lega. Setidaknya jalan tak bakal tergenang.

"Saat musim hujan tadi, kami coba memasang papan. Sebagai titian karena jalan pasti tergenang kalau air sungai lagi pasang," kata Burhan, warga setempat.

Selama ini warga dituntut berpikir sendiri agar jalan bisa dilintasi. Karena mereka tak punya akses lain. Itulah satu-satunya jalur keluar masuk kampung. "Harus sering gotong-royong," sebutnya.

Itu baru soal jalan. Belum urusan jembatan. Di sana ada 15 titik sungai kecil, seperti parit. Agar jalan tersambung, dibuat jembatan mini. Berupa susunan papan ulin yang lebarnya tak lebih dari satu meter.

Ketua RT 14 Kuin Kecil, Saderi mengaku sudah berkali-kali meminta pembangunan jalan kepada Pemko Banjarmasin. Namun, hasilnya nihil. "Saya bahkan pernah mengantar langsung proposal kepada wali kota, Pak Ibnu," akunya.

Belakangan, Saderi mendengar, ujung Kuin Kecil dikategorikan sebagai zona hijau. Artinya ruang terbuka hijau, bukan permukiman. Itulah penghambat utama pembangunan di sini. "Bahkan warga saya tak bisa membuat sertifikat tanah," keluhnya.

Pernahkah wali kota dan wakilnya jalan-jalan kemari? Jawabannya ya. Tapi cuma sampai RT tetangga. Di wilayah RT 15 yang jalannya sudah diaspal.

Saat ini, Kuin Kecil mendapat secercah harapan. Bakal ada aktivitas TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa). Dimulai pertengahan bulan depan, 10 Juli.

Program TMMD ini membawa misi perbaikan infrastruktur. Termasuk jalan yang rencananya ditinggikan hingga 50 sentimeter. "Tapi cuma diuruki tanah. Bukan batu split. 30 sentimeter diuruki tanah merah, 20 sentimeter sisanya sirtu," jelasnya.

Meski begitu Saderi bersyukur. Setidaknya masih ada yang mau memperhatikan kampung mereka. Membuat warga lebih bersemangat.

RTRW Harus Ditinjau Ulang

KETUA Komisi III DPRD Banjarmasin, Matnor Ali tertarik membahas nasib warga Kuin Kecil. Menurutnya, tak salah jika warga menuntut pembangunan. Setidaknya untuk jalan yang layak.

Ditegaskannya, pembangunan mesti merata, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tak peduli apakah wilayah perkotaan atau pinggiran.

"Masyarakat di pinggiran juga warga Banjarmasin. Mereka juga punya hak yang sama untuk mencicipi pembangunan," sebut politisi Partai Golkar itu.

Jika lambannya pembangunan ini karena persoalan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Matnor punya pandangan lain. Menurutnya tak masalah jika hanya untuk pembangunan jalan.

"Kan ini fasilitas umum. Banyak kok kawasan RTH yang punya jalan bagus. Ini juga jadi nilai plus untuk ruang hijau," katanya.

Toh warga tak menuntut untuk kepentingan individu, tapi demi orang banyak. Sudah menjadi tanggungjawab pemko untuk memikirkannya.

Komisi III berjanji akan mengajak pemko untuk meninjau RTRW yang ada. Terlepas dari itu, Matnor mengapresiasi kegiatan TMMD TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kuin Kecil.

Menjadi kabar baik bagi warga di sana. Dia berharap pemko yang akan melanjutkan pembangunannya. “Kami juga berencana mau ke sana. Sekalian untuk menyerap aspirasi warga,” pungkasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 16:04
Pemkab Balangan

KPU Balangan Launching Maskot Dan Jingle Pilkada 2020

PARINGIN – Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Balangan, dimulai…

Minggu, 15 Desember 2019 12:04

Musim Hujan, Kalsel Waspada Bencana Alam, Awal Januari Satgas Banjir Dibentuk

Masuknya musim hujan di beberapa daerah, membuat Badan Penanggulangan Bencana…

Minggu, 15 Desember 2019 11:52

Besok, Pengumuman Seleksi CPNS

BANJARBARU - Siap-siap bagi para pelamar calon pegawai negeri sipil…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:26

Komisi II Tolak Hibah PDAM

BANJARMASIN – Tidak mudah ternyata meminta Pemprov Kalsel menghibahkan sahamnya…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:23

Pemko Pikirkan Pakaian Honorer, Jenis dan Warnanya Digodok Bagian Organisasi

BANJARMASIN - Terkait pakaian tenaga kerja honor di lingkungan Pemko…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:20

Uji Coba BRT Tambahan, Nanti Bisa ke Bandara Naik BRT

BANJARMASIN - Tambahan Bus Rapit Transit (BRT) sudah terealisasi. Lima…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:18

CAT Seleksi Panwascam Tala

PELAIHARI - Sebanyak 183 peserta seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam)…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:17

Calon Independen Ramaikan Balangan

PARINGIN – Pilkada 2020 Balangan bukan cuma dimeriahkan bakal calon…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:09

Pentas Seni untuk Donasi Kebakaran Sebuku

BANJARBARU - Pemandangan taman air mancur di depan Minggu Raya…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:07

Masih Masuk Musim Peralihan

BANJARBARU - Kerap diguyur hujan beberapa waktu terakhir. Banyak warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.