MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 10 Juli 2019 11:01
Wajib Rombak Kelotok, Tidak Taat Terancam Izin Dicabut, Tapi ada Motoris yang Masih Ngotot
SUDAH KEBIASAAN: Penumpang duduk-duduk di atap kelotok wisata susur sungai. Sekalipun sudah dicegah motoris dan patroli Dishub, kebiasaan itu sulit dihilangkan. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin melayangkan surat peringatan kedua kepada sejumlah motoris kelotok wisata yang mangkal di Dermaga Menara Pandang, Siring Pierre Tendean. "Surat cinta" itu masih terkait larangan menaikkan penumpang ke atap kelotok.

Surat peringatan pertama diterbitkan Senin (1/7) lalu. Isinya, ancaman bakal mencabut izin operasional kelotok jika mereka tak mau bergabung dengan Koperasi Maju Karya Bersama. Koperasi inilah pengucur dana pinjaman untuk merombak desain kelotok.

Dishub memang sedang giat-giatnya mempromosikan program renovasi kelotok wisata. Pada desain yang baru, atap permanen kelotok dipangkas habis. Digantikan atap terpal yang bisa buka-tutup. Tujuannya, agar tak ada lagi penumpang yang duduk-duduk di atap kelotok selama menikmati wisata susur sungai.

"Hari ini kami antarkan surat peringatan kedua. Karena surat peringatan pertama tak dipedulikan," kata Kepala Dishub Banjarmasin Ichwan Noor Chalik, kemarin (9/7).

Jika hanya mengandalkan imbauan, Ichwan pesimis penumpang mau mengubah kebiasaan. "Motoris saja menyerah untuk menegur wisatawan. Padahal duduk di atap itu berbahaya. Solusinya adalah merombak desain kelotok," tegasnya.

Merombak kelotok tentu perlu duit. Dishub sudah memperoleh bantuan melalui dana CSR PDAM Bandarmasih, Bank Kalsel, dan Bank Indonesia. "Dana itu wajib dimasukkan ke kas koperasi resmi. Makanya Dishub mengajak seluruh motoris untuk bergabung ke koperasi tersebut. Agar dananya bisa digulirkan," jelasnya.

Dari pendataan terakhir, Dishub mencatat ada 88 kelotok wisata yang beroperasi di Sungai Martapura. Sementara itu, sebagian motoris yang mangkal di Dermaga Patung Bekantan sudah bersedia bergabung ke koperasi ini.

Setelah surat peringatan kedua, Dishub akan menunggu selama sepekan. Jika tak ada tanggapan balik, surat peringatan ketiga alias terakhir bakal dilayangkan.

"Jika sudah sampai SP3, maka kami bisa mencabut izin operasional kelotok. Kalau tetap berkeluyuran di sungai, akan kami tindak bersama Satpolair," pungkas Ichwan.

Dikonfirmasi terpisah, ketua perkumpulan motoris setempat, Burhan tetap ngotot bertahan. Mereka tak sudi menjadi anggota koperasi. Apalagi sampai melihat kelotoknya berubah bentuk.

"Kami tidak ingin berutang. Karena sifatnya dana pinjaman. Akhirnya kami diwajibkan membayarkan cicilan ke koperasi," ujarnya. Sepengetahuan Burhan, tak ada motoris yang setuju dengan rencana Dishub tersebut.

"Soal surat teguran, saya tidak ambil pusing. Kami akan tetap bekerja seperti hari-hari biasa. Kami tidak ingin dipaksa-paksa. Kalau mau mencabut izin, yang adil, jangan pilih-pilih kasih," tegasnya. (mr-154/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 10:01

Atap Rampung, Retribusi Pasar Tungging Bakal Dinaikkan

BANJARMASIN - Setelah pembangunan atap Pasar Tungging di Jalan Belitung…

Rabu, 22 Januari 2020 08:56

Zona Pajak Parkir Bakal Diperluas, Untuk Penuhi Target PAD

BANJARMASIN - Sadar dituntut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…

Selasa, 21 Januari 2020 07:17

Said: Camat, Sisir IMB Pembatuan..!

BANJARBARU - Gaung Pemko Banjarbaru bakal menindak bangunan yang tidak…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:52

Subsidi LPG Belum Dicabut Saja Sudah Berat, Apalagi Dicabut..!!

BANJARMASIN - Kabar pemerintah mengubah skema subsidi gas Liquefied Petroleum…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:33

Jelang HPN, Manajemen Aston Hotel Banua Silaturahmi ke Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Menjelang perayaan Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan…

Rabu, 15 Januari 2020 11:05

Emas Antam Kembali Melorot, Turun Drastis Rp11 Ribu per Gram

BANJARMASIN - Setelah pada perdagangan Senin (13/4) emas Antam turun…

Rabu, 15 Januari 2020 10:46

Bikin Gedung Parkir Baru Tapi Belum Penuhi IMB, Duta Mall Diberi Waktu Sebulan

BANJARMASIN - Manajemen Duta Mall (DM) diberi waktu satu bulan…

Selasa, 14 Januari 2020 12:50

Guru Honorer Naik Gaji, Pemprov Bakal Tambah Hingga Jadi Rp2,3 Juta per Bulan

BANJARMASIN – Setelah menaikkan tunjangan para ASN, tahun ini Pemprov…

Selasa, 14 Januari 2020 11:39

Harga Emas Antam Turun

BANJARMASIN - Emas Antam turun Rp2000 per gram  pada pembukaan…

Selasa, 14 Januari 2020 11:20

Dituding Kurang Bayar Pajak Parkir Rp1,7 M, Centrepark Menggugat, Tapi Salah Alamat

BANJARMASIN - Sempat geger, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI…

Pasar Budaya Racah Mampulang Dilaksanakan Sekali Dalam Dua Pekan

Legislatif Sidak Puskesmas

2 Pasien Positif DBD di RSUD Datu Sanggul Rantau

Tampil Berwibawa Pimpin Apel Siaga Bencana, Bupati Wahid Bilang Anggota Satgas itu Mulia

Rumitnya Membangun Jalan Handil Bakti: Sudah Dibantu, Tak Siapkan Tim Penilai

Jika Honorer Benar-Benar Dihapus, Sekolah Terancam Kekurangan Guru

Haul Sekumpul: Dilarang Pasang Atribut Politik

Cuma Bermodal Seragam Polisi, Pria ini Kumpulkan Duit, Sudah Lama Bercita-cita Tapi Tak Kesampaian

Momen HPN 2020, Strategis Bagi Daerah

Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers