MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 11 Juli 2019 10:40
Cerita Pilu dari Kuin Kecil: Penantian Panjang Penderita Atresia Ani

Setahun Lagi Rizky Dioperasi

HARUS DIBANTU: Rizky harus menunggu selama setahun. Hingga cukup umur untuk dioperasi. Syukur, Dinas Kesehatan telah memberikan jaminan untuk menanggung biaya pengobatannya.

PROKAL.CO, Di Kuin Kecil ada cerita pilu. Seorang bocah empat tahun tak punya anus dan terpaksa harus BAB melalui perut. Namanya Muhammad Rizky, anak keempat dari pasangan Sugianoor (38) dan Niah (35).

---

KELUARGA ini tinggal di rumah kecil di ujung Kuin Kecil, RT 14. Kampung ini berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan, tepatnya di Kelurahan Mantuil.

Rizky lahir 2015 lalu. Terlahir tanpa anus. Dua hari seusai dilahirkan, dia menjalani operasi pembuatan saluran BAB melalui pinggul. Tapi cuma bersifat sementara. Setidaknya menunggu sampai bocah ini menginjak usia lima tahun. Guna kembali menjalani operasi pembuatan saluran anus.

Sejak itu, hari-hari sulit Rizky dimulai. Orang tuanya tak mampu berbuat banyak. Anjuran dokter, bocah tersebut mestinya rutin diperiksa. Tapi tak bisa lantaran lantaran keterbatasan biaya.

"Suami hanya petani. Penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Juga membiayai anak-anak sekolah," kata Niah.

Dalam ilmu kedokteran, Rizky menderita Atresia Ani. Atau disebut juga Anus Imperforata. Salah satu jenis cacat lahir yang terjadi saat usia kehamilan ibunya mencapai 5-7 pekan. Dimana perkembangan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) hingga lubang anus tak sempurna.

Selama ini, Rizky tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Sekalipun hanya untuk biaya berobat rutin. "Sekarang usia anak kami sudah empat tahun. Kami bingung harus ke mana," tambahnya.

Berdasarkan basis data terpadu (BDT) Banjarmasin, sang ayah, Sugianoor sebenarnya masuk daftar warga miskin. Tapi Rizky dan ibunya tidak. Karena belum masuk kartu keluarga. Perkara sepele ini rupanya menjadi penghambat.

Tapi kisah muram ini segera berlalu. Masalah sudah terpecahkan. Kisah sedih ini sampai ke telinga Machli Riyadi, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Selasa (9/10) tadi. Tak ingin menunda-nunda, kemarin (10/7) dia mendatangi rumah bocah tersebut.

Machli dan timnya bahkan rela berjalan kaki lebih dari setengah kilometer. Karena akses jalan besar tak sampai ke teras rumah Rizky. Dinkes berkomitmen untuk menjamin kesehatan kepada bocah itu.

"Kami sudah melihatnya langsung. Sesuai dengan pesan pak wali kota, pemko harus menjamin hak kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Kapan Rizky akan dioperasi? Tidak sekarang. Menunggu usianya lima tahun atau kurang lebih setahun dari sekarang. Meski begitu, Dinkes berjanji akan membantu asupan gizi bocah ini. Selain itu, mereka juga bakal memberikan pendampingan hingga waktu itu tiba.

"Alhamdulillah, Rizky dalam keadaan sehat. Sementara ini kami memberikan makanan tambahan," ujarnya.

Kembali pada Niah, dia mengaku lega. Harapan itu kembali tumbuh untuk melihat anaknya bermain selayaknya bocah-bocah seusianya. "Saya sangat berterima kasih. Saya ingin sekali melihat anak saya normal seperti anak lainnya," ungkapnya.

Soal status kependudukan, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Membereskan ganjalan administrasi. Agar keluarga ini bisa mendapatkan paket bantuan jaminan sosial.

Sangat Jarang Terjadi di Banjarmasin

ATRESIA Ani merupakan salah satu jenis cacat lahir. Lubang anus menyempit, bahkan tertutup total. Kasusnya langka karena hanya terjadi pada satu bayi dari lima ribu bayi.

"Kasus kelainan ini memang langka. Karena sedikit sekali ditemukan, lebih-lebih di daerah kita sini," kata Kepala Puskesmas Pekauman, dr Afri Amorrinto.

Kelainan dipicu gangguan pada masa perkembangan janin. Terutama saat proses pembelahan dan pemisahan dinding pencernaan janin. Lazimnya terjadi pada usia kehamilan menginjak tujuh sampai delapan pekan.

Meski bisa ditangani, sayang, penyebab Atresia Ani belum diketahui secara pasti. Sebagian ahli menduga karena faktor genetika. Atresia Ani masih menjadi misteri gelap dalam dunia kedokteran.

Ditanya penanganan, dr Afri menjelaskan, dokter bisa mengoperasi. Sebagai tindakan pertama, membuat Kolostomi atau membuat lubang pada dinding perut. Sebagai saluran pembuangan sementara.

Inilah yang dilakukan pada Rizky, empat tahun silam. "Ketika usianya sudah lima tahun, baru dibuat saluran anus sebagaimana mestinya," pungkasnya.

Perlu diketahui, Atresia Ani punya bentuk lain. Pertama, terbentuknya saluran yang menghubungkan bagian ujung usur besar dengan kandung kemih, utera, pangkal penis atau vagina. Kedua, rektum yang tak terhubung dengan usus besar. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 09:31

Mengenal Lebih Dekat Organisasi Bikers Brotherhood 1% MC Chapter Banjarbaru

Klub, komunitas atau organisasi penggeber roda dua di Banua terus…

Senin, 20 Januari 2020 07:56

Kopdar Bareng Komunitas Youtuber Borneo: Jadi Wadah Belajar dan Bermain

Berangkat dari siring Patung Bekantan, kemarin (19/1) pagi, sebanyak 40…

Jumat, 17 Januari 2020 11:48

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Kalau super car Lamborghini melesat di jalan tol, mungkin sudah…

Jumat, 17 Januari 2020 11:41

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pemerintah mulai kewalahan dengan ulah para peretas. Mereka menyerang situs-situs…

Kamis, 16 Januari 2020 10:05

Upaya Pengendalian Banjir di Cempaka: Warga Masih Tak Rela Penataan Menghapus Kenangan

Hujan memang kerap dijadikan alasan. Namun terlepas dari faktor alam.…

Kamis, 16 Januari 2020 09:57

SDN 4 Haruyan Dayak, Sekolah dengan Medan Terjal di Hunjur Meratus

Harapan masyarakat Desa Haruyan Dayak, akhirnya terwujud. Fasilitas pendidikan bertambah.…

Rabu, 15 Januari 2020 11:50

Hanya Coba-coba, Eh Berhasil, Ternyata Lahan Eks Tambang Bisa Dimanfaatkan

Bagi sebagian orang lahan eks tambang sulit untuk dimanfaatkan. Tapi,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:58

TYPO BIKIN HEBOH..! Kepala Desa Salah Ketik Volume Air, Ratusan Pelajar Dievakuasi

Agar informasi bisa langsung tersampaikan, kecepatan mungkin adalah kunci. Namun,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:38

Bangga Disebut Anak Banua, Dari TNI AU Terbang ke Dunia Entertainment

Setelah sukses dengan single pertamanya 'Ingin Bersamamu' pada tahun 2017…

Sabtu, 11 Januari 2020 08:49

Terasing di Musim Hujan, Mau Pulang Tipis Kemungkinan

Sepuluh tahun menghuni wilayah transmigrasi di Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong,…

Pasar Budaya Racah Mampulang Dilaksanakan Sekali Dalam Dua Pekan

Legislatif Sidak Puskesmas

2 Pasien Positif DBD di RSUD Datu Sanggul Rantau

Tampil Berwibawa Pimpin Apel Siaga Bencana, Bupati Wahid Bilang Anggota Satgas itu Mulia

Rumitnya Membangun Jalan Handil Bakti: Sudah Dibantu, Tak Siapkan Tim Penilai

Jika Honorer Benar-Benar Dihapus, Sekolah Terancam Kekurangan Guru

Haul Sekumpul: Dilarang Pasang Atribut Politik

Cuma Bermodal Seragam Polisi, Pria ini Kumpulkan Duit, Sudah Lama Bercita-cita Tapi Tak Kesampaian

Momen HPN 2020, Strategis Bagi Daerah

Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers