MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 11 Juli 2019 10:40
Cerita Pilu dari Kuin Kecil: Penantian Panjang Penderita Atresia Ani

Setahun Lagi Rizky Dioperasi

HARUS DIBANTU: Rizky harus menunggu selama setahun. Hingga cukup umur untuk dioperasi. Syukur, Dinas Kesehatan telah memberikan jaminan untuk menanggung biaya pengobatannya.

PROKAL.CO, Di Kuin Kecil ada cerita pilu. Seorang bocah empat tahun tak punya anus dan terpaksa harus BAB melalui perut. Namanya Muhammad Rizky, anak keempat dari pasangan Sugianoor (38) dan Niah (35).

---

KELUARGA ini tinggal di rumah kecil di ujung Kuin Kecil, RT 14. Kampung ini berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan, tepatnya di Kelurahan Mantuil.

Rizky lahir 2015 lalu. Terlahir tanpa anus. Dua hari seusai dilahirkan, dia menjalani operasi pembuatan saluran BAB melalui pinggul. Tapi cuma bersifat sementara. Setidaknya menunggu sampai bocah ini menginjak usia lima tahun. Guna kembali menjalani operasi pembuatan saluran anus.

Sejak itu, hari-hari sulit Rizky dimulai. Orang tuanya tak mampu berbuat banyak. Anjuran dokter, bocah tersebut mestinya rutin diperiksa. Tapi tak bisa lantaran lantaran keterbatasan biaya.

"Suami hanya petani. Penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Juga membiayai anak-anak sekolah," kata Niah.

Dalam ilmu kedokteran, Rizky menderita Atresia Ani. Atau disebut juga Anus Imperforata. Salah satu jenis cacat lahir yang terjadi saat usia kehamilan ibunya mencapai 5-7 pekan. Dimana perkembangan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) hingga lubang anus tak sempurna.

Selama ini, Rizky tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Sekalipun hanya untuk biaya berobat rutin. "Sekarang usia anak kami sudah empat tahun. Kami bingung harus ke mana," tambahnya.

Berdasarkan basis data terpadu (BDT) Banjarmasin, sang ayah, Sugianoor sebenarnya masuk daftar warga miskin. Tapi Rizky dan ibunya tidak. Karena belum masuk kartu keluarga. Perkara sepele ini rupanya menjadi penghambat.

Tapi kisah muram ini segera berlalu. Masalah sudah terpecahkan. Kisah sedih ini sampai ke telinga Machli Riyadi, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Selasa (9/10) tadi. Tak ingin menunda-nunda, kemarin (10/7) dia mendatangi rumah bocah tersebut.

Machli dan timnya bahkan rela berjalan kaki lebih dari setengah kilometer. Karena akses jalan besar tak sampai ke teras rumah Rizky. Dinkes berkomitmen untuk menjamin kesehatan kepada bocah itu.

"Kami sudah melihatnya langsung. Sesuai dengan pesan pak wali kota, pemko harus menjamin hak kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Kapan Rizky akan dioperasi? Tidak sekarang. Menunggu usianya lima tahun atau kurang lebih setahun dari sekarang. Meski begitu, Dinkes berjanji akan membantu asupan gizi bocah ini. Selain itu, mereka juga bakal memberikan pendampingan hingga waktu itu tiba.

"Alhamdulillah, Rizky dalam keadaan sehat. Sementara ini kami memberikan makanan tambahan," ujarnya.

Kembali pada Niah, dia mengaku lega. Harapan itu kembali tumbuh untuk melihat anaknya bermain selayaknya bocah-bocah seusianya. "Saya sangat berterima kasih. Saya ingin sekali melihat anak saya normal seperti anak lainnya," ungkapnya.

Soal status kependudukan, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Membereskan ganjalan administrasi. Agar keluarga ini bisa mendapatkan paket bantuan jaminan sosial.

Sangat Jarang Terjadi di Banjarmasin

ATRESIA Ani merupakan salah satu jenis cacat lahir. Lubang anus menyempit, bahkan tertutup total. Kasusnya langka karena hanya terjadi pada satu bayi dari lima ribu bayi.

"Kasus kelainan ini memang langka. Karena sedikit sekali ditemukan, lebih-lebih di daerah kita sini," kata Kepala Puskesmas Pekauman, dr Afri Amorrinto.

Kelainan dipicu gangguan pada masa perkembangan janin. Terutama saat proses pembelahan dan pemisahan dinding pencernaan janin. Lazimnya terjadi pada usia kehamilan menginjak tujuh sampai delapan pekan.

Meski bisa ditangani, sayang, penyebab Atresia Ani belum diketahui secara pasti. Sebagian ahli menduga karena faktor genetika. Atresia Ani masih menjadi misteri gelap dalam dunia kedokteran.

Ditanya penanganan, dr Afri menjelaskan, dokter bisa mengoperasi. Sebagai tindakan pertama, membuat Kolostomi atau membuat lubang pada dinding perut. Sebagai saluran pembuangan sementara.

Inilah yang dilakukan pada Rizky, empat tahun silam. "Ketika usianya sudah lima tahun, baru dibuat saluran anus sebagaimana mestinya," pungkasnya.

Perlu diketahui, Atresia Ani punya bentuk lain. Pertama, terbentuknya saluran yang menghubungkan bagian ujung usur besar dengan kandung kemih, utera, pangkal penis atau vagina. Kedua, rektum yang tak terhubung dengan usus besar. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…

Rabu, 27 November 2019 08:05

Cerita-Cerita yang Tersisa dari Kebakaran Sebuku (2)

Haji Nanang, pedagang terbesar itu merugi miliaran rupiah. Toko dan…

Selasa, 26 November 2019 07:01

Siang Mengajar, Malam Ngojek

Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tapi apakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.