MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 11 Juli 2019 11:26
4 Kejadian Berdarah dalam 6 Minggu di Banjarmasin, Kriminolog: Tak Ada Motif Tunggal
Dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Daddy Fahmanadie

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Warga Banjarmasin terhenyak oleh empat perkelahian berdarah. Bahkan kasus-kasus itu terjadi secara beruntun selama pekan pertama Juli kemarin. Satu nyawa telah melayang, seorang lagi kritis di rumah sakit.

Dua kasus terjadi di Banjarmasin Timur, dua lagi di Banjarmasin Tengah. Antara lain perkelahian antar anggota keluarga pada Rabu (5/7) siang di Sungai Lulut, lalu penikaman di Siring Pierre Tendean pada Kamis (4/7) malam.

Tak cukup sampai disitu, masyarakat kembali dihebohkan dengan penikaman di Jalan S Parman pada Jumat (5/7) malam. Ditutup dengan duel satpam di Jalan Pramuka pada Sabtu (6/7). Melihat kronologinya, beberapa kasus dipicu oleh hal sepele.

Fenomena apa ini? Seolah-olah, ketika muncul cekcok, maka mandau dan badik harus bicara. Apakah akibat rasa frustasi atas situasi ekonomi yang tak menentu? Atau karena aparat telah kendor menegakkan hukum?

Bagi Dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Daddy Fahmanadie, pertanyaan terakhir terlampau ekstrem. Dia melihat polisi telah membuat terobosan bagus melalui aplikasi pencegah kejahatan. Aparat tak bisa dicap telah gagal memberikan rasa aman bagi masyarakat di daerah ini.

"Buktinya, Kalsel terbilang kondusif selama Pemilu kemarin. Saya pikir, aparat hanya perlu menambah patroli. Terutama di area rawan tindak pidana atau di kawasan padat penduduk," ungkap Ketua Klinik Hukum DF tersebut.

Kalau perlu, di kawasan rawan itu bisa dibangun pos-pos kecil untuk pengawasan polisi. "Itu penting," imbuhnya.

Mengenai fenomena yang disebut di atas, Daddy menegaskan tak ada faktor tunggal. "Kecenderungan perkelahian bisa dikaji secara sosiologis. Bisa pula melalui teori kriminologi. Pada dasarnya, perbuatan pidana dipicu oleh motif tertentu," ulasnya.

Ditambahkannya, kejahatan umum di Kalsel itu lumrah terjadi. "Bisa karena sifat si pelaku atau akibat pengaruh lingkungan. Tapi pada beberapa kasus terakhir di Banjarmasin, lebih karena motif-motif tertentu," tegasnya.

Motif yang dimaksud misalkan saja dendam lama. Intinya, Daddy enggan menakut-nakuti masyarakat. Bahwa perkelahian berdarah bakal menjadi tren di Banjarmasin. "Selebihnya saya nilai masih aman saja," pungkasnya. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*