MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 12 Juli 2019 09:33
Pilwali Banjarbaru 2020: Saatnya Bergerilya Dukungan Partai

PDI Perjuangan Isyaratkan Gabung Aditya-Iwansyah

Para tokoh yang memastikan diri maju dalam Pemilihan Wali Kota Banjarbaru di tahun 2020 mendatang

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sehari setelah deklarasi Aditya Mufti Arifin dan AR Iwansyah, geliat roda dukungan partai mulai berputar. Salah satu yang disebut-sebut bakal bergabung ke koalisi PPP dan Golkar ini adalah PDI Perjuangan. Nama partai berlambang banteng ini sempat disebutkan Aditya dalam deklarasi di Banjarbaru, pada Rabu (10/7).

Pengurus DPC PDI Perjuangan di Banjarbaru sendiri tengah menunggu arahan dari ketua DPD Provinsi, Mardani H Maming.

"Kalau secara tertulis belum, namun komunikasi lisan sudah ada dari provinsi terkait ini," ucap Sekretaris DPC PDIP Banjarbaru, Windi Novianto saat ditemui wartawan di kantor DPC PDIP Banjarbaru, kemarin (11/7) sore.

Dia mengatakan pada dasarnya pihaknya tidak keberatan jika bakal merapat ke koalisi Aditya-Iwansyah. Apalagi, PDI Perjuangan memang sudah dekat dengan Golkar dan PPP sejaka pemilu lalu.

"Ini juga masih satu komando dengan koalisi Pemilu lalu," jawabnya yang mengakui pihak Aditya-Iwansyah sudah pernah menjajaki komunikasi politik dengan DPC PDIP.

"Sudah ada, itu melalui pak ketua (Wartono). Kembali lagi, tinggal kita menunggu keputusan dan arahan resmi di provinsi," ujarnya.

Dia mengatakan kemungkinan PDI Perjuangan memang tak akan menyodorkan kadernya untuk ikut meramaikan Pilwali 2020. Pada pemilu lalu, PDI Perjuangan hanya mendapatkan tiga kursi di DPRD Banjarbaru. Sehingga partai besutan Megawati Soekarno Putri ini akan merapat dan mendukung paslon lain.

"Jika memang arahannya telah ada, kita bakal siap menyukseskan habis-habisan paslon yang jadi koalisi kita," tandasnya.

Windi sendiri secara pribadi menilai Aditya-Iwansyah sudah punya kecocokan baik secara personal maupun secara politik. "Artinya keduanya sudah yakin," pandangnya.

Aditya maupun Iwansyah juga bukan orang yang baru seumur jagung di ranah politik ataupun pemerintah.

"Kalau Ovie (Aditya) ini kan milenial dan juga punya pengalaman dua periode di DPR RI, jadi meski terhitung masih muda tetap mumpuni. Untuk sosok Iwansyah juga politisi senior dan berpengalaman di legislatif," katanya.

Selain Nadjmi Adhani - Darmawan Jaya dan Aditya Mufti Arifin- AR Iwansyah yang dipastikan bakal maju, masih ada tokoh lain yang juga mengincar peluang untuk maju dalam Pilwali Banjarbaru. Seperti Dokter Abdul Halim yang sempat terang-terangan mengatakan untuk mencoba berkompetisi di Pilwali.

Simpatisaan Prabowo-Sandi pada Pilpres lalu ini mengaku sedang berkomunikasi dengan dua partai pengusung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 tadi, yakni Gerindra dan PKS.

"Dalam waktu dekat saya ada jadwal bertemu Pak Abidin (Ketua DPD Gerindra Kalsel)," ungkapnya. Gerindra yang menguasai enam kursi di DPRD Banjarbaru memang cukup untuk mengusung paslon sendiri.

Akan tetapi Halim tidak hanya terpaku pada partai. Dia mengaku telah mempersiapkan diri untuk maju di jalur independen.

"Tanggal 9 Juli tadi, saya dan tim relawan 02 dan kader partai pendukung (Prabowo-Sandi) sudah memutuskan mendukung saya lewat independen. Saat ini, dukungan masyarakat terus berdatangan," ucapnya percaya diri.

Hasrat meruntuhkan hegemoni petahana dalam Pilkada juga selalu digelorakan rekan-rekan yang mendukungnya. Sebab katanya selama ini, paslon dari petahana mitosnya selalu menang dalam kontestasi politik.

"Hal itulah yang ingin coba saya patahkan," ujarnya yang memproklamirkan slogan Harapan Baru Banjarbaru 2020-2025. Dia menyampaikan, sampai saat ini masih membuka diri bagi yang ingin menjadi pasangan, baik dari partai, birokrat, pengusaha, maupun akademis.

Lalu, bagaimana dengan respons Gerindra dengan deklarasi Aditya-Iwansyah dan ambisi Halim? Ketua DPC Gerindra Banjarbaru Syahriani Syahran menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menentukan akan mengusung siapa. "Belum ada diusung, semua menunggu proses," ucapnya.

Hal senada disampaikan, Ketua DPD PKS Banjarbaru Ahmad Nur Irsan Finazli. Dia menuturkan, pihaknya belum menentukan siapa calon yang akan diusung. "Tapi, kami sedang mempersiapkan calon internal kader PKS. Kalau nanti bisa berkoalisi dengan partai lain," bebernya.

Menurutnya, PKS memang akan pas jika berkoalisi dengan Gerindra pada Pilwali Banjarbaru. Karena sudah menjadi koalisi mulai dari pusat untuk mengusung Prabowo-Sandi.

"Terbukti capres 02 menang di Banjarbaru dan Kalsel," ujarnya.

Dia mengaku sedang didekati sejumlah calon untuk bisa mengusung mereka.

"Iya, sudah ada dua calon yang mendekati PKS. Tapi sebatas informal," katanya. Siapa dua calon itu? "Salah satu dari Nadjmi dan dr Halim," ungkapnya.

Partai Nasdem juga demikian, sampai sekarang masih belum menentukan bakal mendukung siapa.

"Kami masih menunggu petunjuk dan mekanisme penjaringan paslon pilkada dari DPP Partai Nasdem. Jadi belum ada statemen dukung mendukung paslon," beber Sekretaris DPC Nasdem Banjarbaru, Takyin Baskoro.

Bagaimana dengan PAN? Plt Ketua DPD PAN Banjarbaru Emi Lasari menyampaikan, meraih dua kursi pada pileg 2019 mereka harus berkoalisi untuk mengusung paslon pilwali Banjarbaru. Akan tetapi, pihaknya belum menentukan sikap. "Semua ada prosesnya. Nanti kalau sudah masuk tahapan pilkada, baru akan kita mulai prosesnya. Termasuk membuka pendaftaran (paslon)secara resmi," ucapnya.

Untuk mencari koalisi, dia memaparkan, mereka akan melihat peta koalisi Pilgub Kalsel. Sebab, hal itu akan jadi salah satu pertimbangan.

"Kita akan lihat koalisi besar yang akan dibangun saat Pilgub dan sambil menjalankan komunikasi politik, untuk melihat calon mana yang punya visi dan misi yang sejalan dengan PAN. Serta, punya komitmen kongkrit," pungkasnya.

Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan sendiri tak terlalu menanggapi pertanyaan media tentang majunya Aditya dan Iwansyah melalu jalur partai yang dulu mendukung mereka. Meski demikian, Nadjmi dan Jaya menunjukkan ekspresi kekecewaan mereka di media sosial.

"Perih, jenderal, " tulis Nadjmi mengomentari pemberitaan majunya pasangan Golkar-PPP itu. "Sama, nasib kita bos," balas Darmawan Jaya dalam komentar lain. ( rvn/ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 11 Desember 2019 08:33

Ruang Tunggu Lebih Jauh, Akses Jalan Jadi Keluhan, Tapi Terminal Baru Tetap Bikin Warga Penasaran

BANJARBARU - Selasa (10/12) kemarin menjadi hari bersejarah bagi Banua.…

Rabu, 11 Desember 2019 08:30

"Oh, Bandara Sudah Pindah Ya..." Ternyata Masih Banyak Penumpang yang Belum Tahu

Sementara itu, penumpang ternyata masih banyak yang belum mengetahui dipindahnya…

Rabu, 11 Desember 2019 08:30

Sahbirin Noor Berikan Atensi Khusus Infrastruktur Strategis Bandara

BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor memberikan atensi khusus…

Rabu, 11 Desember 2019 07:41

Tanpa Parpol, Cabup Kotabaru Perlu 22 Ribu KTP

KOTABARU - KPU akhirnya mengeluarkan angka final jumlah KTP yang…

Rabu, 11 Desember 2019 07:39

Berprestasi, Hanif Raih Anugrah dari Presiden

BANJARBARU - Karena prestasinya yang terbilang cemerlang, Presiden Joko Widodo menganugrahkan…

Rabu, 11 Desember 2019 07:34

Ratusan Neon Box Usang di A Yani Dicopot

BANJARBARU - Ratusan neon box di median jalan A Yani…

Rabu, 11 Desember 2019 07:33
PARLEMENTARIA

Janji PUPR Selesaikan Gerbang Perbatasan Km 18 Ditagih

BANJARBARU - Meski sebelumnya sudah mewanti-wanti Pemko agar tidak memaksakan…

Rabu, 11 Desember 2019 07:27

Panwascam Tak Boleh Mantan Caleg

BANJARMASIN - Proses pendaftaran calon Panitia Pengawas Pemilu (Panwascam) Banjarmasin…

Rabu, 11 Desember 2019 07:22

Walau Sudah Ditata, Kekumuhan Masih Bisa Kambuh

BANJARMASIN - Jika permukiman kumuh yang sudah ditata dibiarkan kembali…

Rabu, 11 Desember 2019 07:20

RSUD Sultan Suriansyah Jalani Survei Akreditasi Terakhir

BANJARMASIN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah, sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.