MANAGED BY:
MINGGU
15 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 12 Juli 2019 11:09
9 Santriwati Sudah Mengaku Dicabuli Oknum Pimpinan Pesantren ini
Ahmad Junaidi Mukti

PROKAL.CO, BARABAI - Perjalanan tersangka kasus tindak asusila pencabulan Ahmad Junaidi Mukti (61), belum berakhir meski yang bersangkutan sudah ditangkap. Belakangan, ada lagi yang mengadukan perbuatan bejat oknum pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu.

Kapolres HST, Ajun Komisaris Besar Polisi Sabana Atmojo, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, Iptu Sandi, mengungkapkan pihaknya kembali menerima pengaduan dari keluarga korban.

“Ya, ada penambahan. Yang semulanya tujuh korban, kini bertambah dua orang. Total, jadi sembilan korban. Keduanya berasal dari luar daerah,” ungkapnya, ketika ditemui Radar Banjarmasin (11/7).

Berkas perkara Junaidi sendiri telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri HST pada 27 Juni lalu. Namun, setelah mempelajarinya, kejaksaan mengembalikan berkas tersebut ke penyidik untuk dilengkapi. Dalam ekspose internal kejaksaan, masih ada kekurangan pada berkas, atau P18.

“Sesuai dengan ketentuan, bila berkas perkara perlu dilengkapi maka kami selaku Kejaksaan harus mengembalikannya disertai dengan petunjuk,” urai Kepala Kejaksaan Negeri HST, Wagiyo Santoso, didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Nyoman Suji Agustina Aryartha.

Wagiyo Santoso mengatakan Junaidi sendiri bisa dituntut dengan pasal tentang perlindungan anak yang ancaman hukuman penjaranya 15 tahun, dan juga dikenai pemberatan ancaman hukuman yakni sepertiga dari ancaman pokok atau bertambah 5 tahun.

“Pemberatan di dalam undang-undang yang dimaksud, mengingat pelaku yang seharusnya memberikan perlindungan dan memberikan pendidikan, tetapi justru melakukan tindak pidana terhadap anak,” tuntasnya.

Kasus ini sendiri terungkap berkat adanya laporan dari keluarga korban berinisial pada 9 Mei lalu. Polres HST dengan tanggap melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi hingga akhirnya menetapkan Ahmad Junaidi Mukti sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan, pada 23 Mei lalu. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 14:38

Mendarat Darurat, KNKT Periksa Heli Water Bombing

BANJARBARU – Peristiwa pendaratan darurat helikopter water bombing di persawahan…

Sabtu, 14 September 2019 14:34

419 Hotspot Kepung Kalsel, Terbanyak Selama 2019

BANJARBARU - Semakin hari, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Sabtu, 14 September 2019 14:31

Pengadaan Barang dan Jasa Peluang Korupsi Tertinggi

BANJARMASIN – Pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi celah korupsi…

Sabtu, 14 September 2019 14:25

Undangan Viral, Acara Kontes Waria Batal

RANTAU - Sebaran undangan kontes waria yang rencananya dilaksanakan di…

Sabtu, 14 September 2019 14:12

EKSIS...!! Begini Nih....Modus Baru PSK Banjarmasin

Komandan Peleton II Satpol PP Banjarmasin, Rizkan Wahyudi mengatakan, ada…

Sabtu, 14 September 2019 14:09

Dikira Razia Sudah Usai, Ternyata...

BANJARMASIN - Operasi Patuh Intan 2019 berakhir, jangan dikira takkan…

Sabtu, 14 September 2019 14:07

Petandi Dan Aparat Desa Bersekongkol Edarkan Narkoba, Disimpan dalam Kotak Sandal

BANJARMASIN - Seorang petani dan seorang aparat desa bersekongkol mengedarkan…

Sabtu, 14 September 2019 09:40

Koruptor RS Datu Sanggul Dieksekusi

RANTAU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapin berhasil mengamankan satu terpidana…

Jumat, 13 September 2019 16:03

Taluk Talaran Diserang Api, BPK Kewalahan, Nenek ini Sampai Ikut Turun Padamkan Api

MARABAHAN - Dalam tiga hari belakangan, Marabahan hampir dikepung api.…

Jumat, 13 September 2019 11:51

Perangi Karhutla, Helikopter Rusak, Sekarang Masih Terongok

BANJARBARU - Helikopter pengebom air yang melakukan pemadaman kebakaran lahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*