MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 13 Juli 2019 11:14
SIAGA ...!! Bulan Agustus-September El Nino Moderat
BENCANA TAHUNAN: Heli Water Bombing menjatuhkan ribuan liter air untuk memadamkan hutan dan lahan yang terbakar, di kawasan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, (3/9/2018). | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan sangat jauh menurun. Bahkan, cuaca terasa panas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, meminta agar masyarakat siaga terhadap kemungkinan terjadinya kekeringan.

"Perkiraan dari BMKG, Agustus-September cuaca akan panas karena pengaruh El Nino moderate. Hal itu bisa mengakibatkan kekeringan. Jadi kami diminta menyampaikan ke masyarakat supaya siaga," kata Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin.

Dia mengungkapkan, masyarakat diminta siaga lantaran kasus kekeringan dapat menimbulkan berkurangnya ketersediaan air bersih. Serta, terjadinya kebakaran hutan dan lahan. "Semua harus diantisipasi sejak awal," ungkapnya.

Ditanya daerah mana saja yang berpotensi terjadi kekeringan. Pria yang akrab disapa Ujud ini menyampaikan, berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya kabupaten/kota yang selalu mengalami kekeringan akibat musim kemarau ialah Kabupaten Banjar, Balangan, Kotabaru dan Banjarbaru. "Di Kotabaru tahun lalu ada satu kampung yang kekurangan air bersih, lantaran mengalami kekeringan," bebernya.

Namun untuk saat ini, dia menyebut pihaknya belum menerima laporan adanya daerah yang kesulitan mencari air bersih. "Kekurangan air bersih belum ada. Hanya karhutla saja yang sudah mulai muncul," ujarnya.

Jika ada daerah yang kekurangan air bersih, Ujud menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan alat penyaring air portabel untuk mengubah air asam jadi layak minum. "Kami punya tiga alat saringan portabel yang bisa menyaring air kotor jadi siap minum," ucapnya.

Lalu bagaimana jika di lokasi itu tidak ada air sama sekali? Dia menuturkan, pihaknya juga memiliki sejumlah mobil tangki yang bisa mengantarkan air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan. "Kalau kami dengar ada daerah yang kekurangan air, kami langsung mengantarkannya," tuturnya.

Selain BPBD Kalsel, PDAM Intan Banjar juga sudah melakukan persiapan dan perencanaan untuk menghadapi musim kemarau.

Kepala Bagian SDM PDAM Intan Banjar, Muhammad Azwar menyampaikan, salah satu persiapan yang mereka lakukan untuk menghadapi musim kemarau ialah selalu memonitoring dan mengevaluasi jaringan. "Jaringan jangan sampai bermasalah, apalagi untuk mendistribusikan air ke daerah yang kesulitan air," jelasnya.

Lalu bagaimana jika nantinya PDAM kekurangan air baku, karena turunnya debit air di irigasi dan Sungai Martapura? Azwar menyampaikan, untuk IPA Pinus apabila air irigasi surut dan tak memungkinkan dihisap pihaknya akan mengatasinya dengan mengambil air melalui SPAM Regional Banjarbakula. "SPAM Banjarbakula mengambil airnya langsung di Mandikapau, jadi air baku selalu aman," ujarnya.

Tapi, untuk IPA Syarkawi, Sungai Tabuk yang mengambil air baku di Sungai Martapura, dia menyebut dengan terpaksa mereka akan menghentikan pendistribusian jika sungai surut dan tidak memungkinkan lagi disedot. "Tahun lalu, dalam sehari bisa berhenti beroperasi 4 sampai 5 jam. Lantaran, tidak ada air bakunya," sebutnya.

Akan tetapi, hal itu menurutnya tidak sampai membuat masyarakat kekurangan air bersih. Sebab, pelanggan bisa menampungnya ketika air mengalir. "Kalau memang ada pelanggan yang kekurangan air, kami akan mengantarnya menggunakan tandon. Tapi, dua tahun terakhir ini tidak ada yang sampai harus kami antari air bersih," katanya.

IPA Syarkawi sendiri melayani pelanggan di daerah Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Gambut, Aluh-Aluh dan sebagian wilayah Landasan Ulin. Sedangkan, IPA Pinus melayani sejumlah daerah di Banjarbaru dan Martapura.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengolahan Data pada BMKG Kalsel Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Miftahul Munir membenarkan jika sebagian besar wilayah Kalsel memasuki puncak musim kemarau pada Agustus-September. "Puncak kemarau tahun ini diperkirakan lebih panas dari tahun lalu," bebernya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), 2019 akan menjadi tahun terpanas peringkat tiga semenjak dilakukan pencatatan pada 1880. "Jadi bukan terpanas dalam sejarah dunia. Melainkan, terpanas peringkat ketiga," jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan catatan NOAA sejak 1880, cuaca terpanas dalam hitungan tahun terjadi pada 2016. Sedangkan, terpanas kedua pada 2017. "Tapi kalau hitungan bulan, Juni 2019 tadi menjadi Juni terpanas semenjak 1880," ucapnya.

Cuaca panas sendiri menurutnya bukan hanya dipengaruhi oleh adanya El Nino. Akan tetapi, dikarenakan tren global warming. "Kalau hanya El Nino, mungkin bisa menyebabkan sebagian besar Indonesia panas. Tetapi di negara lain, seperti Amerika malah bisa terjadi hujan di atas rata-rata," ujarnya.

Untuk tahun ini, Munir menyebut kemungkinan terjadi El Nino ringan atau moderate. Akan tetapi, dampaknya belum terasa lantaran suhu muka laut di Indonesia masih panas. "Pengaruhnya masih terhambat, karena tingginya suhu muka laut Indonesia," pungkasnya. (ris/bin/ema)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 16:36

Bupati Wahid: Percaya Pengurus PCNU HSU Yang Baru Mampu Embang Tugas

AMUNTAI  - Suasana begitu khidmat begitu terpancar pada momen Pelantikan…

Rabu, 19 Februari 2020 14:42
BREAKING NEWS

UPDATE..! Inilah Tiga Pasang Calon Kepala Daerah di Kalsel yang Diusung PDI Perjuangan

BANJARBARU - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri  membacakan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:21

Bus Trans Banjarmasin: Biaya Operasional Hampir 1 Miliar

BANJARMASIN - Bus Trans Banjarmasin (BTB) sudah resmi diluncurkan. Angkutan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:20

Nilai Tunjangan Turun, Satpol PP Kecewa; Lalu Mengamuk di Kantor BKD

Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarmasin di Jalan RE Martadinata…

Rabu, 19 Februari 2020 11:12

Verifikasi Dukungan Calon Perseorangan, Bawaslu Bentuk Pengawas Kelurahan

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran bakal calon…

Rabu, 19 Februari 2020 11:10

Diduga Sebabkan Sekolah Rusak, Komisi IV Panggil Manajemen Pyramid Suite

BANJARMASIN - Kepala sekolah dan Komite SDN Antasan Besar 7…

Rabu, 19 Februari 2020 11:08

Anggota Dewan Harus Turun Langsung Agar Perda Menjadi Barang Familiar

BANJARMASIN - Selama ini masyarakat kurang familiar terhadap peraturan daerah…

Rabu, 19 Februari 2020 11:06
Pemkab Balangan

Bupati Dukung Polres Balangan Tetapkan Zona Integritas

PARINGIN - Deklarasi pencanangan Zona Integritas, dilaksanakan Polres Balangan, Selasa…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33
BREAKING NEWS

Tolak Omnibus Law, Ratusan Pekerja Ngeluruk ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN - Ratusan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja…

Selasa, 18 Februari 2020 14:12
Pemkab Balangan

Kejari Balangan Komitmen Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi

PARINGIN – Penetapan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers